<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Cyber Bullying, DPR Dorong Pemahaman Materi Literasi Digital di Sekolah</title><description>Menurutnya, materi literasi digital untuk anak-anak perlu diterapkan di bangku sekolah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2894202/cegah-cyber-bullying-dpr-dorong-pemahaman-materi-literasi-digital-di-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2894202/cegah-cyber-bullying-dpr-dorong-pemahaman-materi-literasi-digital-di-sekolah"/><item><title>Cegah Cyber Bullying, DPR Dorong Pemahaman Materi Literasi Digital di Sekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2894202/cegah-cyber-bullying-dpr-dorong-pemahaman-materi-literasi-digital-di-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2894202/cegah-cyber-bullying-dpr-dorong-pemahaman-materi-literasi-digital-di-sekolah</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2023 16:47 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/03/337/2894202/cegah-cyber-bullying-dpr-dorong-pemahaman-materi-literasi-digital-di-sekolah-pCU22PFwNL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/03/337/2894202/cegah-cyber-bullying-dpr-dorong-pemahaman-materi-literasi-digital-di-sekolah-pCU22PFwNL.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy82LzE3MTU5MS81L3g4b2h6cGs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti banyaknya dampak negatif dari perkembangan teknologi pada anak seperti kekerasan, bullying atau perundungan, hingga dampak lain yang sampai pada ranah pidana. Menurutnya, materi literasi digital untuk anak-anak perlu diterapkan di bangku sekolah.
&amp;ldquo;Literasi digital dapat membantu anak-anak dalam memahami etika dan perilaku yang tepat di dunia maya. Mereka diajarkan bagaimana berkomunikasi secara sopan dan menghormati orang lain dalam berbagai platform online,&amp;rdquo; ucap Puan, Selasa (3/10/2023).
Puan pun menyoroti kasus bunuh diri seorang siswi di Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) belum lama ini. Perempuan berusia 16 tahun itu, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena mendapatkan cyber harassment akibat foto syurnya beredar di media sosial. Ironisnya, siswi tersebut merekam aksi gantung dirinya dengan menggunakan telepon seluler.
Tak hanya itu, Puan juga menyoritu dampak lain kurangnya literasi digital terlihat dalam kasus pembakaran sekolah yang dilakukan siswa SMP Negeri 1 Temanggung akibat mengalami cyber bullying.

BACA JUGA:
Anggota Banser Nyaris Tewas Ditusuk Pisau Dapur saat Sedang Sholat Berjamaah

Siswa berinisial AR (14) membakar sekolahnya sendiri karena sakit hati sering dirundung kawan-kawannya. AR diduga dirundung dengan cara dibully secara verbal dan di-bully di media sosial.
Atas dasar itu, Puan berkata, literasi digital sangat berperan bagi anak agar dapat menyaring hal yang tidak baik dari gencarnya perkembangan teknologi. Pasalnya, materi literasi digital itu dapat membantu mengurangi kasus di dunia maya.

BACA JUGA:
Jadwal Siaran Langsung Timnas Futsal Indonesia di Kualifikasi Piala Asia Futsal 2024: Lawan Tuan Rumah di Laga Pamungkas!

&amp;ldquo;Literasi digital pada pembelajaran formal diharapkan membantu mengurangi kasus pelecehan di dunia maya, cyber bullying dan meningkatkan pemahaman anak-anak tentang dampak kata-kata dan tindakan online,&amp;rdquo; ucap Puan.
Dengan literasi digital yang kuat, ia menilai, anak-anak dapat memahami sumber informasi, mengevaluasi potensi, dan membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan informasi yang didapat dari dunia maya.
&amp;ldquo;Literasi digital bukan lagi hanya menjadi pilihan, melainkan suatu keharusan bagi pendidikan anak-anak di masa kini dan masa depan,&amp;rdquo; tegas Puan.Kendati demikian, Puan mendorong Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (kemendikbudristek) untuk memasukan pemahaman akan literasi digital dalam satuan pendidikan. Menurutnya, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar perlu memperhatikan dampak kemajuan era teknologi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Stadion Manahan Dipakai Piala Dunia U-17 2023, Persis Solo Buka Opsi Gunakan Stadion Kebo Giro sebagai Kandang Baru

&amp;ldquo;Anak-anak yang dilengkapi dengan literasi digital dapat mengidentifikasi dan menghindari potensi risiko online seperti perundungan cyber, penipuan, dan konten yang tidak pantas. Mereka juga akan tahu cara melindungi privasi mereka secara online,&amp;rdquo; jelasnya.

Tak hanya siswa, ia merasa, guru juga perlu memahami esensi dari literasi digital, termasuk konsep tentang kemajuan teknologi yang memengaruhi kehidupan siswa secara keseluruhan. Hal itu juga akan menjadi aksi penghalang dalam segala bentuk cyber bullying, cyber harassment dan cyber porn.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Riwayat Pendidikan Febri Diansyah, Eks Jubir KPK yang Dipanggil Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi di Kementan

&amp;ldquo;Guru juga harus diberi pelatihan tentang keamanan digital, termasuk bagaimana melindungi informasi pribadi mereka sendiri dan memberikan nasihat kepada siswa tentang praktik keamanan online yang aman,&amp;rdquo; ungkap Puan.

&amp;ldquo;Mereka juga harus tahu cara menghadapi potensi ancaman seperti perundungan cyber bagi para siswa,&amp;rdquo; imbuhnya.





</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy82LzE3MTU5MS81L3g4b2h6cGs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti banyaknya dampak negatif dari perkembangan teknologi pada anak seperti kekerasan, bullying atau perundungan, hingga dampak lain yang sampai pada ranah pidana. Menurutnya, materi literasi digital untuk anak-anak perlu diterapkan di bangku sekolah.
&amp;ldquo;Literasi digital dapat membantu anak-anak dalam memahami etika dan perilaku yang tepat di dunia maya. Mereka diajarkan bagaimana berkomunikasi secara sopan dan menghormati orang lain dalam berbagai platform online,&amp;rdquo; ucap Puan, Selasa (3/10/2023).
Puan pun menyoroti kasus bunuh diri seorang siswi di Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) belum lama ini. Perempuan berusia 16 tahun itu, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena mendapatkan cyber harassment akibat foto syurnya beredar di media sosial. Ironisnya, siswi tersebut merekam aksi gantung dirinya dengan menggunakan telepon seluler.
Tak hanya itu, Puan juga menyoritu dampak lain kurangnya literasi digital terlihat dalam kasus pembakaran sekolah yang dilakukan siswa SMP Negeri 1 Temanggung akibat mengalami cyber bullying.

BACA JUGA:
Anggota Banser Nyaris Tewas Ditusuk Pisau Dapur saat Sedang Sholat Berjamaah

Siswa berinisial AR (14) membakar sekolahnya sendiri karena sakit hati sering dirundung kawan-kawannya. AR diduga dirundung dengan cara dibully secara verbal dan di-bully di media sosial.
Atas dasar itu, Puan berkata, literasi digital sangat berperan bagi anak agar dapat menyaring hal yang tidak baik dari gencarnya perkembangan teknologi. Pasalnya, materi literasi digital itu dapat membantu mengurangi kasus di dunia maya.

BACA JUGA:
Jadwal Siaran Langsung Timnas Futsal Indonesia di Kualifikasi Piala Asia Futsal 2024: Lawan Tuan Rumah di Laga Pamungkas!

&amp;ldquo;Literasi digital pada pembelajaran formal diharapkan membantu mengurangi kasus pelecehan di dunia maya, cyber bullying dan meningkatkan pemahaman anak-anak tentang dampak kata-kata dan tindakan online,&amp;rdquo; ucap Puan.
Dengan literasi digital yang kuat, ia menilai, anak-anak dapat memahami sumber informasi, mengevaluasi potensi, dan membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan informasi yang didapat dari dunia maya.
&amp;ldquo;Literasi digital bukan lagi hanya menjadi pilihan, melainkan suatu keharusan bagi pendidikan anak-anak di masa kini dan masa depan,&amp;rdquo; tegas Puan.Kendati demikian, Puan mendorong Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (kemendikbudristek) untuk memasukan pemahaman akan literasi digital dalam satuan pendidikan. Menurutnya, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar perlu memperhatikan dampak kemajuan era teknologi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Stadion Manahan Dipakai Piala Dunia U-17 2023, Persis Solo Buka Opsi Gunakan Stadion Kebo Giro sebagai Kandang Baru

&amp;ldquo;Anak-anak yang dilengkapi dengan literasi digital dapat mengidentifikasi dan menghindari potensi risiko online seperti perundungan cyber, penipuan, dan konten yang tidak pantas. Mereka juga akan tahu cara melindungi privasi mereka secara online,&amp;rdquo; jelasnya.

Tak hanya siswa, ia merasa, guru juga perlu memahami esensi dari literasi digital, termasuk konsep tentang kemajuan teknologi yang memengaruhi kehidupan siswa secara keseluruhan. Hal itu juga akan menjadi aksi penghalang dalam segala bentuk cyber bullying, cyber harassment dan cyber porn.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Riwayat Pendidikan Febri Diansyah, Eks Jubir KPK yang Dipanggil Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi di Kementan

&amp;ldquo;Guru juga harus diberi pelatihan tentang keamanan digital, termasuk bagaimana melindungi informasi pribadi mereka sendiri dan memberikan nasihat kepada siswa tentang praktik keamanan online yang aman,&amp;rdquo; ungkap Puan.

&amp;ldquo;Mereka juga harus tahu cara menghadapi potensi ancaman seperti perundungan cyber bagi para siswa,&amp;rdquo; imbuhnya.





</content:encoded></item></channel></rss>
