<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marak Bullying di Sekolah, Pakar Pendidikan Tekankan Pentingnya Edukasi Setop Perundungan   </title><description>Marak Bullying di Sekolah, Pakar Pendidikan Tekankan Pentingnya Edukasi Setop Perundungan
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2894377/marak-bullying-di-sekolah-pakar-pendidikan-tekankan-pentingnya-edukasi-setop-perundungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2894377/marak-bullying-di-sekolah-pakar-pendidikan-tekankan-pentingnya-edukasi-setop-perundungan"/><item><title>Marak Bullying di Sekolah, Pakar Pendidikan Tekankan Pentingnya Edukasi Setop Perundungan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2894377/marak-bullying-di-sekolah-pakar-pendidikan-tekankan-pentingnya-edukasi-setop-perundungan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2894377/marak-bullying-di-sekolah-pakar-pendidikan-tekankan-pentingnya-edukasi-setop-perundungan</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2023 20:18 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/03/337/2894377/marak-bullying-di-sekolah-pakar-pendidikan-tekankan-pentingnya-edukasi-setop-perundungan-BZvuOAiHsW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pakar pendidikan tekankan pentingnya edukasi setop bullying di sekolah. (Ilustrasi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/03/337/2894377/marak-bullying-di-sekolah-pakar-pendidikan-tekankan-pentingnya-edukasi-setop-perundungan-BZvuOAiHsW.jpg</image><title>Pakar pendidikan tekankan pentingnya edukasi setop bullying di sekolah. (Ilustrasi/Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Pakar pendidikan Susanto mengatakan pentingnya edukasi setop perundungan (bullying) di sekolah untuk mencegah hal ini terjadi.
Ia mengungkapkan hal ini mengomentari kasus bullying terhadap siswa SMP di Cilacap, Jawa Tengah.
&quot;Perbaikan sistem sekolah. Edukasi stop bullying harus dilakukan dg baik di sekolah baik melalui standing banner, literasi oleh guru, project anak, dan lain sebagainya,&quot; kata Susanto, dalam keterangannya, Selasa (3/10/2023).
Ia menambahkan itu termasuk penting menumbuhkan duta-duta antibullying  dari anak untuk mencegah bullying di sekolah.
Selain itu, mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini menekankan pentingnya deteksi dini agar anak tidak menjadi korban dan pelaku bullying oleh orangtua dan guru.
&quot;Perlu dilakukan agar pola pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Lagi-Lagi Bullying, Siswa SD Dipaksa Minum Air Kencing Kakak Kelas di Buton

Ia menyebut, kasus bullying di Cilacap. Jawa Tengah, merupakan bagian dari bullying yang terlihat di permukaan.
&quot;Sejatinya, kasus bullying terjadi di sejumlah titik sekolah yang kadang tak diketahui oleh publik. Sejumlah kasus bullying juga terjadi di tingkat PAUD, Sekolah Dasar, SMP, bahkan SMA/SMK,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
5 Fakta Bocah Rebutan Main PS Berujung Bullying, Kata-Kata Kotor Keluar

Menurutnya, untuk mengatasi darurat bullying di Indonesia, perlu langkah-langkah fundamental.Karena itu, ia mendorong agar Perkominfo No 11 Tahun 2016 direvisi. Menurutnya, regulasi ini cenderung melihat permainan kekerasan dengan pendekatan klasifikasi.
&quot;Padahal seharusnya usia berapapun selagi masih usia anak tetap tak dibenarkan mengakses konten kekerasan apalagi sadisme agar anak tidak terimitasi,&quot; ucap Susanto.

BACA JUGA:
2 Pelajar Madrasah Jadi Korban Bullying, Dijambak dan Dipukuli

Ia menyebutkan, game berkonten kekerasan dan sadisme harus dipandang bukan materi permainan, melainkan materi negatif yang tak boleh dilihat apalagi dimainkan usia anak.
&quot;Saya optimis, Pak Menkominfo memiliki perhatian dan keberanian melakukan revisi tersebut,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Pakar pendidikan Susanto mengatakan pentingnya edukasi setop perundungan (bullying) di sekolah untuk mencegah hal ini terjadi.
Ia mengungkapkan hal ini mengomentari kasus bullying terhadap siswa SMP di Cilacap, Jawa Tengah.
&quot;Perbaikan sistem sekolah. Edukasi stop bullying harus dilakukan dg baik di sekolah baik melalui standing banner, literasi oleh guru, project anak, dan lain sebagainya,&quot; kata Susanto, dalam keterangannya, Selasa (3/10/2023).
Ia menambahkan itu termasuk penting menumbuhkan duta-duta antibullying  dari anak untuk mencegah bullying di sekolah.
Selain itu, mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini menekankan pentingnya deteksi dini agar anak tidak menjadi korban dan pelaku bullying oleh orangtua dan guru.
&quot;Perlu dilakukan agar pola pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Lagi-Lagi Bullying, Siswa SD Dipaksa Minum Air Kencing Kakak Kelas di Buton

Ia menyebut, kasus bullying di Cilacap. Jawa Tengah, merupakan bagian dari bullying yang terlihat di permukaan.
&quot;Sejatinya, kasus bullying terjadi di sejumlah titik sekolah yang kadang tak diketahui oleh publik. Sejumlah kasus bullying juga terjadi di tingkat PAUD, Sekolah Dasar, SMP, bahkan SMA/SMK,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
5 Fakta Bocah Rebutan Main PS Berujung Bullying, Kata-Kata Kotor Keluar

Menurutnya, untuk mengatasi darurat bullying di Indonesia, perlu langkah-langkah fundamental.Karena itu, ia mendorong agar Perkominfo No 11 Tahun 2016 direvisi. Menurutnya, regulasi ini cenderung melihat permainan kekerasan dengan pendekatan klasifikasi.
&quot;Padahal seharusnya usia berapapun selagi masih usia anak tetap tak dibenarkan mengakses konten kekerasan apalagi sadisme agar anak tidak terimitasi,&quot; ucap Susanto.

BACA JUGA:
2 Pelajar Madrasah Jadi Korban Bullying, Dijambak dan Dipukuli

Ia menyebutkan, game berkonten kekerasan dan sadisme harus dipandang bukan materi permainan, melainkan materi negatif yang tak boleh dilihat apalagi dimainkan usia anak.
&quot;Saya optimis, Pak Menkominfo memiliki perhatian dan keberanian melakukan revisi tersebut,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
