<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Sebut Teknologi Modifikasi Cuaca Sulit Berhasil Dilakukan Sejak Juni Kemarin, Ini Alasannya</title><description>Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa upaya penerapan TMC sebenarnya banyak yang berhasil sejak Bulan Januari sampai April</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2894390/bmkg-sebut-teknologi-modifikasi-cuaca-sulit-berhasil-dilakukan-sejak-juni-kemarin-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2894390/bmkg-sebut-teknologi-modifikasi-cuaca-sulit-berhasil-dilakukan-sejak-juni-kemarin-ini-alasannya"/><item><title>BMKG Sebut Teknologi Modifikasi Cuaca Sulit Berhasil Dilakukan Sejak Juni Kemarin, Ini Alasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2894390/bmkg-sebut-teknologi-modifikasi-cuaca-sulit-berhasil-dilakukan-sejak-juni-kemarin-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2894390/bmkg-sebut-teknologi-modifikasi-cuaca-sulit-berhasil-dilakukan-sejak-juni-kemarin-ini-alasannya</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2023 20:39 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/03/337/2894390/bmkg-sebut-teknologi-modifikasi-cuaca-sulit-berhasil-dilakukan-sejak-juni-kemarin-ini-alasannya-WIF0f0Btu8.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/03/337/2894390/bmkg-sebut-teknologi-modifikasi-cuaca-sulit-berhasil-dilakukan-sejak-juni-kemarin-ini-alasannya-WIF0f0Btu8.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sejak Bulan Juni kemarin, upaya melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dalam rangka memantik hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya sulit berhasil. TMC ini dilakukan dengan tujuan mengatasi udara buruk yang terjadi belakangan ini.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa upaya penerapan TMC sebenarnya banyak yang berhasil sejak Bulan Januari sampai April kemarin.


BACA JUGA:
Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Berlanjut hingga 27 September 2023


&quot;Tapi mulai Juni itu sulit (TMC berhasil dilakukan),&quot; kata Dwikorita di kompleks Istana,  Jakarta, Rabu (3/10/2023).

Dwikorita pun mengungkap gagalnya upaya tersebut lantaran awan yang sudah siap untuk dijadikan sebagai pengantar untuk dilakukannya modifikasi cuaca ini sangat minim.


BACA JUGA:
Modifikasi Cuaca Atasi Polusi, BRIN Tabur 7,8 Ton Garam di Langit Jabodetabek


Dia menjelaskan, TMC ini merupakan teknologi yang memaksa awan menurunkan hujan yang belum saatnya dengan menabur garam untuk mempercepat prosesnya.

&quot;Perlu standar berapa persen kelembaban awan itu. Nah karena kelembabannya juga sangat rendah, jadi TMC-nya sulit, tidak selalu berhasil,&quot; ujar dia menjelaskan.


</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sejak Bulan Juni kemarin, upaya melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dalam rangka memantik hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya sulit berhasil. TMC ini dilakukan dengan tujuan mengatasi udara buruk yang terjadi belakangan ini.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa upaya penerapan TMC sebenarnya banyak yang berhasil sejak Bulan Januari sampai April kemarin.


BACA JUGA:
Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Berlanjut hingga 27 September 2023


&quot;Tapi mulai Juni itu sulit (TMC berhasil dilakukan),&quot; kata Dwikorita di kompleks Istana,  Jakarta, Rabu (3/10/2023).

Dwikorita pun mengungkap gagalnya upaya tersebut lantaran awan yang sudah siap untuk dijadikan sebagai pengantar untuk dilakukannya modifikasi cuaca ini sangat minim.


BACA JUGA:
Modifikasi Cuaca Atasi Polusi, BRIN Tabur 7,8 Ton Garam di Langit Jabodetabek


Dia menjelaskan, TMC ini merupakan teknologi yang memaksa awan menurunkan hujan yang belum saatnya dengan menabur garam untuk mempercepat prosesnya.

&quot;Perlu standar berapa persen kelembaban awan itu. Nah karena kelembabannya juga sangat rendah, jadi TMC-nya sulit, tidak selalu berhasil,&quot; ujar dia menjelaskan.


</content:encoded></item></channel></rss>
