<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Bocah Rebutan Main PS Berujung Bullying, Kata-Kata Kotor Keluar</title><description>Seorang anak di bawah umur dianiaya oleh bocah yang diduga merupakan temannya sendiri lantaran berebut main PS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/338/2893714/5-fakta-bocah-rebutan-main-ps-berujung-bullying-kata-kata-kotor-keluar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/03/338/2893714/5-fakta-bocah-rebutan-main-ps-berujung-bullying-kata-kata-kotor-keluar"/><item><title>5 Fakta Bocah Rebutan Main PS Berujung Bullying, Kata-Kata Kotor Keluar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/338/2893714/5-fakta-bocah-rebutan-main-ps-berujung-bullying-kata-kata-kotor-keluar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/03/338/2893714/5-fakta-bocah-rebutan-main-ps-berujung-bullying-kata-kata-kotor-keluar</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2023 05:24 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/03/338/2893714/5-fakta-bocah-rebutan-main-ps-berujung-bullying-kata-kata-kotor-keluar-gY7RCHRK6m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bocah menjadi korban bullying temannya lantaran berebut main PS (Foto Ilustrasi: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/03/338/2893714/5-fakta-bocah-rebutan-main-ps-berujung-bullying-kata-kata-kotor-keluar-gY7RCHRK6m.jpg</image><title>Bocah menjadi korban bullying temannya lantaran berebut main PS (Foto Ilustrasi: Okezone.com)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yOS8xLzE3MTQwOS81L3g4b2V6eXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Aksi perundungan atau bullying terhadap anak kembali terjadi dan menjadi viral di media sosial. Berikut sejumlah fakta terkait peristiwa yang terjadi di Kebon Kejur, Jakarta Barat, itu:

1. Pelaku dan Korban Bocah di Bawah Umur

Seorang anak di bawah umur dianiaya oleh bocah yang diduga merupakan temannya sendiri. Korban yang berusia 8 tahun menjadi korban perundungan atau bullying oleh teman sebayanya yang juga masih berusia 10 tahun.

Dalam rekaman yang dilihat Senin (2/10/2023), aksi kekerasan itu disebutkan terjadi di Pesing Got RW 4, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat 29 September 2023.


BACA JUGA:
Lagi-Lagi Bullying, Siswa SD Dipaksa Minum Air Kencing Kakak Kelas di Buton


2. Berebut Main PS

Dari video yang beredar, disebutkan bahwa aksi penganiayaan itu terjadi lantaran keduanya berebut sebuah game console Playstation (PS).

Seorang anak yang menggunakan baju berwarna merah memukul hingga menendang si korban yang sudah meringkuk kesakitan di lantai.


BACA JUGA:
KPAI: 1 dari 3 Peserta Didik Berpotensi Mengalami Bullying


3. Keluar Kata-Kata Kotor

Pelaku yang juga merupakan anak di bawah umur itu pun terus memukuli korban hingga mengeluarkan kata-kata kotor.

&amp;ldquo;Berani lo sama gua A***ng?&amp;rdquo; kata si pelaku anak yang terus memukuli si korban.

&amp;ldquo;Kalau kayak gitu, gua ma***in sekalian lu!&amp;rdquo; teriak pelaku.4. Dipukul dan Diinjak

Korban terdengar menangis hingga meringis kesakitan akibat pukulan dan injakan yang dilayangkan kepadanya.

Korban pun tampak terus melindungi bagian kepalanya.


BACA JUGA:
Marak Aksi Bullying Pada Anak, Ini Tiga Faktor Penyebabnya Menurut KPAI


5. Orang Dewasa Tidak Melerai

Dalam video itu juga disebutkan pada saat kejadian terdapat sejumlah orang dewasa, namun tidak melakukan peleraian atas penganiayaan itu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan apapun yang dikeluarkan dari pihak kepolisian atas kasus tersebut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yOS8xLzE3MTQwOS81L3g4b2V6eXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Aksi perundungan atau bullying terhadap anak kembali terjadi dan menjadi viral di media sosial. Berikut sejumlah fakta terkait peristiwa yang terjadi di Kebon Kejur, Jakarta Barat, itu:

1. Pelaku dan Korban Bocah di Bawah Umur

Seorang anak di bawah umur dianiaya oleh bocah yang diduga merupakan temannya sendiri. Korban yang berusia 8 tahun menjadi korban perundungan atau bullying oleh teman sebayanya yang juga masih berusia 10 tahun.

Dalam rekaman yang dilihat Senin (2/10/2023), aksi kekerasan itu disebutkan terjadi di Pesing Got RW 4, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat 29 September 2023.


BACA JUGA:
Lagi-Lagi Bullying, Siswa SD Dipaksa Minum Air Kencing Kakak Kelas di Buton


2. Berebut Main PS

Dari video yang beredar, disebutkan bahwa aksi penganiayaan itu terjadi lantaran keduanya berebut sebuah game console Playstation (PS).

Seorang anak yang menggunakan baju berwarna merah memukul hingga menendang si korban yang sudah meringkuk kesakitan di lantai.


BACA JUGA:
KPAI: 1 dari 3 Peserta Didik Berpotensi Mengalami Bullying


3. Keluar Kata-Kata Kotor

Pelaku yang juga merupakan anak di bawah umur itu pun terus memukuli korban hingga mengeluarkan kata-kata kotor.

&amp;ldquo;Berani lo sama gua A***ng?&amp;rdquo; kata si pelaku anak yang terus memukuli si korban.

&amp;ldquo;Kalau kayak gitu, gua ma***in sekalian lu!&amp;rdquo; teriak pelaku.4. Dipukul dan Diinjak

Korban terdengar menangis hingga meringis kesakitan akibat pukulan dan injakan yang dilayangkan kepadanya.

Korban pun tampak terus melindungi bagian kepalanya.


BACA JUGA:
Marak Aksi Bullying Pada Anak, Ini Tiga Faktor Penyebabnya Menurut KPAI


5. Orang Dewasa Tidak Melerai

Dalam video itu juga disebutkan pada saat kejadian terdapat sejumlah orang dewasa, namun tidak melakukan peleraian atas penganiayaan itu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan apapun yang dikeluarkan dari pihak kepolisian atas kasus tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
