<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lagi-Lagi Bullying, Siswa SD Dipaksa Minum Air Kencing Kakak Kelas di Buton</title><description>Korban diancam akan dipukuli jika tidak menuruti keinginan para pelaku</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/340/2893698/lagi-lagi-bullying-siswa-sd-dipaksa-minum-air-kencing-kakak-kelas-di-buton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/03/340/2893698/lagi-lagi-bullying-siswa-sd-dipaksa-minum-air-kencing-kakak-kelas-di-buton"/><item><title>Lagi-Lagi Bullying, Siswa SD Dipaksa Minum Air Kencing Kakak Kelas di Buton</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/340/2893698/lagi-lagi-bullying-siswa-sd-dipaksa-minum-air-kencing-kakak-kelas-di-buton</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/03/340/2893698/lagi-lagi-bullying-siswa-sd-dipaksa-minum-air-kencing-kakak-kelas-di-buton</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2023 01:31 WIB</pubDate><dc:creator>Andhy Eba</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/03/340/2893698/lagi-lagi-bullying-siswa-sd-dipaksa-minum-air-kencing-kakak-kelas-di-buton-ErFyGfFFXX.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ibu korban melaporkan perundungan yang dialami anaknya ke unit PPA Buton/Foto: Andhy Eba</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/03/340/2893698/lagi-lagi-bullying-siswa-sd-dipaksa-minum-air-kencing-kakak-kelas-di-buton-ErFyGfFFXX.JPG</image><title>Ibu korban melaporkan perundungan yang dialami anaknya ke unit PPA Buton/Foto: Andhy Eba</title></images><description>


BUTON - Seorang murid kelas 1 SD Negeri di Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), dipaksa meminum air kencing oleh empat orang kakak kelasnya. Korban diancam akan dipukuli jika tidak menuruti keinginan para pelaku.
Ibu korban mendatangi kantor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Buton untuk melaporkan kasus perundungan yang menimpa anaknya berinisial PR (6), yang masih duduk di bangku kelas satu sekolah dasar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Marak Aksi Bullying Pada Anak, Ini Tiga Faktor Penyebabnya Menurut KPAI

Peristiwa perundungan ini terjadi pada Rabu, 27 September 2023 lalu. Sore itu korban tengah bermain bersama teman sebayanya, tak jauh dari rumah mereka.
Namun, tiba-tiba empat bocah yang lebih tua menghampiri korban sambil meminum es yang dibungkus plastik. Setelah minumannya habis, kemudian dua pelaku lainnya mengisi kantung bekas es dengan air kencing mereka.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Viral Bullying di Kebon Jeruk, Bocah Dianiaya Temannya Gegara Rebutan Main PS

Para pelaku kemudian memaksa korban untuk meminum air kencing dari kantung tersebut. Awalnya korban pun menolak, namun salah satu pelaku mengancam akan memukuli korban jika korban tidak menuruti kemauan para pelaku.
Korban yang tidak berdaya menghadapi para pelaku yang jauh di atas usianya terpaksa meminum air kencing tersebut.
&quot;Habis minum es, dia kencing di kantung plastik. Lalu dikasih ke anakku, anakku enggak mau, tapi diancam,&quot; kata ibu korban, Fransiska.Sejak aksi perundungan yang menimpa dirinya, kini korban enggan untuk ke sekolah. Selain mengalami trauma, korban juga takut akan menjadi bahan bulian di sekolahnya.
Proses mediasi kasus ini terkendala akibat ulah orangtua salah satu pelaku yang mengklaim anaknya tidak bersalah. Sementara orangtua dari tiga pelaku lainnya sudah mengakui kesalahan anaknya dan meminta maaf kepada keluarga korban.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KPAI: 1 dari 3 Peserta Didik Berpotensi Mengalami Bullying

&quot;Anak ini menolak disuruh minum, tapi diancam. Kepalanya dipegang dan tinju pelaku ditempelkan ke pipi korban. Dia terpaksa minum. Sempat masuk, tapi kemudian dimuntahkan,&quot; ucap Kepala UPTD PPA Buton, Suriati.
Kasus ini belum dilaporkan ke pihak kepolisian karena rencananya besok akan dimediasi di kantor desa setempat. Namun UPTD PPA Buton akan melakukan pendampingan untuk pemulihan korban dari traumanya akibat pengaruh perundungan tersebut.
PPA juga akan melakukan pendampingan kepada para pelaku yang masih di bawah umur.</description><content:encoded>


BUTON - Seorang murid kelas 1 SD Negeri di Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), dipaksa meminum air kencing oleh empat orang kakak kelasnya. Korban diancam akan dipukuli jika tidak menuruti keinginan para pelaku.
Ibu korban mendatangi kantor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Buton untuk melaporkan kasus perundungan yang menimpa anaknya berinisial PR (6), yang masih duduk di bangku kelas satu sekolah dasar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Marak Aksi Bullying Pada Anak, Ini Tiga Faktor Penyebabnya Menurut KPAI

Peristiwa perundungan ini terjadi pada Rabu, 27 September 2023 lalu. Sore itu korban tengah bermain bersama teman sebayanya, tak jauh dari rumah mereka.
Namun, tiba-tiba empat bocah yang lebih tua menghampiri korban sambil meminum es yang dibungkus plastik. Setelah minumannya habis, kemudian dua pelaku lainnya mengisi kantung bekas es dengan air kencing mereka.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Viral Bullying di Kebon Jeruk, Bocah Dianiaya Temannya Gegara Rebutan Main PS

Para pelaku kemudian memaksa korban untuk meminum air kencing dari kantung tersebut. Awalnya korban pun menolak, namun salah satu pelaku mengancam akan memukuli korban jika korban tidak menuruti kemauan para pelaku.
Korban yang tidak berdaya menghadapi para pelaku yang jauh di atas usianya terpaksa meminum air kencing tersebut.
&quot;Habis minum es, dia kencing di kantung plastik. Lalu dikasih ke anakku, anakku enggak mau, tapi diancam,&quot; kata ibu korban, Fransiska.Sejak aksi perundungan yang menimpa dirinya, kini korban enggan untuk ke sekolah. Selain mengalami trauma, korban juga takut akan menjadi bahan bulian di sekolahnya.
Proses mediasi kasus ini terkendala akibat ulah orangtua salah satu pelaku yang mengklaim anaknya tidak bersalah. Sementara orangtua dari tiga pelaku lainnya sudah mengakui kesalahan anaknya dan meminta maaf kepada keluarga korban.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KPAI: 1 dari 3 Peserta Didik Berpotensi Mengalami Bullying

&quot;Anak ini menolak disuruh minum, tapi diancam. Kepalanya dipegang dan tinju pelaku ditempelkan ke pipi korban. Dia terpaksa minum. Sempat masuk, tapi kemudian dimuntahkan,&quot; ucap Kepala UPTD PPA Buton, Suriati.
Kasus ini belum dilaporkan ke pihak kepolisian karena rencananya besok akan dimediasi di kantor desa setempat. Namun UPTD PPA Buton akan melakukan pendampingan untuk pemulihan korban dari traumanya akibat pengaruh perundungan tersebut.
PPA juga akan melakukan pendampingan kepada para pelaku yang masih di bawah umur.</content:encoded></item></channel></rss>
