<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 BUMN Indonesia Disebut Pasok Senjata ke Junta Myanmar, Ini Respon Kemlu RI </title><description>Pemerintah Indonesia diminta menyelidiki dugaan ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/04/18/2894611/3-bumn-indonesia-disebut-pasok-senjata-ke-junta-myanmar-ini-respon-kemlu-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/04/18/2894611/3-bumn-indonesia-disebut-pasok-senjata-ke-junta-myanmar-ini-respon-kemlu-ri"/><item><title>3 BUMN Indonesia Disebut Pasok Senjata ke Junta Myanmar, Ini Respon Kemlu RI </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/04/18/2894611/3-bumn-indonesia-disebut-pasok-senjata-ke-junta-myanmar-ini-respon-kemlu-ri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/04/18/2894611/3-bumn-indonesia-disebut-pasok-senjata-ke-junta-myanmar-ini-respon-kemlu-ri</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2023 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/04/18/2894611/3-bumn-indonesia-disebut-pasok-senjata-ke-junta-myanmar-ini-respon-kemlu-ri-O6WeWPThP9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Militer Myanmar. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/04/18/2894611/3-bumn-indonesia-disebut-pasok-senjata-ke-junta-myanmar-ini-respon-kemlu-ri-O6WeWPThP9.jpg</image><title>Militer Myanmar. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tiga perusahaan milik negara (BUMN) Indonesia disebut telah menjual persenjataan kepada junta militer Myanmar yang menguasai negara itu sejak kudeta pada 2021. Klaim itu disampaikan oleh kelompok hak asasi manusia (HAM) di saat Indonesia berusaha untuk mendorong rekonsiliasi pasca kudeta yang memicu konflik meluas di Myanmar.

BACA JUGA:
Kelompok HAM Sebut 3 BUMN Indonesia Jual Senjata Kepada Junta Militer Myanmar

Pengaduan itu diajukan kelompok HAM, yang mencakup dua organisasi Myanmar, Organisasi Hak Asasi Manusia Chin dan Proyek Akuntabilitas Myanmar, dan Marzuki Darusman, mantan jaksa agung Indonesia dan pembela hak asasi manusia, kepada Komisi Nasional HAM (Komnas HAM). Menurut pengaduan tersebut produsen senjata negara Indonesia PT Pindad, pembuat kapal negara PT PAL, dan perusahaan dirgantara PT Dirgantara Indonesia telah memasok peralatan militer ke Myanmar sejak kudeta.
Senjata-senjata itu dipasok melalui perusahaan Myanmar bernama True North, yang menurut mereka dimiliki oleh putra seorang menteri di pemerintahan militer Myanmar. Menurut para aktivis, barang yang dibeli dari perusahaan tersebut, termasuk pistol, senapan serbu, dan kendaraan tempur.
Terkait pengaduan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan bahwa pemerintah RI masih mempelajari laporan tersebut.

BACA JUGA:
Junta Myanmar Terima Pengiriman 2 Jet Tempur Su-30 Rusia

&amp;ldquo;Kami masih memperlajari laporan ini,&amp;rdquo; kata Iqbal dalam pesan singkat kepada media, Selasa, (3/10/2023).
PT Pindad dan PT PAL tidak segera menanggapi permintaan komentar. Direktur PT Pindad sebelumnya mengatakan kepada media bahwa pihaknya belum menjual produk ke Myanmar sejak 2016, menurut laporan Reuters.
Sementaraitu PT Dirgantara Indonesia menyatakan belum pernah memiliki kontrak dengan Myanmar atau pihak ketiga terkait.&amp;nbsp;
True North juga tidak menanggapi permintaan komentar namun profil perusahaan tak bertanggal yang dilihat oleh Reuters menunjukkan bahwa mereka mengidentifikasi tiga produsen senjata Indonesia sebagai &amp;ldquo;mitra strategis&amp;rdquo;.

BACA JUGA:
Jokowi Optimis Situasi di Myanmar Bisa Makin Kondusif

Sebagai ketua ASEAN, Indonesia telah mencoba, meski hanya sedikit tanda-tanda keberhasilan, untuk menjalin hubungan dengan militer Myanmar dan oposisi dengan harapan dapat memfasilitasi perundingan.
Indonesia mendukung Resolusi Majelis Umum PBB yang menyerukan &quot;semua negara anggota PBB untuk mencegah aliran senjata ke Myanmar&quot; setelah kudeta.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tiga perusahaan milik negara (BUMN) Indonesia disebut telah menjual persenjataan kepada junta militer Myanmar yang menguasai negara itu sejak kudeta pada 2021. Klaim itu disampaikan oleh kelompok hak asasi manusia (HAM) di saat Indonesia berusaha untuk mendorong rekonsiliasi pasca kudeta yang memicu konflik meluas di Myanmar.

BACA JUGA:
Kelompok HAM Sebut 3 BUMN Indonesia Jual Senjata Kepada Junta Militer Myanmar

Pengaduan itu diajukan kelompok HAM, yang mencakup dua organisasi Myanmar, Organisasi Hak Asasi Manusia Chin dan Proyek Akuntabilitas Myanmar, dan Marzuki Darusman, mantan jaksa agung Indonesia dan pembela hak asasi manusia, kepada Komisi Nasional HAM (Komnas HAM). Menurut pengaduan tersebut produsen senjata negara Indonesia PT Pindad, pembuat kapal negara PT PAL, dan perusahaan dirgantara PT Dirgantara Indonesia telah memasok peralatan militer ke Myanmar sejak kudeta.
Senjata-senjata itu dipasok melalui perusahaan Myanmar bernama True North, yang menurut mereka dimiliki oleh putra seorang menteri di pemerintahan militer Myanmar. Menurut para aktivis, barang yang dibeli dari perusahaan tersebut, termasuk pistol, senapan serbu, dan kendaraan tempur.
Terkait pengaduan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan bahwa pemerintah RI masih mempelajari laporan tersebut.

BACA JUGA:
Junta Myanmar Terima Pengiriman 2 Jet Tempur Su-30 Rusia

&amp;ldquo;Kami masih memperlajari laporan ini,&amp;rdquo; kata Iqbal dalam pesan singkat kepada media, Selasa, (3/10/2023).
PT Pindad dan PT PAL tidak segera menanggapi permintaan komentar. Direktur PT Pindad sebelumnya mengatakan kepada media bahwa pihaknya belum menjual produk ke Myanmar sejak 2016, menurut laporan Reuters.
Sementaraitu PT Dirgantara Indonesia menyatakan belum pernah memiliki kontrak dengan Myanmar atau pihak ketiga terkait.&amp;nbsp;
True North juga tidak menanggapi permintaan komentar namun profil perusahaan tak bertanggal yang dilihat oleh Reuters menunjukkan bahwa mereka mengidentifikasi tiga produsen senjata Indonesia sebagai &amp;ldquo;mitra strategis&amp;rdquo;.

BACA JUGA:
Jokowi Optimis Situasi di Myanmar Bisa Makin Kondusif

Sebagai ketua ASEAN, Indonesia telah mencoba, meski hanya sedikit tanda-tanda keberhasilan, untuk menjalin hubungan dengan militer Myanmar dan oposisi dengan harapan dapat memfasilitasi perundingan.
Indonesia mendukung Resolusi Majelis Umum PBB yang menyerukan &quot;semua negara anggota PBB untuk mencegah aliran senjata ke Myanmar&quot; setelah kudeta.</content:encoded></item></channel></rss>
