<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bawaslu Sebut Bencana Nonalam Bisa Pengaruhi Gelaran Pemilu 2024</title><description>Dia mencontohkan, seperti wabah Covid-19 (bencanan nonalam) yang membuat Pilkada 2020 sempat ditunda.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/04/337/2894634/bawaslu-sebut-bencana-nonalam-bisa-pengaruhi-gelaran-pemilu-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/04/337/2894634/bawaslu-sebut-bencana-nonalam-bisa-pengaruhi-gelaran-pemilu-2024"/><item><title>Bawaslu Sebut Bencana Nonalam Bisa Pengaruhi Gelaran Pemilu 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/04/337/2894634/bawaslu-sebut-bencana-nonalam-bisa-pengaruhi-gelaran-pemilu-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/04/337/2894634/bawaslu-sebut-bencana-nonalam-bisa-pengaruhi-gelaran-pemilu-2024</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2023 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/04/337/2894634/bawaslu-sebut-bencana-nonalam-bisa-pengaruhi-gelaran-pemilu-2024-r9uYMsluJo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pemilu (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/04/337/2894634/bawaslu-sebut-bencana-nonalam-bisa-pengaruhi-gelaran-pemilu-2024-r9uYMsluJo.jpg</image><title>Ilustrasi pemilu (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Herwyn J Malonda menuturkan bencana alam dan non-alam dapat bisa memengaruhi keamanan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. Dia mencontohkan, seperti wabah Covid-19 (bencanan nonalam) yang membuat Pilkada 2020 sempat ditunda.

&quot;Mudah-mudahan bencana nonalam seperti pandemi Covid tidak mengancam kita lagi, tapi ini masih jadi catatan kita,&quot; ujar dia dalam keterangannya, Rabu (4/10/2023).

BACA JUGA:
 Bertemu SBY di Istana Bogor, Jokowi: Silahturahmi dan Bahas Pemilu 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Soal keamanan ini, menurutnya, masuk dalam subdimensi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang telah dirilis Bawaslu. Pihaknya juga sudah memprediksi terjadi kekerasan, kerusuhan yang berbasis SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) di daerah tertentu.

&quot;Dalam hal politik dan pemilu, melibatkan tokoh-tokoh politik dan pemerintahan,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Bamsoet Berharap Pemilu 2024 Pakai E-Voting: Bisa Milih dari Kamar Tidur


Selanjutnya gelaran pemilu dan pilkada juga sangat rawan adanya intimidasi. Kata Herwyn, intimidasi bisa terjadi kepada peserta, penyelenggara pemilu, dan pemilih yang nanti bisa berepengaruh pada proses penyelenggaraan pemilu, terutama terkait dengan fasilitas publik.
Herwyn juga turut memaparkan wilayah-wilayah yang rawan menurut data IKP. Ada lima provinsi paling rawan tinggi yakni; DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur. Sedangkan untuk kabupaten/kota paling rawan, pertama ada Kabupaten Intan Jaya, Jayawijaya, Bandung, Yalimo, dan Mappi.
&quot;Dari lima kabupaten paling rawan, empat diantaranya berada di Papua,&quot; kata Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Puslitbangdiklat itu.

BACA JUGA:
Polri: Operasi Nusantara Cooling System Pemilu 2024 Tak Lakukan Upaya Penegakan Hukum

Terakhir, Herwyn mengajak TNI-Polri menguatkan sinergi untuk menyukseskan Pemilu dan Pilkada 2024. Dia juga mengingatkan untuk senantiasa mengajak TNI-Polri menjaga netralitasnya dalam hajatan demokrasi lima tahunan tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Herwyn J Malonda menuturkan bencana alam dan non-alam dapat bisa memengaruhi keamanan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. Dia mencontohkan, seperti wabah Covid-19 (bencanan nonalam) yang membuat Pilkada 2020 sempat ditunda.

&quot;Mudah-mudahan bencana nonalam seperti pandemi Covid tidak mengancam kita lagi, tapi ini masih jadi catatan kita,&quot; ujar dia dalam keterangannya, Rabu (4/10/2023).

BACA JUGA:
 Bertemu SBY di Istana Bogor, Jokowi: Silahturahmi dan Bahas Pemilu 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Soal keamanan ini, menurutnya, masuk dalam subdimensi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang telah dirilis Bawaslu. Pihaknya juga sudah memprediksi terjadi kekerasan, kerusuhan yang berbasis SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) di daerah tertentu.

&quot;Dalam hal politik dan pemilu, melibatkan tokoh-tokoh politik dan pemerintahan,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Bamsoet Berharap Pemilu 2024 Pakai E-Voting: Bisa Milih dari Kamar Tidur


Selanjutnya gelaran pemilu dan pilkada juga sangat rawan adanya intimidasi. Kata Herwyn, intimidasi bisa terjadi kepada peserta, penyelenggara pemilu, dan pemilih yang nanti bisa berepengaruh pada proses penyelenggaraan pemilu, terutama terkait dengan fasilitas publik.
Herwyn juga turut memaparkan wilayah-wilayah yang rawan menurut data IKP. Ada lima provinsi paling rawan tinggi yakni; DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur. Sedangkan untuk kabupaten/kota paling rawan, pertama ada Kabupaten Intan Jaya, Jayawijaya, Bandung, Yalimo, dan Mappi.
&quot;Dari lima kabupaten paling rawan, empat diantaranya berada di Papua,&quot; kata Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Puslitbangdiklat itu.

BACA JUGA:
Polri: Operasi Nusantara Cooling System Pemilu 2024 Tak Lakukan Upaya Penegakan Hukum

Terakhir, Herwyn mengajak TNI-Polri menguatkan sinergi untuk menyukseskan Pemilu dan Pilkada 2024. Dia juga mengingatkan untuk senantiasa mengajak TNI-Polri menjaga netralitasnya dalam hajatan demokrasi lima tahunan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
