<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengelola Uang dan Aset Fredy Pratama yang Jadi DPO Polri Ada di Thailand</title><description>TH berperan sebagai pengelola uang dan aset FP, sesuai data perlintasan data imigrasi TH berada di Thailand.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/04/337/2894894/pengelola-uang-dan-aset-fredy-pratama-yang-jadi-dpo-polri-ada-di-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/04/337/2894894/pengelola-uang-dan-aset-fredy-pratama-yang-jadi-dpo-polri-ada-di-thailand"/><item><title>Pengelola Uang dan Aset Fredy Pratama yang Jadi DPO Polri Ada di Thailand</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/04/337/2894894/pengelola-uang-dan-aset-fredy-pratama-yang-jadi-dpo-polri-ada-di-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/04/337/2894894/pengelola-uang-dan-aset-fredy-pratama-yang-jadi-dpo-polri-ada-di-thailand</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2023 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/04/337/2894894/pengelola-uang-dan-aset-fredy-pratama-yang-jadi-dpo-polri-ada-di-thailand-9caP1pjQMN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengelola aset dan uang Fredy Pratama disebut ada dai Thailand (Foto ilustrasi: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/04/337/2894894/pengelola-uang-dan-aset-fredy-pratama-yang-jadi-dpo-polri-ada-di-thailand-9caP1pjQMN.jpg</image><title>Pengelola aset dan uang Fredy Pratama disebut ada dai Thailand (Foto ilustrasi: Okezone.com)</title></images><description>


JAKARTA - Satgas Penanggulangan Narkoba Polri menyatakan salah satu DPO jaringan gembong narkoba Fredy Pratama yang bertugas mengelola uang dan aset, berada di Thailand.
&quot;TH berperan sebagai pengelola uang dan aset FP, sesuai data perlintasan data imigrasi TH berada di Thailand,&quot; kata Kasatgas Penanggulangan Narkoba Polri Irjen Asep Edi Suheri kepada awak media, Jakarta, Rabu (4/10/2023).

BACA JUGA:
5 Fakta Dua Orang Jaringan Fredy Pratama Jadi Buronan, Salah Satunya Pengelola Uang

Namun, Asep tak menyebutkan keberadaan DPO tersangka lainnya yakni, N alias S. Yang pasti, kata Asep, yang bersangkutan merupakan bandar narkoba di wilayah Sulawesi.
&quot;Yang kedua, tsk N alias S berperan sebagai bandar narkotika jaringan FP di wilayah Sulawesi,&quot; ujar Asep.

BACA JUGA:
Aset Gembong Narkoba Fredy Pratama Senilai Rp75 Miliar Disita Bareskrim!

Di sisi lain, Satgas Penanggulangan Narkoba Polri juga menangkap lima tersangka kasus kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) gembong narkoba Fredy Pratama.
&quot;Penangkapan kembali terhadap 5 tersangka jaringan FP yang terkait dengan TPA (tindak pidana asal) dan TPPU narkotika,&quot; tutur Asep.Adapun kelima tersangka baru yang ditangkap yakni, MBS, A, H, NU dan DAK. Mereka memiliki peran yang berbeda, mulai dari kurir hingga mengelola uang serta aset milik dari Fredy Pratama.
&quot;MBS berperan sebagai kurir narkotika jenis sabu jaringan FP. Yang kedua, TPPU narkotika inisial A, H, NU dan DAK yang berperan sebagai penerima dan pengelola uang dengan aset hasil penjualan narkotika jaringan FP,&quot; papar Asep.

BACA JUGA:
Wanita Belum Sebulan Menikah Mendadak Hilang, Suami Lapor Polisi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Asep menyebut, jika digabungkan dalam tindak pidana narkotika dan pencucian uang gembong Fredy Pratama, saat ini pihaknya sudah menangkap 44 orang.
&quot;Sehingga total tersangka yang ditangkap oleh Satgas Penanggulangan Narkoba sebanyak 44 tersangka,&quot; kata Asep.
Saat ini, Bareskrim masih terus menangkap jaringan narkoba Fredy Pratama. Operasi ini diberi nama sandi 'Escobar'.
Dalam operasi yang dimulai dari bulan Mei 2023, sudah ada 39 orang yang diamankan. Total barang bukti yang telah disita pun mencapai 10,2 ton sabu.</description><content:encoded>


JAKARTA - Satgas Penanggulangan Narkoba Polri menyatakan salah satu DPO jaringan gembong narkoba Fredy Pratama yang bertugas mengelola uang dan aset, berada di Thailand.
&quot;TH berperan sebagai pengelola uang dan aset FP, sesuai data perlintasan data imigrasi TH berada di Thailand,&quot; kata Kasatgas Penanggulangan Narkoba Polri Irjen Asep Edi Suheri kepada awak media, Jakarta, Rabu (4/10/2023).

BACA JUGA:
5 Fakta Dua Orang Jaringan Fredy Pratama Jadi Buronan, Salah Satunya Pengelola Uang

Namun, Asep tak menyebutkan keberadaan DPO tersangka lainnya yakni, N alias S. Yang pasti, kata Asep, yang bersangkutan merupakan bandar narkoba di wilayah Sulawesi.
&quot;Yang kedua, tsk N alias S berperan sebagai bandar narkotika jaringan FP di wilayah Sulawesi,&quot; ujar Asep.

BACA JUGA:
Aset Gembong Narkoba Fredy Pratama Senilai Rp75 Miliar Disita Bareskrim!

Di sisi lain, Satgas Penanggulangan Narkoba Polri juga menangkap lima tersangka kasus kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) gembong narkoba Fredy Pratama.
&quot;Penangkapan kembali terhadap 5 tersangka jaringan FP yang terkait dengan TPA (tindak pidana asal) dan TPPU narkotika,&quot; tutur Asep.Adapun kelima tersangka baru yang ditangkap yakni, MBS, A, H, NU dan DAK. Mereka memiliki peran yang berbeda, mulai dari kurir hingga mengelola uang serta aset milik dari Fredy Pratama.
&quot;MBS berperan sebagai kurir narkotika jenis sabu jaringan FP. Yang kedua, TPPU narkotika inisial A, H, NU dan DAK yang berperan sebagai penerima dan pengelola uang dengan aset hasil penjualan narkotika jaringan FP,&quot; papar Asep.

BACA JUGA:
Wanita Belum Sebulan Menikah Mendadak Hilang, Suami Lapor Polisi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Asep menyebut, jika digabungkan dalam tindak pidana narkotika dan pencucian uang gembong Fredy Pratama, saat ini pihaknya sudah menangkap 44 orang.
&quot;Sehingga total tersangka yang ditangkap oleh Satgas Penanggulangan Narkoba sebanyak 44 tersangka,&quot; kata Asep.
Saat ini, Bareskrim masih terus menangkap jaringan narkoba Fredy Pratama. Operasi ini diberi nama sandi 'Escobar'.
Dalam operasi yang dimulai dari bulan Mei 2023, sudah ada 39 orang yang diamankan. Total barang bukti yang telah disita pun mencapai 10,2 ton sabu.</content:encoded></item></channel></rss>
