<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Bayi Tewas di Dalam Ember, Polisi: Ibunya Ditanya Apa Jawabnya Apa</title><description>Ibunya sudah kita amankan dan sudah kita mintai keterangan. Tapi belum sinkron. Kita tanya apa dia jawab apa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/04/608/2894822/kasus-bayi-tewas-di-dalam-ember-polisi-ibunya-ditanya-apa-jawabnya-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/04/608/2894822/kasus-bayi-tewas-di-dalam-ember-polisi-ibunya-ditanya-apa-jawabnya-apa"/><item><title>Kasus Bayi Tewas di Dalam Ember, Polisi: Ibunya Ditanya Apa Jawabnya Apa</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/04/608/2894822/kasus-bayi-tewas-di-dalam-ember-polisi-ibunya-ditanya-apa-jawabnya-apa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/04/608/2894822/kasus-bayi-tewas-di-dalam-ember-polisi-ibunya-ditanya-apa-jawabnya-apa</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2023 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/04/608/2894822/kasus-bayi-tewas-di-dalam-ember-polisi-ibunya-ditanya-apa-jawabnya-apa-YeR9d7cibQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi periksa ibu dari bayi yang tewas di dalam ember (Foto: ilustrasi : Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/04/608/2894822/kasus-bayi-tewas-di-dalam-ember-polisi-ibunya-ditanya-apa-jawabnya-apa-YeR9d7cibQ.jpg</image><title>Polisi periksa ibu dari bayi yang tewas di dalam ember (Foto: ilustrasi : Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy8xLzE3MTU5My81L3g4b2kxMWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MEDAN - Polisi masih menyelidiki kasus kematian bayi berusia 1 bulan yang ditemukan di dalam ember di rumahnya di Jalan Mahkamah, Kecamatan Medan Maimun pada Senin, 2 Oktober 2023 kemarin. Dari hasil penyelidikan sementara, Polisi menyebut bahwa bayi malang itu mati lemas karena tenggelam.

&quot;Ya kesimpulan sementara sesuai pemeriksaan forensik, bayi tersebut mati lemas karena tenggelam,&quot; kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu (4/10/2023).


BACA JUGA:
Bayi Tewas dalam Ember Mandi, Polisi Periksa Pasutri Orangtua Korban


Hadi lebih lanjut menyatakan bahwa meski telah mengetahui penyebab kematian bayi tersebut, namun mereka belum dapat memastikan apakah ada unsur kesengajaan maupun kelalaian pada penyebab kematian itu.

&quot;Itu nanti penyidikan yang menyimpulkan. Saat ini belum sampai ke sana,&quot; sebut Hadi.


BACA JUGA:
 Raja Majapahit Kembali Bertemu dengan Anak Kandungnya Usai Ramalan Harus Membunuh Bayi&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Penyidik, kata Hadi masih kesulitan mendapatkan keterangan dari ibu korban. Hasil pemeriksaan terhadap ibu korban masih berubah-ubah dan belum sinkron dengan kejadian yang ada.

&quot;Ibunya sudah kita amankan dan sudah kita mintai keterangan. Tapi belum sinkron. Kita tanya apa dia jawab apa. Saat ini ibu korban sudah dibawa ke RS Jiwa di Medan untuk pemeriksaan kejiwaannya,&quot; tukasnya.Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap ayah korban. Hingga saat ini belum ada tersangka dalam kasus kematian bayi itu.

&quot;Belum statusnya masih saksi. Penyidik kita masih mendalami kasus ini,&quot; tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang bayi berusia 1 bulan ditemukan tewas di dalam ember di rumahnya di Jalan Mahkamah, Kota Medan. Bayi malang itu diduga tewas akibat sengaja ditenggelamkan ibunya di ember saat dimandikan.


BACA JUGA:
Pria yang Umbar Tembakan di Deliserdang Ditangkap


Ibu dari bayi malang itu diduga mengalami gangguan jiwa. Warga dikabarkan telah beberapa kali menemukan ibu korban menjemur bayinya di tumpukan sampah sejak mereka tinggal di rumah tersebut sekitar sebulan terakhir.

Kematian korban diketahui ketika ayahnya pulang ke rumah untuk makan siang usai bekerja. Dia melihat kondisi putrinya sudah tidak bergerak. Peristiwa itu kemudian diberitahukan kepada warga sekitar. Polisi pun datang untuk menyelidiki kasus kematian itu.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy8xLzE3MTU5My81L3g4b2kxMWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MEDAN - Polisi masih menyelidiki kasus kematian bayi berusia 1 bulan yang ditemukan di dalam ember di rumahnya di Jalan Mahkamah, Kecamatan Medan Maimun pada Senin, 2 Oktober 2023 kemarin. Dari hasil penyelidikan sementara, Polisi menyebut bahwa bayi malang itu mati lemas karena tenggelam.

&quot;Ya kesimpulan sementara sesuai pemeriksaan forensik, bayi tersebut mati lemas karena tenggelam,&quot; kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu (4/10/2023).


BACA JUGA:
Bayi Tewas dalam Ember Mandi, Polisi Periksa Pasutri Orangtua Korban


Hadi lebih lanjut menyatakan bahwa meski telah mengetahui penyebab kematian bayi tersebut, namun mereka belum dapat memastikan apakah ada unsur kesengajaan maupun kelalaian pada penyebab kematian itu.

&quot;Itu nanti penyidikan yang menyimpulkan. Saat ini belum sampai ke sana,&quot; sebut Hadi.


BACA JUGA:
 Raja Majapahit Kembali Bertemu dengan Anak Kandungnya Usai Ramalan Harus Membunuh Bayi&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Penyidik, kata Hadi masih kesulitan mendapatkan keterangan dari ibu korban. Hasil pemeriksaan terhadap ibu korban masih berubah-ubah dan belum sinkron dengan kejadian yang ada.

&quot;Ibunya sudah kita amankan dan sudah kita mintai keterangan. Tapi belum sinkron. Kita tanya apa dia jawab apa. Saat ini ibu korban sudah dibawa ke RS Jiwa di Medan untuk pemeriksaan kejiwaannya,&quot; tukasnya.Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap ayah korban. Hingga saat ini belum ada tersangka dalam kasus kematian bayi itu.

&quot;Belum statusnya masih saksi. Penyidik kita masih mendalami kasus ini,&quot; tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang bayi berusia 1 bulan ditemukan tewas di dalam ember di rumahnya di Jalan Mahkamah, Kota Medan. Bayi malang itu diduga tewas akibat sengaja ditenggelamkan ibunya di ember saat dimandikan.


BACA JUGA:
Pria yang Umbar Tembakan di Deliserdang Ditangkap


Ibu dari bayi malang itu diduga mengalami gangguan jiwa. Warga dikabarkan telah beberapa kali menemukan ibu korban menjemur bayinya di tumpukan sampah sejak mereka tinggal di rumah tersebut sekitar sebulan terakhir.

Kematian korban diketahui ketika ayahnya pulang ke rumah untuk makan siang usai bekerja. Dia melihat kondisi putrinya sudah tidak bergerak. Peristiwa itu kemudian diberitahukan kepada warga sekitar. Polisi pun datang untuk menyelidiki kasus kematian itu.</content:encoded></item></channel></rss>
