<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambangi Polda Metro Jaya, Mentan Syahrul Yasin Limpo Diperiksa selama 3 Jam</title><description>SYL mengungkapkan dia periksa selama 3 jam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/05/337/2895670/sambangi-polda-metro-jaya-mentan-syahrul-yasin-limpo-diperiksa-selama-3-jam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/05/337/2895670/sambangi-polda-metro-jaya-mentan-syahrul-yasin-limpo-diperiksa-selama-3-jam"/><item><title>Sambangi Polda Metro Jaya, Mentan Syahrul Yasin Limpo Diperiksa selama 3 Jam</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/05/337/2895670/sambangi-polda-metro-jaya-mentan-syahrul-yasin-limpo-diperiksa-selama-3-jam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/05/337/2895670/sambangi-polda-metro-jaya-mentan-syahrul-yasin-limpo-diperiksa-selama-3-jam</guid><pubDate>Kamis 05 Oktober 2023 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/05/337/2895670/sambangi-polda-metro-jaya-mentan-syahrul-yasin-limpo-diperiksa-selama-3-jam-Aaf2z1ZLle.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/05/337/2895670/sambangi-polda-metro-jaya-mentan-syahrul-yasin-limpo-diperiksa-selama-3-jam-Aaf2z1ZLle.jpg</image><title>Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNS8xLzE3MTcxNy81L3g4b2p3b2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengakui bahwa kedatangan ke Polda Metro Jaya adalah untuk memenuhi panggilan pemeriksaan terkait dugaan pemerasan.
&quot;Jadi Dumas (Aduan Masyarakat) 12 Agustus 203 yang terkait dengan hal yang dilaporkan oleh masyarakat berkaitan dengan hal hal yang seperti apa laporan itu, terjadi pemerasan dan lainnya,&quot; ujarnya di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis, (5/10/2023).
Dia mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan semua hal yang diketahui kepada penyidik. SYL mengungkapkan dia periksa selama 3 jam.

BACA JUGA:
Pertandingan Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam Pindah ke SUGBK, Shayne Pattynama Tak Senang

&quot;Yang saya tau semuanya sudah saya sampaikan, apa yang dibutuhkan penyidik, dan prosesnya berlangsung cukup panjang 3 jam,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Biodata dan Agama Derby Romero, Pemeran Sadam dalam Petualangan Sherina 2

&quot;Oleh karena itu semua yang berkaitan dengan Dumas itu sudah saya sampaikan seterang-terangnya dan apa yang saya ketahui,&quot; tambahnya.Diketahui, SYL tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Kamis (5/10/2023). Diduga, kedatangannya terkait pemeriksaan soal dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh pimpinan KPK.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Presiden Jokowi Tugaskan Sandiaga Uno Selesaikan Proyek Strategis Nasional hingga Buka Lapangan Kerja

Sebagai mana diketahui, SYL saat ini iuga tengah tersandung kasus korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wanita Cantik Tewas Bersimbah Darah di Tempat Dugem, Polisi Periksa 15 Saksi

Ada tiga klaster kasus dugaan korupsi di Kementan. Diantaranya, pemerasan jabatan, penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Berdasarkan informasi, tiga tersangka dalam dugaan kasus korupsi di Kementan yaitu Mentan Syahrul Yasin Limpo; Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Kasdi Subagyono; dan Direktur Alat Mesin Pertanian Kementan, Muhammad Hatta.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNS8xLzE3MTcxNy81L3g4b2p3b2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengakui bahwa kedatangan ke Polda Metro Jaya adalah untuk memenuhi panggilan pemeriksaan terkait dugaan pemerasan.
&quot;Jadi Dumas (Aduan Masyarakat) 12 Agustus 203 yang terkait dengan hal yang dilaporkan oleh masyarakat berkaitan dengan hal hal yang seperti apa laporan itu, terjadi pemerasan dan lainnya,&quot; ujarnya di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis, (5/10/2023).
Dia mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan semua hal yang diketahui kepada penyidik. SYL mengungkapkan dia periksa selama 3 jam.

BACA JUGA:
Pertandingan Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam Pindah ke SUGBK, Shayne Pattynama Tak Senang

&quot;Yang saya tau semuanya sudah saya sampaikan, apa yang dibutuhkan penyidik, dan prosesnya berlangsung cukup panjang 3 jam,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Biodata dan Agama Derby Romero, Pemeran Sadam dalam Petualangan Sherina 2

&quot;Oleh karena itu semua yang berkaitan dengan Dumas itu sudah saya sampaikan seterang-terangnya dan apa yang saya ketahui,&quot; tambahnya.Diketahui, SYL tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Kamis (5/10/2023). Diduga, kedatangannya terkait pemeriksaan soal dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh pimpinan KPK.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Presiden Jokowi Tugaskan Sandiaga Uno Selesaikan Proyek Strategis Nasional hingga Buka Lapangan Kerja

Sebagai mana diketahui, SYL saat ini iuga tengah tersandung kasus korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wanita Cantik Tewas Bersimbah Darah di Tempat Dugem, Polisi Periksa 15 Saksi

Ada tiga klaster kasus dugaan korupsi di Kementan. Diantaranya, pemerasan jabatan, penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Berdasarkan informasi, tiga tersangka dalam dugaan kasus korupsi di Kementan yaitu Mentan Syahrul Yasin Limpo; Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Kasdi Subagyono; dan Direktur Alat Mesin Pertanian Kementan, Muhammad Hatta.</content:encoded></item></channel></rss>
