<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahasiswi UMY Sempat Minta Dibelikan Motor Sebelum Ditemukan Jatuh dari Lantai 4 Asrama</title><description>&amp;nbsp;
Hal itu disampaikan Yulia yang merupakan sepupu korban SMQF (18) saat ditemui awak media di rumah duka&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/05/510/2894438/mahasiswi-umy-sempat-minta-dibelikan-motor-sebelum-ditemukan-jatuh-dari-lantai-4-asrama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/05/510/2894438/mahasiswi-umy-sempat-minta-dibelikan-motor-sebelum-ditemukan-jatuh-dari-lantai-4-asrama"/><item><title>Mahasiswi UMY Sempat Minta Dibelikan Motor Sebelum Ditemukan Jatuh dari Lantai 4 Asrama</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/05/510/2894438/mahasiswi-umy-sempat-minta-dibelikan-motor-sebelum-ditemukan-jatuh-dari-lantai-4-asrama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/05/510/2894438/mahasiswi-umy-sempat-minta-dibelikan-motor-sebelum-ditemukan-jatuh-dari-lantai-4-asrama</guid><pubDate>Kamis 05 Oktober 2023 01:31 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/04/510/2894438/mahasiswi-umy-sempat-minta-dibelikan-motor-sebelum-ditemukan-jatuh-dari-lantai-4-asrama-U9lXWKEDWm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahasiswi UMY yang tewas usai loncat dari lantai 4 disemayamkan keluarga/Foto: Ira Widyanti</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/04/510/2894438/mahasiswi-umy-sempat-minta-dibelikan-motor-sebelum-ditemukan-jatuh-dari-lantai-4-asrama-U9lXWKEDWm.jpg</image><title>Mahasiswi UMY yang tewas usai loncat dari lantai 4 disemayamkan keluarga/Foto: Ira Widyanti</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yOC8xLzE3MTMxMi81L3g4b2RvajA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BANDAR LAMPUNG - Mahasiswi yang diduga bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 4 asrama University Residence (Unires) Putri Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sempat meminta dibelikan motor oleh orangtuanya.

Hal itu disampaikan Yulia yang merupakan sepupu korban SMQF (18) saat ditemui awak media di rumah duka, Selasa (3/10/2023) siang.

BACA JUGA:
Mahasiswi UMY yang Tewas Jatuh dari Lantai 4 Dimakamkan di Bandarlampung

Yulia mengatakan, keinginan sang sepupu untuk dibelikan motor tersebut telah dipenuhi oleh kedua orangtua korban. Namun motor tersebut belum sempat dikirimkan ke Yogyakarta.

&quot;Dia itu terakhir nge-chat minta motor, karena ayahnya ini jauh kerjanya, jadi dia menghubungi saya dan sudah dibelikan. Cuma tinggal menunggu STNK terus dikirimkan ke sana. Sering telponan nanya motornya sudah dikirim belum. Saya bilang sabar, motor sudah ada tinggal dikirim saja,&quot; ujar Yulia.

BACA JUGA:
Ditemukan Tewas, Mahasiswi UMY Diduga Sempat Tenggak 20 Butir Obat Sakit Kepala

Yulia menuturkan, meski memiliki kepribadian tertutup, namun sepupunya tersebut merupakan anak yang ceria.

Menurut Yulia, korban baru dua bulan menjalani kuliah di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

&quot;Dia lulus sekolah dari pondok mau ilmu komunikasi di Jogja, sama orangtuanya diarahkan di Lampung dan Jakarta tapi tidak mau. Akhirnya dicari sama orangtuanya yang terbaik, lalu dimasukkan kelas Internasional UMY dan maba (mahasiswa baru) 2 bulan dia itu,&quot; jelasnya.

&quot;Di sana tinggal di Asrama, karena memang tidak boleh ngekost sama orangtuanya,&quot; tambah dia.



Yulia melanjutkan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa kematian korban SMQF.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Anak Kandung Tikam Ayah Pakai Pisau Dapur di Depok Terancam 5 Tahun Penjara


&quot;Kami dapat info kalau papa korban masih harus ke Jogja. Itu permintaan dari kepolisian, karena ada yang masih perlu diusut. Kemungkinan juga pihak kepolisian akan datang ke sini (rumah duka) untuk mencari bukti-bukti pendukung,&quot; ungkapnya.



&quot;Jadi polisi minta keluarga datang ke Jogja karena masih ada yang harus diselesaikan, karena peristiwa ini juga melibatkan pihak kampus, dan kejadiannya juga di dalam lingkungan kampus,&quot; pungkas Yulia.









</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yOC8xLzE3MTMxMi81L3g4b2RvajA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BANDAR LAMPUNG - Mahasiswi yang diduga bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 4 asrama University Residence (Unires) Putri Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sempat meminta dibelikan motor oleh orangtuanya.

Hal itu disampaikan Yulia yang merupakan sepupu korban SMQF (18) saat ditemui awak media di rumah duka, Selasa (3/10/2023) siang.

BACA JUGA:
Mahasiswi UMY yang Tewas Jatuh dari Lantai 4 Dimakamkan di Bandarlampung

Yulia mengatakan, keinginan sang sepupu untuk dibelikan motor tersebut telah dipenuhi oleh kedua orangtua korban. Namun motor tersebut belum sempat dikirimkan ke Yogyakarta.

&quot;Dia itu terakhir nge-chat minta motor, karena ayahnya ini jauh kerjanya, jadi dia menghubungi saya dan sudah dibelikan. Cuma tinggal menunggu STNK terus dikirimkan ke sana. Sering telponan nanya motornya sudah dikirim belum. Saya bilang sabar, motor sudah ada tinggal dikirim saja,&quot; ujar Yulia.

BACA JUGA:
Ditemukan Tewas, Mahasiswi UMY Diduga Sempat Tenggak 20 Butir Obat Sakit Kepala

Yulia menuturkan, meski memiliki kepribadian tertutup, namun sepupunya tersebut merupakan anak yang ceria.

Menurut Yulia, korban baru dua bulan menjalani kuliah di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

&quot;Dia lulus sekolah dari pondok mau ilmu komunikasi di Jogja, sama orangtuanya diarahkan di Lampung dan Jakarta tapi tidak mau. Akhirnya dicari sama orangtuanya yang terbaik, lalu dimasukkan kelas Internasional UMY dan maba (mahasiswa baru) 2 bulan dia itu,&quot; jelasnya.

&quot;Di sana tinggal di Asrama, karena memang tidak boleh ngekost sama orangtuanya,&quot; tambah dia.



Yulia melanjutkan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa kematian korban SMQF.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Anak Kandung Tikam Ayah Pakai Pisau Dapur di Depok Terancam 5 Tahun Penjara


&quot;Kami dapat info kalau papa korban masih harus ke Jogja. Itu permintaan dari kepolisian, karena ada yang masih perlu diusut. Kemungkinan juga pihak kepolisian akan datang ke sini (rumah duka) untuk mencari bukti-bukti pendukung,&quot; ungkapnya.



&quot;Jadi polisi minta keluarga datang ke Jogja karena masih ada yang harus diselesaikan, karena peristiwa ini juga melibatkan pihak kampus, dan kejadiannya juga di dalam lingkungan kampus,&quot; pungkas Yulia.









</content:encoded></item></channel></rss>
