<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perkelahian Gara-Gara Cinta Tak Direstui, Sejumlah Orang Dilarikan ke RS</title><description>Perkelahian Gara-Gara Cinta Tak Direstui, Sejumlah Orang Dilarikan ke RS
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/05/519/2895121/perkelahian-gara-gara-cinta-tak-direstui-sejumlah-orang-dilarikan-ke-rs</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/05/519/2895121/perkelahian-gara-gara-cinta-tak-direstui-sejumlah-orang-dilarikan-ke-rs"/><item><title>Perkelahian Gara-Gara Cinta Tak Direstui, Sejumlah Orang Dilarikan ke RS</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/05/519/2895121/perkelahian-gara-gara-cinta-tak-direstui-sejumlah-orang-dilarikan-ke-rs</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/05/519/2895121/perkelahian-gara-gara-cinta-tak-direstui-sejumlah-orang-dilarikan-ke-rs</guid><pubDate>Kamis 05 Oktober 2023 02:34 WIB</pubDate><dc:creator>Diwan Mohammad Zahri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/04/519/2895121/perkelahian-gara-gara-cinta-tak-direstui-sejumlah-orang-dilarikan-ke-rs-GLuGcEi1OL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perkelahian gara-gara cinta tak direstui, sejumlah orang dilarikan ke RS. (Ilustrasi/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/04/519/2895121/perkelahian-gara-gara-cinta-tak-direstui-sejumlah-orang-dilarikan-ke-rs-GLuGcEi1OL.jpg</image><title>Perkelahian gara-gara cinta tak direstui, sejumlah orang dilarikan ke RS. (Ilustrasi/Freepik)</title></images><description>


SAMPANG - Perkelahian terjadi antara warga Desa Banyumas dan Pekalongan, Sampang, Jawa Timur. Akibat kejadian itu, sejumlah orang terluka sehingga harus dilarikan ke RSUD Sampang, Selasa (3/10/2023).


Pertiwa pertama dipicu lantaran ada motif asmara antara pria berinisial F dan perempuan berinisial N. Namun, hubungan mereka tidak direstui kakak N.


Perselisihan terjadi bermula dari pasangan sejoli inisial F (pria) dan N (perempuan) yang tidak direstui oleh saudara dari N hingga berakhir perkelahian. Keduanya merupakan warga Desa Banyumas.







BACA JUGA:
Hendak Tawuran, 11 Anggota Geng Motor Bersajam Ditangkap









&quot;Tapi untuk perkelahiannya terjadi di rumah paman si F di Desa Pekalongan, yakni kediaman Pj Kades Gunung Maddah berinisial M,&quot; kata Kasi Humas Polres Sampang Ipda Sujianto, Rabu (4/10/2023).


Ia menjelaskan, awal mula insiden itu terjadi saat F dan N pergi berpacaran ke kawasan Kecamatan Kota Sampang, namun dibuntuti oleh kakak dari si N hingga kembali ke Desa Banyumas.


Tiba di suatu tempat, kakak N mencegat mereka berdua lalu menginterogasi F dengan sesekali memukulnya. Namun F tak terima sehingga mengadu ke kakaknya.


&quot;Pada malam itu juga, F bersama kakaknya menghampiri kakak si N untuk membuat perhitungan dan terjadilah pertikaian,&quot; ujarnya.






BACA JUGA:
Hendak Tawuran, 6 Pelajar Bawa Sajam di Bekasi Ditangkap Polisi










&quot;Berhubung pihak dari kakak si N ini sebanyak 4 orang, mereka mundur dan pengejaran terjadi hingga F bersama kakaknya lari ke rumah pamannya di Desa Pakalongan,&quot; imbuhnya


Saat di rumah pamannya, kedua pihak berkelahi menggunakan senjata tajam (sajam).





Akibatnya mereka sama-sama mengalami luka hingga dilarikan ke RSUD dr Mohammad Zyn Sampang.






BACA JUGA:
 Viral! Kawanan Geng Motor Bikin Onar Bawa Sajam di Jalanan Kota Medan&amp;nbsp; &amp;nbsp;













&quot;Mereka mengalami luka. Begitupun Pj Kades Gunung Maddah (M) juga terluka dan dilarikan ke RSUD Sampang,&quot; kata Ipda Sujianto.





Sementara, terkait perkelahian itu, Ipda Sujianto mengaku masih belum mengetahui ada berapa orang yang membawa atau memegang sajam, yang jelas mereka sama-sama luka.







</description><content:encoded>


SAMPANG - Perkelahian terjadi antara warga Desa Banyumas dan Pekalongan, Sampang, Jawa Timur. Akibat kejadian itu, sejumlah orang terluka sehingga harus dilarikan ke RSUD Sampang, Selasa (3/10/2023).


Pertiwa pertama dipicu lantaran ada motif asmara antara pria berinisial F dan perempuan berinisial N. Namun, hubungan mereka tidak direstui kakak N.


Perselisihan terjadi bermula dari pasangan sejoli inisial F (pria) dan N (perempuan) yang tidak direstui oleh saudara dari N hingga berakhir perkelahian. Keduanya merupakan warga Desa Banyumas.







BACA JUGA:
Hendak Tawuran, 11 Anggota Geng Motor Bersajam Ditangkap









&quot;Tapi untuk perkelahiannya terjadi di rumah paman si F di Desa Pekalongan, yakni kediaman Pj Kades Gunung Maddah berinisial M,&quot; kata Kasi Humas Polres Sampang Ipda Sujianto, Rabu (4/10/2023).


Ia menjelaskan, awal mula insiden itu terjadi saat F dan N pergi berpacaran ke kawasan Kecamatan Kota Sampang, namun dibuntuti oleh kakak dari si N hingga kembali ke Desa Banyumas.


Tiba di suatu tempat, kakak N mencegat mereka berdua lalu menginterogasi F dengan sesekali memukulnya. Namun F tak terima sehingga mengadu ke kakaknya.


&quot;Pada malam itu juga, F bersama kakaknya menghampiri kakak si N untuk membuat perhitungan dan terjadilah pertikaian,&quot; ujarnya.






BACA JUGA:
Hendak Tawuran, 6 Pelajar Bawa Sajam di Bekasi Ditangkap Polisi










&quot;Berhubung pihak dari kakak si N ini sebanyak 4 orang, mereka mundur dan pengejaran terjadi hingga F bersama kakaknya lari ke rumah pamannya di Desa Pakalongan,&quot; imbuhnya


Saat di rumah pamannya, kedua pihak berkelahi menggunakan senjata tajam (sajam).





Akibatnya mereka sama-sama mengalami luka hingga dilarikan ke RSUD dr Mohammad Zyn Sampang.






BACA JUGA:
 Viral! Kawanan Geng Motor Bikin Onar Bawa Sajam di Jalanan Kota Medan&amp;nbsp; &amp;nbsp;













&quot;Mereka mengalami luka. Begitupun Pj Kades Gunung Maddah (M) juga terluka dan dilarikan ke RSUD Sampang,&quot; kata Ipda Sujianto.





Sementara, terkait perkelahian itu, Ipda Sujianto mengaku masih belum mengetahui ada berapa orang yang membawa atau memegang sajam, yang jelas mereka sama-sama luka.







</content:encoded></item></channel></rss>
