<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Ade Irma Jadi Tameng Pelindung Jenderal Nasution saat G30SPKI</title><description>Putri bungsu Jenderal A.H. Nasution itu menjadi salah satu korban penembakan saat peristiwa G30SPKI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2895739/kisah-ade-irma-jadi-tameng-pelindung-jenderal-nasution-saat-g30spki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2895739/kisah-ade-irma-jadi-tameng-pelindung-jenderal-nasution-saat-g30spki"/><item><title>Kisah Ade Irma Jadi Tameng Pelindung Jenderal Nasution saat G30SPKI</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2895739/kisah-ade-irma-jadi-tameng-pelindung-jenderal-nasution-saat-g30spki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2895739/kisah-ade-irma-jadi-tameng-pelindung-jenderal-nasution-saat-g30spki</guid><pubDate>Jum'at 06 Oktober 2023 04:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/05/337/2895739/kisah-ade-irma-jadi-tameng-pelindung-jenderal-nasution-saat-g30spki-eeo4qCy6Hn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ade Irma Nasution (Foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/05/337/2895739/kisah-ade-irma-jadi-tameng-pelindung-jenderal-nasution-saat-g30spki-eeo4qCy6Hn.jpg</image><title>Ade Irma Nasution (Foto: Wikipedia)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNS82LzE3MTcyMS81L3g4b2p5eWo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Putri bungsu Jenderal A.H. Nasution itu menjadi salah satu korban penembakan saat peristiwa G30S PKI. Dia adalah Ade Irma Suryani.
Ade harus mengalami kejadian mencekam saat usianya baru 5 tahun dan menjadi korban dalam peristiwa kudeta yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Jenderal Nasution dan keluarganya saat itu berada di Menteng Jakarta Pusat pada 30 September 1965. Pasukan Cakrabirawa menyerbu dan akan menghabisi Jenderal Nasution.

BACA JUGA:
Menteri Siti Nurbaya Dampingi Mentan SYL Sampaikan Surat Pengunduran Diri

Saat peristiwa itu terjadi, Ade Irma sedang tidur bersama ayah dan ibunya, Jenderal Nasution dan Johana Soenarti.
Jenderal Nasution dan istrinya mendengar pergerakan di dalam rumah mereka. Johana meminta suaminya untuk kabur melalui dinding belakang dan dirinya membuka perlahan pintu agar tidak ketahuan pasukan yang sedang menyerbu.

BACA JUGA:
5 Style Cowok Keren tapi Simple, Dijamin Bikin Cewek Klepek-Klepek

Adik Jenderal Nasution, Mardiah segera menggendong Ade Irma untuk menyelamatkannya ke kamar lain. Sayangnya Mardiah salah membuka pintu dan mereka pun tertembak.Tiga peluru pun bersarang di punggung Ade Irma. Johana langsung mengambil alih tubuh putrinya dan membawanya kepada sang suami.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mentan Syahrul Yasin Limpo Serahkan Surat Pengunduran Diri ke Presiden Jokowi

Setelah itu, mereka melarikan Ade Irma ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto untuk mendapatkan pertolongan. Sesampainya di rumah sakit, Ade masih sadar dan disarankan oleh dokter untuk segera dioperasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Topan Koinu Terjang Taiwan Bawa Hujan Deras, 1 Orang Tewas 304 Lainnya Luka-Luka

Ade Irma menjalani perawatan selama 5 hari di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Pada dini hari tanggal 6 Oktober, Ade Irma Suryani meninggal dunia dan dimakamkan pada 7 Oktober 1965.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNS82LzE3MTcyMS81L3g4b2p5eWo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Putri bungsu Jenderal A.H. Nasution itu menjadi salah satu korban penembakan saat peristiwa G30S PKI. Dia adalah Ade Irma Suryani.
Ade harus mengalami kejadian mencekam saat usianya baru 5 tahun dan menjadi korban dalam peristiwa kudeta yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Jenderal Nasution dan keluarganya saat itu berada di Menteng Jakarta Pusat pada 30 September 1965. Pasukan Cakrabirawa menyerbu dan akan menghabisi Jenderal Nasution.

BACA JUGA:
Menteri Siti Nurbaya Dampingi Mentan SYL Sampaikan Surat Pengunduran Diri

Saat peristiwa itu terjadi, Ade Irma sedang tidur bersama ayah dan ibunya, Jenderal Nasution dan Johana Soenarti.
Jenderal Nasution dan istrinya mendengar pergerakan di dalam rumah mereka. Johana meminta suaminya untuk kabur melalui dinding belakang dan dirinya membuka perlahan pintu agar tidak ketahuan pasukan yang sedang menyerbu.

BACA JUGA:
5 Style Cowok Keren tapi Simple, Dijamin Bikin Cewek Klepek-Klepek

Adik Jenderal Nasution, Mardiah segera menggendong Ade Irma untuk menyelamatkannya ke kamar lain. Sayangnya Mardiah salah membuka pintu dan mereka pun tertembak.Tiga peluru pun bersarang di punggung Ade Irma. Johana langsung mengambil alih tubuh putrinya dan membawanya kepada sang suami.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mentan Syahrul Yasin Limpo Serahkan Surat Pengunduran Diri ke Presiden Jokowi

Setelah itu, mereka melarikan Ade Irma ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto untuk mendapatkan pertolongan. Sesampainya di rumah sakit, Ade masih sadar dan disarankan oleh dokter untuk segera dioperasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Topan Koinu Terjang Taiwan Bawa Hujan Deras, 1 Orang Tewas 304 Lainnya Luka-Luka

Ade Irma menjalani perawatan selama 5 hari di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Pada dini hari tanggal 6 Oktober, Ade Irma Suryani meninggal dunia dan dimakamkan pada 7 Oktober 1965.

</content:encoded></item></channel></rss>
