<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Bilang Tidak Ada Kabut Asap Karhutla Melintas ke Malaysia dan Singapura</title><description>BNPB menyebut tidak ada kabut asap akibat Karhutla di wilayah Indonesia yang melintas ke Malaysia, bahkan Singapura.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896010/bnpb-bilang-tidak-ada-kabut-asap-karhutla-melintas-ke-malaysia-dan-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896010/bnpb-bilang-tidak-ada-kabut-asap-karhutla-melintas-ke-malaysia-dan-singapura"/><item><title>BNPB Bilang Tidak Ada Kabut Asap Karhutla Melintas ke Malaysia dan Singapura</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896010/bnpb-bilang-tidak-ada-kabut-asap-karhutla-melintas-ke-malaysia-dan-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896010/bnpb-bilang-tidak-ada-kabut-asap-karhutla-melintas-ke-malaysia-dan-singapura</guid><pubDate>Jum'at 06 Oktober 2023 09:45 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/06/337/2896010/bnpb-bilang-tidak-ada-kabut-asap-karhutla-melintas-ke-malaysia-dan-singapura-kN8u7exI8N.png" expression="full" type="image/jpeg">BNPB bilang tidak ada kabut asap yang melintasi Malaysia dan Singapura (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/06/337/2896010/bnpb-bilang-tidak-ada-kabut-asap-karhutla-melintas-ke-malaysia-dan-singapura-kN8u7exI8N.png</image><title>BNPB bilang tidak ada kabut asap yang melintasi Malaysia dan Singapura (Foto: BNPB)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNS8xLzE3MTcxMi81L3g4b2p0OGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut tidak ada kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Indonesia yang melintas ke Malaysia, bahkan Singapura.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Departemen Lingkungan Hidup Malaysia Wan Abdul Latiff Wan Jaffar mengatakan kasus karhutla di Indonesia memperburuk polusi udara di pantai barat negara itu dan di wilayah Sarawak.


BACA JUGA:
7.717 Warga Kota Jambi Terserang ISPA Usai Dilanda Kabut Asap Karhutla


Menanggapi pernyataan itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan dari pantauan The ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) atau laman bersama negara-negara ASEAN untuk memantau asap lintas batas, bahwa tidak ada asap karhutla yang melintas ke wilayah Malaysia ataupun Singapura.

&amp;ldquo;Kalau kita lihat dari data yang sama, kita pegang bersama data-data yang sama-sama bisa kita pantau lintas ASEAN, jadi kita memiliki satu laman bersama pemantauan asap lintas batas ASMC itu sama sekali tidak ada asap akibat karhutla yang melintas wilayah, jangankan ke Malaysia ya, ke Singapura pun tidak,&amp;rdquo; tegas Aam sapaan akrab Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (6/9/2023).


BACA JUGA:
Kebakaran Hutan Kembali Berkobar di Tenerife, 3.000 Orang Dievakuasi


Meski begitu, Aam mengungkapkan pada minggu terakhir bulan September terjadi peningkatan jumlah titik api atau hotspot di wilayah Indonesia, kecuali Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

&amp;ldquo;Memang dalam minggu terakhir bulan September itu terjadi peningkatan jumlah titik panas di 5 provinsi, kecuali Kalimantan Barat, kecuali Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia, di pulau Kalimantan. Rata-rata memang ada peningkatan titik api yang kita pantau di minggu terakhir September,&amp;rdquo; tuturnya.Aam mengatakan eskalasi kenaikan karhutla terjadi di Sumatera Selatan, namun tidak ada asap yang melintas ke Malaysia. Mengingat, secara geografis Malaysia dengan Sumatera Selatan terlalu jauh berpotensi terjadinya lintas asap antar negara.


BACA JUGA:
Ikut Dialog Bersama Relawan Ganjar, Kaum Milenial Sulsel Ingin Jadi Penangkal Hoaks Pemilu 2024


&amp;ldquo;Memang ada eskalasi kejadian karhutla di Sumatera Selatan tapi terlalu jauh jika kita menyimpulkan atau mengambil opini bahwa asap dari karhutla telah di Sumatera Selatan atau bahkan disebutkan dari Kalimantan Selatan itu menyebrang sampai di Malaysia itu mungkin terlalu berlebihan,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNS8xLzE3MTcxMi81L3g4b2p0OGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut tidak ada kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Indonesia yang melintas ke Malaysia, bahkan Singapura.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Departemen Lingkungan Hidup Malaysia Wan Abdul Latiff Wan Jaffar mengatakan kasus karhutla di Indonesia memperburuk polusi udara di pantai barat negara itu dan di wilayah Sarawak.


BACA JUGA:
7.717 Warga Kota Jambi Terserang ISPA Usai Dilanda Kabut Asap Karhutla


Menanggapi pernyataan itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan dari pantauan The ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) atau laman bersama negara-negara ASEAN untuk memantau asap lintas batas, bahwa tidak ada asap karhutla yang melintas ke wilayah Malaysia ataupun Singapura.

&amp;ldquo;Kalau kita lihat dari data yang sama, kita pegang bersama data-data yang sama-sama bisa kita pantau lintas ASEAN, jadi kita memiliki satu laman bersama pemantauan asap lintas batas ASMC itu sama sekali tidak ada asap akibat karhutla yang melintas wilayah, jangankan ke Malaysia ya, ke Singapura pun tidak,&amp;rdquo; tegas Aam sapaan akrab Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (6/9/2023).


BACA JUGA:
Kebakaran Hutan Kembali Berkobar di Tenerife, 3.000 Orang Dievakuasi


Meski begitu, Aam mengungkapkan pada minggu terakhir bulan September terjadi peningkatan jumlah titik api atau hotspot di wilayah Indonesia, kecuali Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

&amp;ldquo;Memang dalam minggu terakhir bulan September itu terjadi peningkatan jumlah titik panas di 5 provinsi, kecuali Kalimantan Barat, kecuali Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia, di pulau Kalimantan. Rata-rata memang ada peningkatan titik api yang kita pantau di minggu terakhir September,&amp;rdquo; tuturnya.Aam mengatakan eskalasi kenaikan karhutla terjadi di Sumatera Selatan, namun tidak ada asap yang melintas ke Malaysia. Mengingat, secara geografis Malaysia dengan Sumatera Selatan terlalu jauh berpotensi terjadinya lintas asap antar negara.


BACA JUGA:
Ikut Dialog Bersama Relawan Ganjar, Kaum Milenial Sulsel Ingin Jadi Penangkal Hoaks Pemilu 2024


&amp;ldquo;Memang ada eskalasi kejadian karhutla di Sumatera Selatan tapi terlalu jauh jika kita menyimpulkan atau mengambil opini bahwa asap dari karhutla telah di Sumatera Selatan atau bahkan disebutkan dari Kalimantan Selatan itu menyebrang sampai di Malaysia itu mungkin terlalu berlebihan,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
