<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Tegaskan Tak Ada Kabut Asap Indonesia Masuk Malaysia</title><description>Dari hasil citra Satelit Himawari-9 IR Enhanced tidak mendeteksi adanya kabut asap dari Indonesia yang masuk ke wilayah Malaysia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896111/bmkg-tegaskan-tak-ada-kabut-asap-indonesia-masuk-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896111/bmkg-tegaskan-tak-ada-kabut-asap-indonesia-masuk-malaysia"/><item><title>BMKG Tegaskan Tak Ada Kabut Asap Indonesia Masuk Malaysia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896111/bmkg-tegaskan-tak-ada-kabut-asap-indonesia-masuk-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896111/bmkg-tegaskan-tak-ada-kabut-asap-indonesia-masuk-malaysia</guid><pubDate>Jum'at 06 Oktober 2023 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/06/337/2896111/bmkg-tegaskan-tak-ada-kabut-asap-indonesia-masuk-malaysia-ojAS95CZZn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sebaran asap Karhutla (Foto: BMKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/06/337/2896111/bmkg-tegaskan-tak-ada-kabut-asap-indonesia-masuk-malaysia-ojAS95CZZn.jpg</image><title>Sebaran asap Karhutla (Foto: BMKG)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan dari hasil citra Satelit Himawari-9 IR Enhanced tidak mendeteksi adanya kabut asap dari Indonesia yang masuk ke wilayah Malaysia.

&amp;ldquo;Dari pantauan kami tidak terpantau adanya asap masuk ke wilayah Malaysia. Analisis data hari ini berdasarkan satelit, tidak terdeteksi asap yang masuk ke Malaysia,&amp;rdquo; tegas Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani kepada MNC Portal, Jumat (6/10/2023).

BACA JUGA:
Kemlu RI Akui Malaysia Kirim Surat Terkait Dampak Asap Karhutla


Sebelumnya, Direktur Jenderal Departemen Lingkungan Hidup Malaysia Wan Abdul Latiff Wan Jaffar mengatakan kasus karhutla di Indonesia memperburuk polusi udara di pantai barat negara itu dan di wilayah Sarawak.

Bahkan, Menteri Lingkungan Hidup Malaysia Nik Nazmi Nik Ahmad mengklaim telah mengirim surat kepada Indonesia mengenai kabut asap yang melintasi wilayah Malaysia.

BACA JUGA:
BNPB Bilang Tidak Ada Kabut Asap Karhutla Melintas ke Malaysia dan Singapura


Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari juga menegaskan dari pantauan The ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) atau laman bersama negara-negara ASEAN untuk memantau asap lintas batas, bahwa tidak ada asap karhutla yang melintas ke wilayah Malaysia ataupun Singapura.

&amp;ldquo;Kalau kita lihat dari data yang sama, kita pegang bersama data-data yang sama-sama bisa kita pantau lintas ASEAN, jadi kita memiliki satu laman bersama pemantauan asap lintas batas ASMC itu sama sekali tidak ada asap akibat karhutla yang melintas wilayah, jangankan ke Malaysia ya, ke Singapura pun tidak,&amp;rdquo; tegas Aam sapaan akrab Abdul Muhari.

Meski begitu, Aam mengungkapkan pada minggu terakhir bulan September terjadi peningkatan jumlah titik api atau hotspot di wilayah Indonesia, kecuali Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia.



&amp;ldquo;Memang dalam minggu terakhir bulan September itu terjadi peningkatan jumlah titik panas di 5 provinsi, kecuali Kalimantan Barat, kecuali Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia, di pulau Kalimantan. Rata-rata memang ada peningkatan titik api yang kita pantau di minggu terakhir September,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan dari hasil citra Satelit Himawari-9 IR Enhanced tidak mendeteksi adanya kabut asap dari Indonesia yang masuk ke wilayah Malaysia.

&amp;ldquo;Dari pantauan kami tidak terpantau adanya asap masuk ke wilayah Malaysia. Analisis data hari ini berdasarkan satelit, tidak terdeteksi asap yang masuk ke Malaysia,&amp;rdquo; tegas Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani kepada MNC Portal, Jumat (6/10/2023).

BACA JUGA:
Kemlu RI Akui Malaysia Kirim Surat Terkait Dampak Asap Karhutla


Sebelumnya, Direktur Jenderal Departemen Lingkungan Hidup Malaysia Wan Abdul Latiff Wan Jaffar mengatakan kasus karhutla di Indonesia memperburuk polusi udara di pantai barat negara itu dan di wilayah Sarawak.

Bahkan, Menteri Lingkungan Hidup Malaysia Nik Nazmi Nik Ahmad mengklaim telah mengirim surat kepada Indonesia mengenai kabut asap yang melintasi wilayah Malaysia.

BACA JUGA:
BNPB Bilang Tidak Ada Kabut Asap Karhutla Melintas ke Malaysia dan Singapura


Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari juga menegaskan dari pantauan The ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) atau laman bersama negara-negara ASEAN untuk memantau asap lintas batas, bahwa tidak ada asap karhutla yang melintas ke wilayah Malaysia ataupun Singapura.

&amp;ldquo;Kalau kita lihat dari data yang sama, kita pegang bersama data-data yang sama-sama bisa kita pantau lintas ASEAN, jadi kita memiliki satu laman bersama pemantauan asap lintas batas ASMC itu sama sekali tidak ada asap akibat karhutla yang melintas wilayah, jangankan ke Malaysia ya, ke Singapura pun tidak,&amp;rdquo; tegas Aam sapaan akrab Abdul Muhari.

Meski begitu, Aam mengungkapkan pada minggu terakhir bulan September terjadi peningkatan jumlah titik api atau hotspot di wilayah Indonesia, kecuali Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia.



&amp;ldquo;Memang dalam minggu terakhir bulan September itu terjadi peningkatan jumlah titik panas di 5 provinsi, kecuali Kalimantan Barat, kecuali Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia, di pulau Kalimantan. Rata-rata memang ada peningkatan titik api yang kita pantau di minggu terakhir September,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
