<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Cegah Satu Orang Bepergian ke Luar Negeri Terkait Kasus Pengurusan Perkara di MA   </title><description>KPK mencegah satu orang untuk bepergian ke luar negeri, terkait kasus dugaan korupsi pengurusan perkara di Mahkamah Agung&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896176/kpk-cegah-satu-orang-bepergian-ke-luar-negeri-terkait-kasus-pengurusan-perkara-di-ma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896176/kpk-cegah-satu-orang-bepergian-ke-luar-negeri-terkait-kasus-pengurusan-perkara-di-ma"/><item><title>KPK Cegah Satu Orang Bepergian ke Luar Negeri Terkait Kasus Pengurusan Perkara di MA   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896176/kpk-cegah-satu-orang-bepergian-ke-luar-negeri-terkait-kasus-pengurusan-perkara-di-ma</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896176/kpk-cegah-satu-orang-bepergian-ke-luar-negeri-terkait-kasus-pengurusan-perkara-di-ma</guid><pubDate>Jum'at 06 Oktober 2023 13:42 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/06/337/2896176/kpk-cegah-satu-orang-bepergian-ke-luar-negeri-terkait-kasus-pengurusan-perkara-di-ma-e4RQmNHxuS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/06/337/2896176/kpk-cegah-satu-orang-bepergian-ke-luar-negeri-terkait-kasus-pengurusan-perkara-di-ma-e4RQmNHxuS.jpg</image><title>Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri (foto: dok Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah satu orang untuk bepergian ke luar negeri, terkait kasus dugaan korupsi pengurusan perkara di Mahkamah Agung yang menyeret sekretaris non-aktif MA, Hasbi Hasan.

&quot;Karena masih diperlukannya keterangan salah satu pihak sebagai saksi untuk membuat terang perkara ini, maka KPK kembali ajukan cegah untuk tidak bepergian keluar negeri terhadap satu orang pihak swasta,&quot; kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Jumat (6/10/2023).

BACA JUGA:
KPK Kembali Panggil Istri Hasbi Hasan Terkait Kasus Suap Perkara di MA

KPK telah mengirimkan nama yang dicegah bepergian ke luar negeri tersebut ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Yang bersangkutan, dicegah untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan.

&quot;Cegah telah diajukan ke Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI, sejak bulan lalu (September 2023) dan untuk durasi waktu hingga 6 bulan ke depan,&quot; ujar Ali.

&quot;KPK ingatkan agar pihak dimaksud untuk tetap kooperatif hadir memenuhi panggilan Tim Penyidik,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Ditetapkan Tersangka, KPK Telisik Aktivitas Hasbi Hasan saat Jadi Sekretaris MA

Berdasarkan Informasi yang diterima MNC Portal, orang yang dicegah untuk bepergian ke luar negeri adalah penyanyi Windy Yunita Bastari Usman alias Windy Yunita Ghemary.

Sebelumnya, Penyanyi Windy Yunita Bastari Usman dan artis FTV Wa Ode Kartika Sari mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya dipanggil sebagai saksi dalam kasus pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang menyeret nama Sekretaris non-aktif MA, Hasbi Hasan (HH).



Sejatinya, KPK memanggil mereka pada Kamis (5/10/2023) di Gedung Merah Putih KPK. Namun, keduanya kompak tidak hadir memenuhi panggilan tanpa memberikan konfirmasi.



&quot;Kedua saksi tidak hadir dan tanpa konfirmasi,&quot; kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (6/10/2023).



Akan hal itu, Ali menyebutkan akan mengatur ulang jadwal pemanggilan mereka. Ali pun meminta keduanya untuk memperhatikan panggilan KPK demi lancarnya penyidikan kasus tersebut.



&quot;Kami ingatkan keduanya untuk kooperatif hadir pada pemanggilan berikutnya,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah satu orang untuk bepergian ke luar negeri, terkait kasus dugaan korupsi pengurusan perkara di Mahkamah Agung yang menyeret sekretaris non-aktif MA, Hasbi Hasan.

&quot;Karena masih diperlukannya keterangan salah satu pihak sebagai saksi untuk membuat terang perkara ini, maka KPK kembali ajukan cegah untuk tidak bepergian keluar negeri terhadap satu orang pihak swasta,&quot; kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Jumat (6/10/2023).

BACA JUGA:
KPK Kembali Panggil Istri Hasbi Hasan Terkait Kasus Suap Perkara di MA

KPK telah mengirimkan nama yang dicegah bepergian ke luar negeri tersebut ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Yang bersangkutan, dicegah untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan.

&quot;Cegah telah diajukan ke Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI, sejak bulan lalu (September 2023) dan untuk durasi waktu hingga 6 bulan ke depan,&quot; ujar Ali.

&quot;KPK ingatkan agar pihak dimaksud untuk tetap kooperatif hadir memenuhi panggilan Tim Penyidik,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Ditetapkan Tersangka, KPK Telisik Aktivitas Hasbi Hasan saat Jadi Sekretaris MA

Berdasarkan Informasi yang diterima MNC Portal, orang yang dicegah untuk bepergian ke luar negeri adalah penyanyi Windy Yunita Bastari Usman alias Windy Yunita Ghemary.

Sebelumnya, Penyanyi Windy Yunita Bastari Usman dan artis FTV Wa Ode Kartika Sari mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya dipanggil sebagai saksi dalam kasus pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang menyeret nama Sekretaris non-aktif MA, Hasbi Hasan (HH).



Sejatinya, KPK memanggil mereka pada Kamis (5/10/2023) di Gedung Merah Putih KPK. Namun, keduanya kompak tidak hadir memenuhi panggilan tanpa memberikan konfirmasi.



&quot;Kedua saksi tidak hadir dan tanpa konfirmasi,&quot; kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (6/10/2023).



Akan hal itu, Ali menyebutkan akan mengatur ulang jadwal pemanggilan mereka. Ali pun meminta keduanya untuk memperhatikan panggilan KPK demi lancarnya penyidikan kasus tersebut.



&quot;Kami ingatkan keduanya untuk kooperatif hadir pada pemanggilan berikutnya,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
