<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Cegah Bullying, DPR Dorong Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila Dihidupkan Kembali</title><description>Hal itu ditujukan untuk meningkatkan akhlak dan budi pekerti para pelajar agar tidak melakukan bullying dan kekerasan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896177/cegah-bullying-dpr-dorong-pelajaran-pendidikan-moral-pancasila-dihidupkan-kembali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896177/cegah-bullying-dpr-dorong-pelajaran-pendidikan-moral-pancasila-dihidupkan-kembali"/><item><title>   Cegah Bullying, DPR Dorong Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila Dihidupkan Kembali</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896177/cegah-bullying-dpr-dorong-pelajaran-pendidikan-moral-pancasila-dihidupkan-kembali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896177/cegah-bullying-dpr-dorong-pelajaran-pendidikan-moral-pancasila-dihidupkan-kembali</guid><pubDate>Jum'at 06 Oktober 2023 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/06/337/2896177/cegah-bullying-dpr-dorong-pelajaran-pendidikan-moral-pancasila-dihidupkan-kembali-AtY0gUBIwG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/06/337/2896177/cegah-bullying-dpr-dorong-pelajaran-pendidikan-moral-pancasila-dihidupkan-kembali-AtY0gUBIwG.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi8xLzE3MTc1My81L3g4b2xkOTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi X DPR RI mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Inovasi (Kemendikbudristek) untuk menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di sekolah. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan akhlak dan budi pekerti para pelajar agar tidak melakukan bullying dan kekerasan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf menilai, penyebab banyaknya terjadi peristiwa kekerasan dan perundungan anak salah satunya karena kurangnya pendidikan moral di bangku sekolah. Ia pun merasa, penerapan pelajaran PMP dapat dilakukan untuk semua lapisan pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.
&quot;Menurut saya kondisi ini sudah darurat moral, bukan lagi krisis moral. Karena pendidikan bagaimana menghargai orang lain, bagaimana menolong orang lain itu kan tidak ada pendidikannya,&quot; kata Dede dalan keterangannya, Jumat (6/10/2023).

BACA JUGA:
Kenapa Disebut Belanda Depok? Begini Kisahnya

Dede pun menyinggung kasus bullying siswa di SMP Negeri 2 Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah yang tega memukul dan menendang teman sekelasnya. Ada juga peristiwa kekerasan yang dialami seorang guru madrasah aliyah di Kecamatan Kebonagung, Demak, Jawa Tengah, yang dibacok oleh muridnya.
Kendati adanya rentetan peristiwa kekerasan dan bullying di lingkup sekolah, Dede menilai pendidikan akhlak sangat penting untuk membina anak-anak penerus bangsa. Apalagi, Indonesia menjunjung tinggi adab ketimuran yang di dalamnya berisi tentang adab kesopanan, saling menghargai dan menghormati.

BACA JUGA:
Ogah Penuhi Tuntutan Cristiano Ronaldo, Juventus Percaya Diri Mampu Menang di Pengadilan

&quot;Tapi, di era media sosial seperti ini, siswa tidak bisa disalahkan. Kalau siswa kita salahkan, nanti penjara anak akan penuh. Jadi, mau tidak mau, pendidikan akhlak anak harus kita perhatikan sejak dini. Dari sejak PAUD, dari sejak SD,&quot; jelas Dede.Selain itu, ia juga mendorong untuk dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) di tiap-tiap sekolah, untuk mengantisipasi adanya perundungan dan kekerasan. Dede merasa, Satgas ini nantinya berisi para guru, orang tua dan anggota Babinsa atau Bhabinkamtibmas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

TikTok Shop Tutup, Menparekraf: Kita Berpihak ke UMKM

&quot;Satgas ini sangat penting untuk menanamkan pendidikan karakter yang dibutuhkan bagi anak-anak dalam menjunjung tinggi budi pekerti luhur. Karena Satgas ini melibatkan seluruh aspek masyarakat dan penegak hukum, untuk mengawasi, mendidik dan membina anak,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Aaliyah Massaid Datang ke Pameran Pernikahan, Netizen Heboh

Dengan hadirnya Satgas tersebut, ia berharap dapat meredam kenakalan anak-anak, khususnya yang dilakukan di luar lingkungan sekolah.

&quot;Anak-anak yang ikut-ikutan masuk atau membuat geng-geng seperti geng motor juga cukup mengkhawatirkan karena sering bertindak melawan hukum. Satgas ini juga bisa mengantisipasi hal itu,&quot; papar Dede.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi8xLzE3MTc1My81L3g4b2xkOTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi X DPR RI mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Inovasi (Kemendikbudristek) untuk menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di sekolah. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan akhlak dan budi pekerti para pelajar agar tidak melakukan bullying dan kekerasan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf menilai, penyebab banyaknya terjadi peristiwa kekerasan dan perundungan anak salah satunya karena kurangnya pendidikan moral di bangku sekolah. Ia pun merasa, penerapan pelajaran PMP dapat dilakukan untuk semua lapisan pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.
&quot;Menurut saya kondisi ini sudah darurat moral, bukan lagi krisis moral. Karena pendidikan bagaimana menghargai orang lain, bagaimana menolong orang lain itu kan tidak ada pendidikannya,&quot; kata Dede dalan keterangannya, Jumat (6/10/2023).

BACA JUGA:
Kenapa Disebut Belanda Depok? Begini Kisahnya

Dede pun menyinggung kasus bullying siswa di SMP Negeri 2 Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah yang tega memukul dan menendang teman sekelasnya. Ada juga peristiwa kekerasan yang dialami seorang guru madrasah aliyah di Kecamatan Kebonagung, Demak, Jawa Tengah, yang dibacok oleh muridnya.
Kendati adanya rentetan peristiwa kekerasan dan bullying di lingkup sekolah, Dede menilai pendidikan akhlak sangat penting untuk membina anak-anak penerus bangsa. Apalagi, Indonesia menjunjung tinggi adab ketimuran yang di dalamnya berisi tentang adab kesopanan, saling menghargai dan menghormati.

BACA JUGA:
Ogah Penuhi Tuntutan Cristiano Ronaldo, Juventus Percaya Diri Mampu Menang di Pengadilan

&quot;Tapi, di era media sosial seperti ini, siswa tidak bisa disalahkan. Kalau siswa kita salahkan, nanti penjara anak akan penuh. Jadi, mau tidak mau, pendidikan akhlak anak harus kita perhatikan sejak dini. Dari sejak PAUD, dari sejak SD,&quot; jelas Dede.Selain itu, ia juga mendorong untuk dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) di tiap-tiap sekolah, untuk mengantisipasi adanya perundungan dan kekerasan. Dede merasa, Satgas ini nantinya berisi para guru, orang tua dan anggota Babinsa atau Bhabinkamtibmas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

TikTok Shop Tutup, Menparekraf: Kita Berpihak ke UMKM

&quot;Satgas ini sangat penting untuk menanamkan pendidikan karakter yang dibutuhkan bagi anak-anak dalam menjunjung tinggi budi pekerti luhur. Karena Satgas ini melibatkan seluruh aspek masyarakat dan penegak hukum, untuk mengawasi, mendidik dan membina anak,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Aaliyah Massaid Datang ke Pameran Pernikahan, Netizen Heboh

Dengan hadirnya Satgas tersebut, ia berharap dapat meredam kenakalan anak-anak, khususnya yang dilakukan di luar lingkungan sekolah.

&quot;Anak-anak yang ikut-ikutan masuk atau membuat geng-geng seperti geng motor juga cukup mengkhawatirkan karena sering bertindak melawan hukum. Satgas ini juga bisa mengantisipasi hal itu,&quot; papar Dede.

</content:encoded></item></channel></rss>
