<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>33 Titik Karhutla Terdeteksi di Kaltim, Kabut Asap Meluas Sepekan Terakhir</title><description>Tim gabungan sudah bisa memetakan daerah sumber dan strategi pengendalian karhutla di wilayahnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896525/33-titik-karhutla-terdeteksi-di-kaltim-kabut-asap-meluas-sepekan-terakhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896525/33-titik-karhutla-terdeteksi-di-kaltim-kabut-asap-meluas-sepekan-terakhir"/><item><title>33 Titik Karhutla Terdeteksi di Kaltim, Kabut Asap Meluas Sepekan Terakhir</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896525/33-titik-karhutla-terdeteksi-di-kaltim-kabut-asap-meluas-sepekan-terakhir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/06/337/2896525/33-titik-karhutla-terdeteksi-di-kaltim-kabut-asap-meluas-sepekan-terakhir</guid><pubDate>Jum'at 06 Oktober 2023 19:45 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/06/337/2896525/33-titik-karhutla-terdeteksi-di-kaltim-kabut-asap-meluas-sepekan-terakhir-lZG5UhEuLj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karhutla di Banjarmasin (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/06/337/2896525/33-titik-karhutla-terdeteksi-di-kaltim-kabut-asap-meluas-sepekan-terakhir-lZG5UhEuLj.jpg</image><title>Karhutla di Banjarmasin (Foto: BNPB)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi8xLzE3MTc3Ny81L3g4b2x3cGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapatkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tercatat 33 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
&quot;Sejak 26 Juni hingga 3 Oktober 2023 BPBD Kota Banjarmasin mencatat sedikitnya ada 33 titik kebakaran lahan di wilayahnya,&quot; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Jumat (6/10/2023).
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin memastikan tim gabungan sudah bisa memetakan daerah sumber dan strategi pengendalian karhutla di wilayahnya.

BACA JUGA:
Aksi Erick Thohir dan Kejagung Bersih-Bersih BUMN Sudah Lama Ditunggu Publik

&quot;Luasannya dari 33 titik ini 5,3 hektar. Skalanya kecil-kecil dan relatif mudah dijangkau karena aksesnya tidak jauh dari jalan, sehingga bisa kami mulai bisa atasi dan ini penyebabnya sebagian besar karena kelalaian akibat pembakaran sampah yang dibiarkan kemudian menyebar ke semak belukar,&quot; tutur Husni.

BACA JUGA:
Usai Direnovasi, Menpora Dito Janjikan Stadion Kanjuruhan Jadi Venue Turnamen Olahraga Internasional

Selain itu, Husni mengungkapkan, kebakaran hutan yang terjadi di wilayah sekitar Kota Banjarmasin membuat kabut asap semakin meluas khususnya selama sepekan terakhir.
&quot;Lebih karena kebakaran hutan dan lahan di daerah tetangga jadi kita terdampak kabut asapnya seperti di Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Banjar yang memang ada ratusan titik yang sudah terbakar. Oleh karenanya, udara banjarmasin dalam beberapa hari terakhir tidak sehat karena terkepung asap kiriman ini dan kita sudah mengantisipasi ini,&quot; kata Husni.


Menyikapi kondisi ini, Husni mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin tengah memberlakukan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para siswa mulai tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai sekolah menengah pertama (SMP) sampai 7 Oktober 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kedatangan Hary Tanoe Memacu Semangat Kader Perindo Se-Kaltara&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

&quot;Kita juga sudah memutuskan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh untuk mengambil langkah aman agar para pelajar kita terlindungi dan terhindar dari penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Nanti kita akan evaluasi lagi apakah berlanjut atau tidak PJJ ini,&quot; terang Husni.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Tebar Rp1,68 Triliun ke Daerah yang Turunkan Stunting

Saat ini penanganan kabut asap masih terus diupayakan oleh pemerintah daerah setempat dengan berkoordinasi bersama pemerintah provinsi serta daerah sekitar. Selain membantu penanganan asap di ring 1 bandara, juga dilakukan pembagian masker kepada petugas di lapangan serta masyarakat di wilayah perbatasan.

&quot;Mengimbau kepada masyarakat agar jika tidak berkepentingan tidak keluar rumah kalaupun harus keluar rumah harus menggunakan masker,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi8xLzE3MTc3Ny81L3g4b2x3cGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapatkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tercatat 33 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
&quot;Sejak 26 Juni hingga 3 Oktober 2023 BPBD Kota Banjarmasin mencatat sedikitnya ada 33 titik kebakaran lahan di wilayahnya,&quot; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Jumat (6/10/2023).
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin memastikan tim gabungan sudah bisa memetakan daerah sumber dan strategi pengendalian karhutla di wilayahnya.

BACA JUGA:
Aksi Erick Thohir dan Kejagung Bersih-Bersih BUMN Sudah Lama Ditunggu Publik

&quot;Luasannya dari 33 titik ini 5,3 hektar. Skalanya kecil-kecil dan relatif mudah dijangkau karena aksesnya tidak jauh dari jalan, sehingga bisa kami mulai bisa atasi dan ini penyebabnya sebagian besar karena kelalaian akibat pembakaran sampah yang dibiarkan kemudian menyebar ke semak belukar,&quot; tutur Husni.

BACA JUGA:
Usai Direnovasi, Menpora Dito Janjikan Stadion Kanjuruhan Jadi Venue Turnamen Olahraga Internasional

Selain itu, Husni mengungkapkan, kebakaran hutan yang terjadi di wilayah sekitar Kota Banjarmasin membuat kabut asap semakin meluas khususnya selama sepekan terakhir.
&quot;Lebih karena kebakaran hutan dan lahan di daerah tetangga jadi kita terdampak kabut asapnya seperti di Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Banjar yang memang ada ratusan titik yang sudah terbakar. Oleh karenanya, udara banjarmasin dalam beberapa hari terakhir tidak sehat karena terkepung asap kiriman ini dan kita sudah mengantisipasi ini,&quot; kata Husni.


Menyikapi kondisi ini, Husni mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin tengah memberlakukan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para siswa mulai tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai sekolah menengah pertama (SMP) sampai 7 Oktober 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kedatangan Hary Tanoe Memacu Semangat Kader Perindo Se-Kaltara&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

&quot;Kita juga sudah memutuskan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh untuk mengambil langkah aman agar para pelajar kita terlindungi dan terhindar dari penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Nanti kita akan evaluasi lagi apakah berlanjut atau tidak PJJ ini,&quot; terang Husni.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Tebar Rp1,68 Triliun ke Daerah yang Turunkan Stunting

Saat ini penanganan kabut asap masih terus diupayakan oleh pemerintah daerah setempat dengan berkoordinasi bersama pemerintah provinsi serta daerah sekitar. Selain membantu penanganan asap di ring 1 bandara, juga dilakukan pembagian masker kepada petugas di lapangan serta masyarakat di wilayah perbatasan.

&quot;Mengimbau kepada masyarakat agar jika tidak berkepentingan tidak keluar rumah kalaupun harus keluar rumah harus menggunakan masker,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
