<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Kematian Ibu dan Anak di Depok, Dokter Forensik Tak Temukan Tanda Kekerasan</title><description>Pihaknya telah melakukan pemeriksaan jenazah dengan nomor register 060 yang dipastikan adalah Grace Arijani.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/338/2896557/kasus-kematian-ibu-dan-anak-di-depok-dokter-forensik-tak-temukan-tanda-kekerasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/06/338/2896557/kasus-kematian-ibu-dan-anak-di-depok-dokter-forensik-tak-temukan-tanda-kekerasan"/><item><title>Kasus Kematian Ibu dan Anak di Depok, Dokter Forensik Tak Temukan Tanda Kekerasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/06/338/2896557/kasus-kematian-ibu-dan-anak-di-depok-dokter-forensik-tak-temukan-tanda-kekerasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/06/338/2896557/kasus-kematian-ibu-dan-anak-di-depok-dokter-forensik-tak-temukan-tanda-kekerasan</guid><pubDate>Jum'at 06 Oktober 2023 20:34 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/06/338/2896557/kasus-kematian-ibu-dan-anak-di-depok-dokter-forensik-tak-temukan-tanda-kekerasan-ZQRPeRSoKo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/06/338/2896557/kasus-kematian-ibu-dan-anak-di-depok-dokter-forensik-tak-temukan-tanda-kekerasan-ZQRPeRSoKo.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi8xLzE3MTc4MS81L3g4b2x5YzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dokter forensik Rumah Sakit Polri, dr. Asri memastikan bahwa tidak ada tanda kekerasan pada tubuh ibu berinisial GAH (64) dan anak DAW (38) yang ditemukan tinggal kerangka di Perumahan Bukit Cinere Indah, Depok, Jawa Barat.
Asri mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan jenazah dengan nomor register 060 yang dipastikan adalah Grace Arijani.
&quot;Dari autopsi kami menemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah nomor 060 yang telah dikonfirmasi dengan teknologi penyinaran, dengan crime light,&quot; ujar Asri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (6/10/2023).
&quot;Untuk dugaan penyakit dan dugaan keracunan, kami harus menunggu dari Puslabfor dan tim kedokteran RSCM,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Marak Kasus Perundungan Anak, DPR Dorong Pemerintah Cari Solusi

Berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, tidak pula ditemukan bahan berbahaya dalam sampel yang diperiksa. Sampel itu, kata Asri, terdiri dari hati, empedu, lambung, usus, paru, limpa dan otak. Ahli juga memeriksa penyakit yang diderita Grace.
&quot;Dari hasil pemeriksaan tim ahli, menyimpulkan bahwa jenazah ini mengalami atau menderita penyakit kronis pada paru,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Begini Jawaban Asisten Pelatih Persija Jakarta soal Kemungkinan Cahya Supriadi Gantikan Andritany Ardhiyasa

Sementara itu, GAH juga disebut memiliki penyakit jantung kronis dan penebalan pada pembuluh darah jantung. Penyebab kematian GAH, yakni dikarenakan kurangnya oksigen dalam ruangan.
Untuk DAW, ahli juga memeriksa jasad DAaw yang teregister dengan nomor 061. Hasilnya, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuhnya.
&quot;Untuk dugaan keracunan dari Puslabfor didapatkan bahwa tidak ada zat berbahaya atau racun di dalam tubuh korban,&quot; tutur Asri.Lebih lanjut, Dokter menyebutkan, DAW mengalami pendarahan pada usus besar. Ia juga tewas lantaran kekurangan oksigen.

&quot;Kekurangan oksigen di TKP, yang ditunjang dengan kondisi TKP yang sempit akan mengakibatkan korban mati lemas,&quot; ucap dia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masih Cedera, KMSK Deinze Sebut Marselino Ferdinan Tidak Main dan Hanya Temani Timnas Indonesia

Sebelumnya, Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan bahwa tidak ditemukannya unsur pidana dalam kasus penemuan mayat sisa kerangka tersebut.

&amp;ldquo;Terhadap peristiwa yang terjadi di Cinere ini bukan merupakan peristiwa pidana. Disimpulkan bukan merupakan peristiwa pidana,&amp;rdquo; kata Hengki saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (6/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Musda Perindo Mimika, Maximus Tipagau Resmi Menjabat Ketua DPD

Hengki memastikan kedua jenazah ibu dan anak tersebut tewas diakibatkan bunuh diri. Keduanya, lanjut dia, bunuh diri dengan cara mengurung diri di ruangan sempit.

&amp;ldquo;Disimpulkan di sini bahwa mereka bunuh diri dengan cara mengurung diri di ruangan sempit seluas 1,8x1 meter, ditambah lagi dua dupa yang dibakar ini,&quot; tambahnya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi8xLzE3MTc4MS81L3g4b2x5YzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dokter forensik Rumah Sakit Polri, dr. Asri memastikan bahwa tidak ada tanda kekerasan pada tubuh ibu berinisial GAH (64) dan anak DAW (38) yang ditemukan tinggal kerangka di Perumahan Bukit Cinere Indah, Depok, Jawa Barat.
Asri mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan jenazah dengan nomor register 060 yang dipastikan adalah Grace Arijani.
&quot;Dari autopsi kami menemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah nomor 060 yang telah dikonfirmasi dengan teknologi penyinaran, dengan crime light,&quot; ujar Asri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (6/10/2023).
&quot;Untuk dugaan penyakit dan dugaan keracunan, kami harus menunggu dari Puslabfor dan tim kedokteran RSCM,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Marak Kasus Perundungan Anak, DPR Dorong Pemerintah Cari Solusi

Berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, tidak pula ditemukan bahan berbahaya dalam sampel yang diperiksa. Sampel itu, kata Asri, terdiri dari hati, empedu, lambung, usus, paru, limpa dan otak. Ahli juga memeriksa penyakit yang diderita Grace.
&quot;Dari hasil pemeriksaan tim ahli, menyimpulkan bahwa jenazah ini mengalami atau menderita penyakit kronis pada paru,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Begini Jawaban Asisten Pelatih Persija Jakarta soal Kemungkinan Cahya Supriadi Gantikan Andritany Ardhiyasa

Sementara itu, GAH juga disebut memiliki penyakit jantung kronis dan penebalan pada pembuluh darah jantung. Penyebab kematian GAH, yakni dikarenakan kurangnya oksigen dalam ruangan.
Untuk DAW, ahli juga memeriksa jasad DAaw yang teregister dengan nomor 061. Hasilnya, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuhnya.
&quot;Untuk dugaan keracunan dari Puslabfor didapatkan bahwa tidak ada zat berbahaya atau racun di dalam tubuh korban,&quot; tutur Asri.Lebih lanjut, Dokter menyebutkan, DAW mengalami pendarahan pada usus besar. Ia juga tewas lantaran kekurangan oksigen.

&quot;Kekurangan oksigen di TKP, yang ditunjang dengan kondisi TKP yang sempit akan mengakibatkan korban mati lemas,&quot; ucap dia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masih Cedera, KMSK Deinze Sebut Marselino Ferdinan Tidak Main dan Hanya Temani Timnas Indonesia

Sebelumnya, Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan bahwa tidak ditemukannya unsur pidana dalam kasus penemuan mayat sisa kerangka tersebut.

&amp;ldquo;Terhadap peristiwa yang terjadi di Cinere ini bukan merupakan peristiwa pidana. Disimpulkan bukan merupakan peristiwa pidana,&amp;rdquo; kata Hengki saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (6/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Musda Perindo Mimika, Maximus Tipagau Resmi Menjabat Ketua DPD

Hengki memastikan kedua jenazah ibu dan anak tersebut tewas diakibatkan bunuh diri. Keduanya, lanjut dia, bunuh diri dengan cara mengurung diri di ruangan sempit.

&amp;ldquo;Disimpulkan di sini bahwa mereka bunuh diri dengan cara mengurung diri di ruangan sempit seluas 1,8x1 meter, ditambah lagi dua dupa yang dibakar ini,&quot; tambahnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
