<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terpapar Kabut Asap, Sejumlah Balita Dirawat di RSUD Palangkaraya Akibat ISPA   </title><description>Kabut asap akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau hingga kini masih menyelimuti Kota Palangkaraya,</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/07/340/2896734/terpapar-kabut-asap-sejumlah-balita-dirawat-di-rsud-palangkaraya-akibat-ispa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/07/340/2896734/terpapar-kabut-asap-sejumlah-balita-dirawat-di-rsud-palangkaraya-akibat-ispa"/><item><title>Terpapar Kabut Asap, Sejumlah Balita Dirawat di RSUD Palangkaraya Akibat ISPA   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/07/340/2896734/terpapar-kabut-asap-sejumlah-balita-dirawat-di-rsud-palangkaraya-akibat-ispa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/07/340/2896734/terpapar-kabut-asap-sejumlah-balita-dirawat-di-rsud-palangkaraya-akibat-ispa</guid><pubDate>Sabtu 07 Oktober 2023 11:10 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Sata</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/07/340/2896734/terpapar-kabut-asap-sejumlah-balita-dirawat-di-rsud-palangkaraya-akibat-ispa-riPliNPvsn.png" expression="full" type="image/jpeg">Balita terpapar ISPA akibat kabut asap. (Foto: Ade Sata)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/07/340/2896734/terpapar-kabut-asap-sejumlah-balita-dirawat-di-rsud-palangkaraya-akibat-ispa-riPliNPvsn.png</image><title>Balita terpapar ISPA akibat kabut asap. (Foto: Ade Sata)</title></images><description>


PALANGKARAYA &amp;ndash; Kabut asap akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau hingga kini masih menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kualitas udara yang masuk dalam kategori tidak sehat tidak hanya mengganggu aktifitas, namun juga membuat kesehatan warga menjadi terganggu.
Akibatnya, hampir setiap hari warga ramai mengunjungi ruang pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Doktor Doris Sylvanus Palangkaraya untuk memeriksakan kesehatannya. Sementara itu di ruang perawatan anak terdapat sejumlah pasien balita yang menjalani rawat inap akibat terserang ISPA.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

33 Titik Karhutla Terdeteksi di Kaltim, Kabut Asap Meluas Sepekan Terakhir

Salah satunya Nabila, balita berusia satu tahun empat tahun ini harus diberikan infus dan sudah tiga hari menjalani perawatan. Menurut orang tuanya, gejala awal yang dialami anaknya adalah demam, batuk dan flu.
Berdasarkan data rekam medis RSUD Doktor Doris Sylvanus Palangkaraya, kasus rawat jalan dan rawat inap belum begitu sinifikan, namun untuk pasien IGD yang merasakan gejala mendadak dan berat meningkat dari 64 menjadi 80 pasien pada bulan September 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

7.717 Warga Kota Jambi Terserang ISPA Usai Dilanda Kabut Asap Karhutla

Warga berharap kabut asap dapat segera berakhir dan kebakaran hutan dan lahan dapat segera diatasi agar mereka terhindar dari penyakit yang ditimbulkan dari kabut asap.</description><content:encoded>


PALANGKARAYA &amp;ndash; Kabut asap akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau hingga kini masih menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kualitas udara yang masuk dalam kategori tidak sehat tidak hanya mengganggu aktifitas, namun juga membuat kesehatan warga menjadi terganggu.
Akibatnya, hampir setiap hari warga ramai mengunjungi ruang pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Doktor Doris Sylvanus Palangkaraya untuk memeriksakan kesehatannya. Sementara itu di ruang perawatan anak terdapat sejumlah pasien balita yang menjalani rawat inap akibat terserang ISPA.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

33 Titik Karhutla Terdeteksi di Kaltim, Kabut Asap Meluas Sepekan Terakhir

Salah satunya Nabila, balita berusia satu tahun empat tahun ini harus diberikan infus dan sudah tiga hari menjalani perawatan. Menurut orang tuanya, gejala awal yang dialami anaknya adalah demam, batuk dan flu.
Berdasarkan data rekam medis RSUD Doktor Doris Sylvanus Palangkaraya, kasus rawat jalan dan rawat inap belum begitu sinifikan, namun untuk pasien IGD yang merasakan gejala mendadak dan berat meningkat dari 64 menjadi 80 pasien pada bulan September 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

7.717 Warga Kota Jambi Terserang ISPA Usai Dilanda Kabut Asap Karhutla

Warga berharap kabut asap dapat segera berakhir dan kebakaran hutan dan lahan dapat segera diatasi agar mereka terhindar dari penyakit yang ditimbulkan dari kabut asap.</content:encoded></item></channel></rss>
