<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemarau Ekstrem, Petugas Modifikasi Cuaca Taburkan Garam ke Awan di Jambi</title><description>Usai terbang, petugas berusaha menemukan awan cumulonimbus untuk ditaburi ribuan liter cairan garam khusus</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/07/340/2896995/kemarau-ekstrem-petugas-modifikasi-cuaca-taburkan-garam-ke-awan-di-jambi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/07/340/2896995/kemarau-ekstrem-petugas-modifikasi-cuaca-taburkan-garam-ke-awan-di-jambi"/><item><title>Kemarau Ekstrem, Petugas Modifikasi Cuaca Taburkan Garam ke Awan di Jambi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/07/340/2896995/kemarau-ekstrem-petugas-modifikasi-cuaca-taburkan-garam-ke-awan-di-jambi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/07/340/2896995/kemarau-ekstrem-petugas-modifikasi-cuaca-taburkan-garam-ke-awan-di-jambi</guid><pubDate>Minggu 08 Oktober 2023 02:07 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/07/340/2896995/kemarau-ekstrem-petugas-modifikasi-cuaca-taburkan-garam-ke-awan-di-jambi-w6pl0ahuWN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/07/340/2896995/kemarau-ekstrem-petugas-modifikasi-cuaca-taburkan-garam-ke-awan-di-jambi-w6pl0ahuWN.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>MUAROJAMBI - Sejak terjadinya musim kemarau melanda Jambi, Tim Satgas (kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Jambi terus berupaya menabur ribuan liter cairan garam ke sejumlah awan yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan.

Pasalnya, sudah lebih satu bulan kemarau semakin panjang. Bahkan, ditambah lagi kabut asap akibat kebakaran lahan yang tak kunjung hilang dari Jambi.

Untuk itu, dengan menggunakan pesawat khusus tim teknologi modifikasi cuaca (TMC) berusaha memodifikasi cuaca agar langit Jambi turun hujan.


BACA JUGA:
BMKG Prediksi Kemarau Berakhir Akhir Oktober 2023, Kapan Puncak Musim Hujan?&amp;nbsp;&amp;nbsp;


Usai terbang, petugas berusaha menemukan awan cumulonimbus untuk ditaburi ribuan liter cairan garam khusus di langit Muarojambi dan sekitarnya.

&quot;Operasi TMC ini sudah dilakukan Satgas Karhutla Jambi sudah berlangsung sejak awal Oktober ini,&quot; ungkap Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Muarojambi, Jambi, Sri Utami, Sabtu (7/10/2023).

Namun, katanya, penyemaian garam tersebut tergantung adanya awan cumulonimbus.

&quot;Selain itu, ketepatan awan dan kondisi arah angin yang mempengaruhi timbulnya hujan,&quot; tukas Sri.


Menurut dia, nantinya hasil penyemaian garam tersebut akan menimbulkan hujan ringan hingga sedang dengan durasi kurang dari satu jam.



&quot;Satu kali penyemaian tersebut terdapat 1.500 liter cairan garam untuk dituangkan ke sejumlah awan yang berpotensi adanya hujan,&quot; tandasnya.



Rencananya, penyemaian garam ini akan terus dilakukan petugas dan berharap hujan buatan bisa terjadi dan membasahi Jambi.

</description><content:encoded>MUAROJAMBI - Sejak terjadinya musim kemarau melanda Jambi, Tim Satgas (kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Jambi terus berupaya menabur ribuan liter cairan garam ke sejumlah awan yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan.

Pasalnya, sudah lebih satu bulan kemarau semakin panjang. Bahkan, ditambah lagi kabut asap akibat kebakaran lahan yang tak kunjung hilang dari Jambi.

Untuk itu, dengan menggunakan pesawat khusus tim teknologi modifikasi cuaca (TMC) berusaha memodifikasi cuaca agar langit Jambi turun hujan.


BACA JUGA:
BMKG Prediksi Kemarau Berakhir Akhir Oktober 2023, Kapan Puncak Musim Hujan?&amp;nbsp;&amp;nbsp;


Usai terbang, petugas berusaha menemukan awan cumulonimbus untuk ditaburi ribuan liter cairan garam khusus di langit Muarojambi dan sekitarnya.

&quot;Operasi TMC ini sudah dilakukan Satgas Karhutla Jambi sudah berlangsung sejak awal Oktober ini,&quot; ungkap Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Muarojambi, Jambi, Sri Utami, Sabtu (7/10/2023).

Namun, katanya, penyemaian garam tersebut tergantung adanya awan cumulonimbus.

&quot;Selain itu, ketepatan awan dan kondisi arah angin yang mempengaruhi timbulnya hujan,&quot; tukas Sri.


Menurut dia, nantinya hasil penyemaian garam tersebut akan menimbulkan hujan ringan hingga sedang dengan durasi kurang dari satu jam.



&quot;Satu kali penyemaian tersebut terdapat 1.500 liter cairan garam untuk dituangkan ke sejumlah awan yang berpotensi adanya hujan,&quot; tandasnya.



Rencananya, penyemaian garam ini akan terus dilakukan petugas dan berharap hujan buatan bisa terjadi dan membasahi Jambi.

</content:encoded></item></channel></rss>
