<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pencarian Jasad Pahlawan Revolusi, Sumur Tua Digali Pakai Tangan hingga Pingsan</title><description>Disitu diminta menggali tanah yang sudah ditanami pohon Pisang dengan alat seadanya bersama tujuh temannya.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/08/337/2896941/pencarian-jasad-pahlawan-revolusi-sumur-tua-digali-pakai-tangan-hingga-pingsan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/08/337/2896941/pencarian-jasad-pahlawan-revolusi-sumur-tua-digali-pakai-tangan-hingga-pingsan"/><item><title>Pencarian Jasad Pahlawan Revolusi, Sumur Tua Digali Pakai Tangan hingga Pingsan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/08/337/2896941/pencarian-jasad-pahlawan-revolusi-sumur-tua-digali-pakai-tangan-hingga-pingsan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/08/337/2896941/pencarian-jasad-pahlawan-revolusi-sumur-tua-digali-pakai-tangan-hingga-pingsan</guid><pubDate>Minggu 08 Oktober 2023 08:15 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/07/337/2896941/pencarian-jasad-pahlawan-revolusi-sumur-tua-digali-pakai-tangan-hingga-pingsan-hX678PDpwD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenazah pahlawan revolusi (Foto: Ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/07/337/2896941/pencarian-jasad-pahlawan-revolusi-sumur-tua-digali-pakai-tangan-hingga-pingsan-hX678PDpwD.jpg</image><title>Jenazah pahlawan revolusi (Foto: Ist) </title></images><description>JAKARTA - Mahmud, merupakan warga sekitar Lubang Buaya, Jakarta Timur yang kala rumahnya didatangi Lurah setempat dan seorang anggota TNI untuk menggali sumur tua tempat pembuangan jasad Pahlawan Revolus korban kebiadanan Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun, saat didatangi belum dijelaskan secara rinci apa yang akan digalinya itu.
Hingga akhirnya Mahmud tiba di sebuah tanah yang banyak kebun Pisang. Disitu diminta menggali tanah yang sudah ditanami pohon Pisang dengan alat seadanya bersama tujuh temannya. Pencarian jasad tujuh Pahlawan Revolusi tidaklah mudah.
&amp;ldquo;Kami menggali dengan tangan, tanpa pakai alat apapun hanya dengan ember dan tambang yang kami ikat,&amp;rdquo; kata Mahmud sebagaimana dikutip Okezone dari YouTube Kurator Museum beberapa waktu silam.

BACA JUGA:
Kisah Akhir Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono Ditangkap dan Disiksa PKI di Yogyakarta

Mahmud bersama temannya terus melakukan penggalian hingga ketika di kedalaman 10-12 meter, salah satu penggali bernama Suparyono menemukan kaki manusia yang menjungkit ke atas. Suparyono seketika pingsan.
Sementara Mahmud ingat beberapa anggota ABRI menyatakan lubang yang digalinya itu untuk menemukan uang tunai di dalam sumur sebesar Rp6 juta. &amp;ldquo;Beberapa anggota ABRI bahwa di dalam sumur itu adalah uang sebanyak Rp6 juta. Boleh dikatakan zaman dulu uang segitu gede banget,&amp;rdquo; kata Mahmud.

BACA JUGA:
 Pantau Kasus Pemerasan Syahrul Yasin Limpo, Kapolri Terjunkan Tim ke Polda Metro

Penggalian sumur dihentikan sekitar pukul setengah 1 dini hari. Mahmud mengakui kondisi tubuhnya kala itu sangat lelah dan letih karena tak ada apapun yang masuk ke dalam mulut mereka.
Saat temannya sadar, Mahmud kembali menanyakan apakah betul yang ada di dalam sumur tersebut adalah mayat manusia. &amp;ldquo;Dia mengatakan itu beneran manusia,&amp;rdquo; ujar Mahmud.Mahmud langsung menemui anggota ABRI menyampaikan bahwa apa yang dilihat kawannya betul mayat manusia. Pihak ABRI percaya dan meminta Mahmud beserta temannya untuk beranjak istirahat.

Keesokan harinya Mahmud dan temannya tak diminta ABRI untuk kembali menggali sumur. Namun, diwawancarai apakah mengetahui tindakan tersebut.

&amp;ldquo;Kami berhenti di dalam rumah, kami di screening dan ditanyakan mengapa saudara tidak melapor,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Siapa Putri Sulung DI Panjaitan yang Menyaksikan Penembakan Ayahnya oleh PKI? Ini Namanya


Peristiwa jahanam Gerakan 30 September tahun 1965 atau G30S/PKI itu menelan nyawa Pahlawan Revolusi. Mereka ada Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani; Mayor Jenderal Raden Soeprapto; Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono; Mayor Jenderal Siswondo Parman; Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan; Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo; serta Lettu Pierre Andreas Tendean.</description><content:encoded>JAKARTA - Mahmud, merupakan warga sekitar Lubang Buaya, Jakarta Timur yang kala rumahnya didatangi Lurah setempat dan seorang anggota TNI untuk menggali sumur tua tempat pembuangan jasad Pahlawan Revolus korban kebiadanan Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun, saat didatangi belum dijelaskan secara rinci apa yang akan digalinya itu.
Hingga akhirnya Mahmud tiba di sebuah tanah yang banyak kebun Pisang. Disitu diminta menggali tanah yang sudah ditanami pohon Pisang dengan alat seadanya bersama tujuh temannya. Pencarian jasad tujuh Pahlawan Revolusi tidaklah mudah.
&amp;ldquo;Kami menggali dengan tangan, tanpa pakai alat apapun hanya dengan ember dan tambang yang kami ikat,&amp;rdquo; kata Mahmud sebagaimana dikutip Okezone dari YouTube Kurator Museum beberapa waktu silam.

BACA JUGA:
Kisah Akhir Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono Ditangkap dan Disiksa PKI di Yogyakarta

Mahmud bersama temannya terus melakukan penggalian hingga ketika di kedalaman 10-12 meter, salah satu penggali bernama Suparyono menemukan kaki manusia yang menjungkit ke atas. Suparyono seketika pingsan.
Sementara Mahmud ingat beberapa anggota ABRI menyatakan lubang yang digalinya itu untuk menemukan uang tunai di dalam sumur sebesar Rp6 juta. &amp;ldquo;Beberapa anggota ABRI bahwa di dalam sumur itu adalah uang sebanyak Rp6 juta. Boleh dikatakan zaman dulu uang segitu gede banget,&amp;rdquo; kata Mahmud.

BACA JUGA:
 Pantau Kasus Pemerasan Syahrul Yasin Limpo, Kapolri Terjunkan Tim ke Polda Metro

Penggalian sumur dihentikan sekitar pukul setengah 1 dini hari. Mahmud mengakui kondisi tubuhnya kala itu sangat lelah dan letih karena tak ada apapun yang masuk ke dalam mulut mereka.
Saat temannya sadar, Mahmud kembali menanyakan apakah betul yang ada di dalam sumur tersebut adalah mayat manusia. &amp;ldquo;Dia mengatakan itu beneran manusia,&amp;rdquo; ujar Mahmud.Mahmud langsung menemui anggota ABRI menyampaikan bahwa apa yang dilihat kawannya betul mayat manusia. Pihak ABRI percaya dan meminta Mahmud beserta temannya untuk beranjak istirahat.

Keesokan harinya Mahmud dan temannya tak diminta ABRI untuk kembali menggali sumur. Namun, diwawancarai apakah mengetahui tindakan tersebut.

&amp;ldquo;Kami berhenti di dalam rumah, kami di screening dan ditanyakan mengapa saudara tidak melapor,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Siapa Putri Sulung DI Panjaitan yang Menyaksikan Penembakan Ayahnya oleh PKI? Ini Namanya


Peristiwa jahanam Gerakan 30 September tahun 1965 atau G30S/PKI itu menelan nyawa Pahlawan Revolusi. Mereka ada Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani; Mayor Jenderal Raden Soeprapto; Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono; Mayor Jenderal Siswondo Parman; Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan; Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo; serta Lettu Pierre Andreas Tendean.</content:encoded></item></channel></rss>
