<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konflik Israel-Palestina Memanas, DPR Ingatkan Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI</title><description>Permintaan itu didasari atas memanasnya konflik Israel-Palestina sejak akhir pekan lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/09/337/2897905/konflik-israel-palestina-memanas-dpr-ingatkan-pemerintah-pastikan-keselamatan-wni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/09/337/2897905/konflik-israel-palestina-memanas-dpr-ingatkan-pemerintah-pastikan-keselamatan-wni"/><item><title>Konflik Israel-Palestina Memanas, DPR Ingatkan Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/09/337/2897905/konflik-israel-palestina-memanas-dpr-ingatkan-pemerintah-pastikan-keselamatan-wni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/09/337/2897905/konflik-israel-palestina-memanas-dpr-ingatkan-pemerintah-pastikan-keselamatan-wni</guid><pubDate>Senin 09 Oktober 2023 17:16 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/09/337/2897905/konflik-israel-palestina-memanas-dpr-ingatkan-pemerintah-pastikan-keselamatan-wni-nb3PKx78V0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/09/337/2897905/konflik-israel-palestina-memanas-dpr-ingatkan-pemerintah-pastikan-keselamatan-wni-nb3PKx78V0.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOS82LzE3MTkwMy81L3g4b29xbGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk bisa memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di Palestina. Permintaan itu didasari atas memanasnya konflik Israel-Palestina sejak akhir pekan lalu.
&quot;Pemerintah harus memastikan warga negara kita yang berada di sana dalam kondisi aman, tidak kekurangan bahan pokok. Karena selama perang, kebutuhan pokok sangat sulit sekali untuk didapatkan. Negara harus hadir memberikan bantuan secepatnya,&quot; kata Puan dalam keterangan resminya, Senin (9/10/2023).
Dengan adanya WNI di sekitar konflik Israel-Palestina, Puan mengatakan Kemenlu harus mengawasi perkembangan situasi di wilayah konflik dan siap melakukan evakuasi bila diperlukan untuk melindungi warga Indonesia yang berada di wilayah tersebut.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Dapat Dukungan Penuh dari Emak-Emak di Jatim Jadi Presiden

&quot;Jika memungkinkan dan memang harus dilakukan, Pemerintah harus mengambil langkah responsif dengan upaya evakuasi warga negara kita agar tidak menjadi korban peperangan,&quot; tutur Puan.
Terlepas dari itu, Puan prihatin dengan kondisi para korban akibat perang tersebut. Ia menilai, Indonesia harus mengambil langkah proaktif dalam mewujudkan perdamaian Israel-Palestina.

BACA JUGA:
ESDM: Program Bagi-Bagi 500 Unit Rice Cooker Gratis Hemat LPG 9,7 Juta Tabung 3 Kg

Apalagi, situasi konflik yang terjadi saat ini disebut cukup besar dan kondisinya lebih mencekam dari serangan sebelum-sebelumnya.
&quot;Indonesia harus menyampaikan sikap untuk meminta dihentikannya kekerasan dari eskalasi konflik antara Palestina-Israel ini. Hal tersebut demi menghindari bertambahnya korban kemanusiaan yang semakin hari semakin bertambah,&amp;rdquo; jelas Puan.Puan pun mendorong Indonesia untuk dapat menjadi penengah antara kedua negara agar peperangan dihentikan. Menurutnya, pemerintah perlu menyerukan pentingnya perdamaian dengan konsep dua negara berdaulat yang berdampingan.

&amp;ldquo;Konsep tersebut sesuai landasan yang telah lama diakui sebagai jalan menuju penyelesaian yang adil. Kita perlu menyampaikan agar kedua negara mengedepankan unsur dialog untuk mendinginkan situasi di sana dan terus bersuara kepada dunia untuk mendukung kemerdekaan Palestina,&amp;rdquo; ucap Puan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Tampang Teroris KKB Pelaku Pembunuhan Sadis Aktivis Papua Michelle Kurisi&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Karena perang tidak bisa dibenarkan dalam segi aspek manapun, warga yang akan terus-terus jadi korban,&amp;rdquo; tambahnya.

Puan mengatakan Indonesia harus menunjukkan sikap politik internasional yang bebas aktif sesuai amanat konstitusi.

&amp;ldquo;Indonesia juga perlu mengingatkan agar tidak ada satu negara pun yang mendukung peperangan antara Israel-Palestina berlanjut. Terlebih negara-negara adidaya yang memiliki kekuatan militer besar,&amp;rdquo; ungkap Puan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp8,3 Triliun, Wamen BUMN: Kita Beresin di China

Sekedar informasi, perang di jalur Gaza terjadi pada hari Sabtu (7/10/2023) malam. Akibat eskalasi konflik Israel dan Palestina kali ini, setidaknya sudah hampir seribu orang meninggal dunia. Serangan dari kedua belah pihak juga menyebabkan ribuan warga terluka.

Sementara itu menurut catatan resmi Kemenlu, terdapat 13 orang WNI yang menetap di wilayah sekitar Jalur Gaza, lokasi yang eskalasi konflik antara Palestina-Israel paling mengkhawatirkan. Mereka merupakan relawan kemanusiaan.













</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOS82LzE3MTkwMy81L3g4b29xbGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk bisa memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di Palestina. Permintaan itu didasari atas memanasnya konflik Israel-Palestina sejak akhir pekan lalu.
&quot;Pemerintah harus memastikan warga negara kita yang berada di sana dalam kondisi aman, tidak kekurangan bahan pokok. Karena selama perang, kebutuhan pokok sangat sulit sekali untuk didapatkan. Negara harus hadir memberikan bantuan secepatnya,&quot; kata Puan dalam keterangan resminya, Senin (9/10/2023).
Dengan adanya WNI di sekitar konflik Israel-Palestina, Puan mengatakan Kemenlu harus mengawasi perkembangan situasi di wilayah konflik dan siap melakukan evakuasi bila diperlukan untuk melindungi warga Indonesia yang berada di wilayah tersebut.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Dapat Dukungan Penuh dari Emak-Emak di Jatim Jadi Presiden

&quot;Jika memungkinkan dan memang harus dilakukan, Pemerintah harus mengambil langkah responsif dengan upaya evakuasi warga negara kita agar tidak menjadi korban peperangan,&quot; tutur Puan.
Terlepas dari itu, Puan prihatin dengan kondisi para korban akibat perang tersebut. Ia menilai, Indonesia harus mengambil langkah proaktif dalam mewujudkan perdamaian Israel-Palestina.

BACA JUGA:
ESDM: Program Bagi-Bagi 500 Unit Rice Cooker Gratis Hemat LPG 9,7 Juta Tabung 3 Kg

Apalagi, situasi konflik yang terjadi saat ini disebut cukup besar dan kondisinya lebih mencekam dari serangan sebelum-sebelumnya.
&quot;Indonesia harus menyampaikan sikap untuk meminta dihentikannya kekerasan dari eskalasi konflik antara Palestina-Israel ini. Hal tersebut demi menghindari bertambahnya korban kemanusiaan yang semakin hari semakin bertambah,&amp;rdquo; jelas Puan.Puan pun mendorong Indonesia untuk dapat menjadi penengah antara kedua negara agar peperangan dihentikan. Menurutnya, pemerintah perlu menyerukan pentingnya perdamaian dengan konsep dua negara berdaulat yang berdampingan.

&amp;ldquo;Konsep tersebut sesuai landasan yang telah lama diakui sebagai jalan menuju penyelesaian yang adil. Kita perlu menyampaikan agar kedua negara mengedepankan unsur dialog untuk mendinginkan situasi di sana dan terus bersuara kepada dunia untuk mendukung kemerdekaan Palestina,&amp;rdquo; ucap Puan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Tampang Teroris KKB Pelaku Pembunuhan Sadis Aktivis Papua Michelle Kurisi&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Karena perang tidak bisa dibenarkan dalam segi aspek manapun, warga yang akan terus-terus jadi korban,&amp;rdquo; tambahnya.

Puan mengatakan Indonesia harus menunjukkan sikap politik internasional yang bebas aktif sesuai amanat konstitusi.

&amp;ldquo;Indonesia juga perlu mengingatkan agar tidak ada satu negara pun yang mendukung peperangan antara Israel-Palestina berlanjut. Terlebih negara-negara adidaya yang memiliki kekuatan militer besar,&amp;rdquo; ungkap Puan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp8,3 Triliun, Wamen BUMN: Kita Beresin di China

Sekedar informasi, perang di jalur Gaza terjadi pada hari Sabtu (7/10/2023) malam. Akibat eskalasi konflik Israel dan Palestina kali ini, setidaknya sudah hampir seribu orang meninggal dunia. Serangan dari kedua belah pihak juga menyebabkan ribuan warga terluka.

Sementara itu menurut catatan resmi Kemenlu, terdapat 13 orang WNI yang menetap di wilayah sekitar Jalur Gaza, lokasi yang eskalasi konflik antara Palestina-Israel paling mengkhawatirkan. Mereka merupakan relawan kemanusiaan.













</content:encoded></item></channel></rss>
