<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soroti Penanganan Demo di Seruyan, DPR Ingatkan Polisi Kedepankan Unsur Preventif</title><description>Ia menilai, polisi gegabah saat menangani demo warga yang berujung ricuh tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/09/337/2898009/soroti-penanganan-demo-di-seruyan-dpr-ingatkan-polisi-kedepankan-unsur-preventif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/09/337/2898009/soroti-penanganan-demo-di-seruyan-dpr-ingatkan-polisi-kedepankan-unsur-preventif"/><item><title>Soroti Penanganan Demo di Seruyan, DPR Ingatkan Polisi Kedepankan Unsur Preventif</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/09/337/2898009/soroti-penanganan-demo-di-seruyan-dpr-ingatkan-polisi-kedepankan-unsur-preventif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/09/337/2898009/soroti-penanganan-demo-di-seruyan-dpr-ingatkan-polisi-kedepankan-unsur-preventif</guid><pubDate>Senin 09 Oktober 2023 19:33 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/09/337/2898009/soroti-penanganan-demo-di-seruyan-dpr-ingatkan-polisi-kedepankan-unsur-preventif-J4HINHNqn5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bentrokan di Seruyan (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/09/337/2898009/soroti-penanganan-demo-di-seruyan-dpr-ingatkan-polisi-kedepankan-unsur-preventif-J4HINHNqn5.jpg</image><title>Bentrokan di Seruyan (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOS8xLzE3MTkxMi81L3g4b291OWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi III DPR RI menyayangkan penanganan demo warga dengan polisi di kebun sawit, Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) yang menewaskan warga. Ia menilai, polisi gegabah saat menangani demo warga yang berujung ricuh tersebut.
&quot;Harusnya mengedepankan unsur preventif dalam menangani aksi demo apalagi yang dilakukan warga saat mereka menuntut haknya. Sebagai abdi negara, polisi seharusnya mengayomi masyarakat,&quot; kata Anggota Komisi III DPR RI, Gilang Dhilafarafez dalam keterangannya, Senin (9/10/2023).
Gilang pun mengecam aksi kekerasan yang terjadi. Apalagi, tindakan represi itu viral di media sosial. Dalam video yang beredar terlihat adanya sejumlah warga mengangkat rekannya yang terkapar bersimbah darah. Warga yang berdemo di kebun kelapa sawit berteriak-teriak meminta tolong agar temannya yang terluka dapat dievakuasi.

BACA JUGA:
Tewaskan 3 Pengendara Motor di Kemayoran, Pengemudi Mobil Terancam Jadi Tersangka

Di video yang lain terdengar juga berkali-kali suara letusan tembakan. Bahkan dari pengeras suara terdengar adanya perintah penembakan dari oknum polisi untuk membubarkan warga yang berdemo. Gilang mengatakan, penanganan aksi demo dari pihak aparat sudah keterlaluan.
&amp;ldquo;Dari video saja sudah terlihat sadis, cara aparat memperlakukan warga yang demo tidak manusiawi,&amp;rdquo; kata Gilang.

BACA JUGA:
Bappenas Minta Parpol hingga Capres Pelajari Visi Indonesia Emas 2045

Kendati demikian, Gilang meminta pihak kepolisian melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada seluruh anggotanya yang mengawal aksi demo tersebut. Meskipun, katanya, polisi telah membantah pernyataan warga yang menyebut penembakan dilakukan dengan peluru tajam.
&quot;Kalau hanya pakai peluru hampa atau peluru karet, masa sampai ada yang meninggal. Ini bukti polisi gegabah dalam menangani demo, dan masyarakat jadi korban lagi,&quot; tegas Gilang.Menurutnya, komitmen kepolisian untuk mengusut penembakan terhadap warga yang tengah berdemo di kebun sawit itu perlu.

&amp;ldquo;Hasil penyelidikan sangat ditunggu oleh masyarakat untuk mencari pelaku penembakan. Harus dicek secara keseluruhan dari semua pihak,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pantai di Gunungkidul Tercemar Limbah, Sandiaga : Jangan Sampai Dapat Peringatan dari UNESCO

Gilang pun mendorong adanya transparansi dalam mengungkap peristiwa yang menyebabkan nyawa warga melayang ini. Untuk itu, menurutnya, diperlukan keterlibatan instansi atau lembaga lain sehingga hasil investigasi tidak berat sebelah. Salah satunya adalah keterlibatan Komnas HAM.

&quot;Keterlibatan semua pihak atau stakeholder terkait sangat diperlukan untuk memastikan adanya transparansi dalam kejadian ini. Harus ada yang bertanggung jawab atas tewasnya seorang warga yang tengah menyuarakan aspirasinya di mana hak tersebut dilindungi dalam konstitusi,&quot; papar Gilang.

BACA JUGA:


Emergency! RI Tambah Impor Beras 1,5 Juta Ton&amp;nbsp;
Sekedar informasi, bentrokan antara pihak kepolisian dengan warga di kebun sawit, Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) terjadi saat aksi demo pada Sabtu (7/10/2023) kemarin.

Warga menuntut PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP) memenuhi janji untuk memberikan 20 persen kebun plasma dan kawasan hutan di luar Hak Guna Usaha (HGU). Demo dilakukan karena pihak perusahaan tak juga memenuhi kesepakatan setelah puluhan tahun berjanji.

Dalam aksi demo itu, diketahui tiga orang warga mengalami luka-luka akibat tindakan represif aparat kepolisian. Bahkan salah seorang warga tewas dengan luka tembak yang diduga dilakukan oleh oknum kepolisian.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOS8xLzE3MTkxMi81L3g4b291OWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi III DPR RI menyayangkan penanganan demo warga dengan polisi di kebun sawit, Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) yang menewaskan warga. Ia menilai, polisi gegabah saat menangani demo warga yang berujung ricuh tersebut.
&quot;Harusnya mengedepankan unsur preventif dalam menangani aksi demo apalagi yang dilakukan warga saat mereka menuntut haknya. Sebagai abdi negara, polisi seharusnya mengayomi masyarakat,&quot; kata Anggota Komisi III DPR RI, Gilang Dhilafarafez dalam keterangannya, Senin (9/10/2023).
Gilang pun mengecam aksi kekerasan yang terjadi. Apalagi, tindakan represi itu viral di media sosial. Dalam video yang beredar terlihat adanya sejumlah warga mengangkat rekannya yang terkapar bersimbah darah. Warga yang berdemo di kebun kelapa sawit berteriak-teriak meminta tolong agar temannya yang terluka dapat dievakuasi.

BACA JUGA:
Tewaskan 3 Pengendara Motor di Kemayoran, Pengemudi Mobil Terancam Jadi Tersangka

Di video yang lain terdengar juga berkali-kali suara letusan tembakan. Bahkan dari pengeras suara terdengar adanya perintah penembakan dari oknum polisi untuk membubarkan warga yang berdemo. Gilang mengatakan, penanganan aksi demo dari pihak aparat sudah keterlaluan.
&amp;ldquo;Dari video saja sudah terlihat sadis, cara aparat memperlakukan warga yang demo tidak manusiawi,&amp;rdquo; kata Gilang.

BACA JUGA:
Bappenas Minta Parpol hingga Capres Pelajari Visi Indonesia Emas 2045

Kendati demikian, Gilang meminta pihak kepolisian melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada seluruh anggotanya yang mengawal aksi demo tersebut. Meskipun, katanya, polisi telah membantah pernyataan warga yang menyebut penembakan dilakukan dengan peluru tajam.
&quot;Kalau hanya pakai peluru hampa atau peluru karet, masa sampai ada yang meninggal. Ini bukti polisi gegabah dalam menangani demo, dan masyarakat jadi korban lagi,&quot; tegas Gilang.Menurutnya, komitmen kepolisian untuk mengusut penembakan terhadap warga yang tengah berdemo di kebun sawit itu perlu.

&amp;ldquo;Hasil penyelidikan sangat ditunggu oleh masyarakat untuk mencari pelaku penembakan. Harus dicek secara keseluruhan dari semua pihak,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pantai di Gunungkidul Tercemar Limbah, Sandiaga : Jangan Sampai Dapat Peringatan dari UNESCO

Gilang pun mendorong adanya transparansi dalam mengungkap peristiwa yang menyebabkan nyawa warga melayang ini. Untuk itu, menurutnya, diperlukan keterlibatan instansi atau lembaga lain sehingga hasil investigasi tidak berat sebelah. Salah satunya adalah keterlibatan Komnas HAM.

&quot;Keterlibatan semua pihak atau stakeholder terkait sangat diperlukan untuk memastikan adanya transparansi dalam kejadian ini. Harus ada yang bertanggung jawab atas tewasnya seorang warga yang tengah menyuarakan aspirasinya di mana hak tersebut dilindungi dalam konstitusi,&quot; papar Gilang.

BACA JUGA:


Emergency! RI Tambah Impor Beras 1,5 Juta Ton&amp;nbsp;
Sekedar informasi, bentrokan antara pihak kepolisian dengan warga di kebun sawit, Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) terjadi saat aksi demo pada Sabtu (7/10/2023) kemarin.

Warga menuntut PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP) memenuhi janji untuk memberikan 20 persen kebun plasma dan kawasan hutan di luar Hak Guna Usaha (HGU). Demo dilakukan karena pihak perusahaan tak juga memenuhi kesepakatan setelah puluhan tahun berjanji.

Dalam aksi demo itu, diketahui tiga orang warga mengalami luka-luka akibat tindakan represif aparat kepolisian. Bahkan salah seorang warga tewas dengan luka tembak yang diduga dilakukan oleh oknum kepolisian.



</content:encoded></item></channel></rss>
