<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Israel-Palestina Harus Segera Dihentikan!</title><description>Menyerukan agar konflik dan kekerasan yang telah menimbulkan jatuhnya korban kemanusiaan tersebut segera dihentikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/09/337/2898077/perang-israel-palestina-harus-segera-dihentikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/09/337/2898077/perang-israel-palestina-harus-segera-dihentikan"/><item><title>Perang Israel-Palestina Harus Segera Dihentikan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/09/337/2898077/perang-israel-palestina-harus-segera-dihentikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/09/337/2898077/perang-israel-palestina-harus-segera-dihentikan</guid><pubDate>Senin 09 Oktober 2023 23:22 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/09/337/2898077/perang-israel-palestina-harus-segera-dihentikan-ttpDnm0Wwl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyerukan perang Israel-Palestina harus segera dihentikan (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/09/337/2898077/perang-israel-palestina-harus-segera-dihentikan-ttpDnm0Wwl.jpg</image><title>Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyerukan perang Israel-Palestina harus segera dihentikan (Foto : Istimewa)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOS8xLzE3MTkxOS81L3g4b294Z3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta agar perang antara Israel dan Palestina untuk segera dihentikan dengan segala daya upaya.

&quot;Menyerukan agar konflik dan kekerasan yang telah menimbulkan jatuhnya korban kemanusiaan tersebut segera dihentikan dengan segala daya upaya,&quot; kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Senin (9/10/2023).


BACA JUGA:
MUI Ingin Internasional Akui Kedaulatan Palestina: Jika Tidak, Maka Tak Akan Ada Kedamaian


PBNU, kata Gus Yahya, menyampaikan penyesalan dan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya eskalasi konflik dan kekerasan antara Israel dan Palestina di Kawasan Jalur Gaza.

&quot;Menyerukan kepada masyarakat internasional agar bertindak dengan lebih tegas (decisive) dalam mengupayakan penyelesaian yang adil atas konflik Israel-Palestina sesuai hukum dan kesepakatan internasional yang ada,&quot; ujarnya.


BACA JUGA:
Gempa M4,2 Guncang Ternate Maluku Utara


PBNU juga menyerukan kepada Anggota Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tidak menggunakan hak veto dalam membela satu pihak dalam tragedi kemanusiaan yang berkepanjangan tersebut.

Selain itu, PBNU juga meminta agar identitas dan seruan-seruan keagamaan tidak digunakan untuk memupuk dan menyuburkan permusuhan dan kebencian, termasuk dalam kaitan dengan konflik dan kekerasan Israel-Palestina.&quot;Menyerukan agar inspirasi agama tentang rahmah, persaudaraan dan keadilan universal dikedepankan demi mengupayakan resolusi konflik di semua tingkatan, baik di struktur politik maupun di tingkat komunitas,&quot; ujarnya.

Terkahir, Gus Yahya mengajak kepada umat Islam dan warga Nahdlatul Ulama untuk melakukan shalat ghaib dan doa bersama guna mendoakan arwah yang meninggal disebabkan eskalasi kekerasan serta mendoakan agar jalan perdamaian dan keadilan dapat segera diwujudkan.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOS8xLzE3MTkxOS81L3g4b294Z3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta agar perang antara Israel dan Palestina untuk segera dihentikan dengan segala daya upaya.

&quot;Menyerukan agar konflik dan kekerasan yang telah menimbulkan jatuhnya korban kemanusiaan tersebut segera dihentikan dengan segala daya upaya,&quot; kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Senin (9/10/2023).


BACA JUGA:
MUI Ingin Internasional Akui Kedaulatan Palestina: Jika Tidak, Maka Tak Akan Ada Kedamaian


PBNU, kata Gus Yahya, menyampaikan penyesalan dan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya eskalasi konflik dan kekerasan antara Israel dan Palestina di Kawasan Jalur Gaza.

&quot;Menyerukan kepada masyarakat internasional agar bertindak dengan lebih tegas (decisive) dalam mengupayakan penyelesaian yang adil atas konflik Israel-Palestina sesuai hukum dan kesepakatan internasional yang ada,&quot; ujarnya.


BACA JUGA:
Gempa M4,2 Guncang Ternate Maluku Utara


PBNU juga menyerukan kepada Anggota Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tidak menggunakan hak veto dalam membela satu pihak dalam tragedi kemanusiaan yang berkepanjangan tersebut.

Selain itu, PBNU juga meminta agar identitas dan seruan-seruan keagamaan tidak digunakan untuk memupuk dan menyuburkan permusuhan dan kebencian, termasuk dalam kaitan dengan konflik dan kekerasan Israel-Palestina.&quot;Menyerukan agar inspirasi agama tentang rahmah, persaudaraan dan keadilan universal dikedepankan demi mengupayakan resolusi konflik di semua tingkatan, baik di struktur politik maupun di tingkat komunitas,&quot; ujarnya.

Terkahir, Gus Yahya mengajak kepada umat Islam dan warga Nahdlatul Ulama untuk melakukan shalat ghaib dan doa bersama guna mendoakan arwah yang meninggal disebabkan eskalasi kekerasan serta mendoakan agar jalan perdamaian dan keadilan dapat segera diwujudkan.</content:encoded></item></channel></rss>
