<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasukan Merah Suku Dayak Tewas Ditembak Polisi, Panglima Jilah Ngamuk</title><description>Panglima Jilah mengutuk dan mengecam keras pelaku penembakan tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/09/340/2897564/pasukan-merah-suku-dayak-tewas-ditembak-polisi-panglima-jilah-ngamuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/09/340/2897564/pasukan-merah-suku-dayak-tewas-ditembak-polisi-panglima-jilah-ngamuk"/><item><title>Pasukan Merah Suku Dayak Tewas Ditembak Polisi, Panglima Jilah Ngamuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/09/340/2897564/pasukan-merah-suku-dayak-tewas-ditembak-polisi-panglima-jilah-ngamuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/09/340/2897564/pasukan-merah-suku-dayak-tewas-ditembak-polisi-panglima-jilah-ngamuk</guid><pubDate>Senin 09 Oktober 2023 11:13 WIB</pubDate><dc:creator>Sigit Dzakwan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/09/340/2897564/pasukan-merah-suku-dayak-tewas-ditembak-polisi-panglima-jilah-ngamuk-9SvhxmNVmT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima Jilah Kecam Penembakan Pasukan Merah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/09/340/2897564/pasukan-merah-suku-dayak-tewas-ditembak-polisi-panglima-jilah-ngamuk-9SvhxmNVmT.jpg</image><title>Panglima Jilah Kecam Penembakan Pasukan Merah</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOC8xLzE3MTgzNi81L3g4b25zeXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KALTENG - Pasukan Merah TBBR Taliu Borneo Suku Dayak tewas tertembak polisi saat aksi unjuk rasa di Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu, 7 Oktober 2023.
Panglima Jilah mengutuk dan mengecam keras pelaku penembakan tersebut. Dari video yang beredar, terlihat detik-detik korban tertembak hingga tewas di bagian dada hingga tembus ke belakang. Identitas korban yakni Gijik (35), petani Desa Bangkal. Korban lainnya yakni tertembak di perut Taufik Nurahman alias Upik.

BACA JUGA:
Panglima Jilah Minta Kuota Suku Dayak Masuk Polri dan TNI, Jokowi: Akan Dilaksanakan

Dalam rekaman yang beredar, rekan-rekan korban yang melihat keduanya tersungkur langsung menggotong dan diangkut menuju mobil untuk dibawa menuju puskesmas pembantu di desa bangkal.

BACA JUGA:
Mengenal Panglima Jilah, Pemimpin 44 Ribu Pasukan Merah Dayak yang Sakti Mandraguna

Korban Gijik dan Upik ini langsung ditangani tim medis Puskesmas Pembantu Desa Bangkal. Sayang, korban Gijik tak tertolong dan tewas. Ada satu korban lagi namun hanya luka parah atas nama Ambaryanto.
Panglima Jilah mengutuk dan mengecam aksi penembakan tersebut. Dia meminta Kapolri menindak oknum yang memerintah hingga menembak warga tersebut.
&quot;Saya mengutuk dan meminta yang menebak dan yang memerintahan menembak untuk segera dicopot dari jabatannya,&amp;rdquo;ujarnya dalam video yang beredar.&amp;ldquo;Saya yakin pihak kepolisian berpihak kepada yang adil dan menjadi pelindung dan pengayom masyarakat. Saya yakin dengan ini pak Kapolri akan mengambil kebijaksaan dan mengambil tindakan yang tegas kepada kepolisian yang menembak dan melindungi perusahaan,&quot;pungkasnya.

Sebelumnya, demo rusuh terjadi di Seruyan. Kerusuhan terjadi di lokasi PT Hamparan Mas Sawit Bangun Persada. Warga menuntut plasa sawit sebesar 20 persen untuk warga sekitar perusahaan. Namun setelah adanya pertemuan, pihak perusahaan tak menyetujui permintaan masyarakat dan akhirnya bentrok dengan aparat. Satu orang tewas dan satu orang tertembak di bagian pinggang.

</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOC8xLzE3MTgzNi81L3g4b25zeXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KALTENG - Pasukan Merah TBBR Taliu Borneo Suku Dayak tewas tertembak polisi saat aksi unjuk rasa di Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu, 7 Oktober 2023.
Panglima Jilah mengutuk dan mengecam keras pelaku penembakan tersebut. Dari video yang beredar, terlihat detik-detik korban tertembak hingga tewas di bagian dada hingga tembus ke belakang. Identitas korban yakni Gijik (35), petani Desa Bangkal. Korban lainnya yakni tertembak di perut Taufik Nurahman alias Upik.

BACA JUGA:
Panglima Jilah Minta Kuota Suku Dayak Masuk Polri dan TNI, Jokowi: Akan Dilaksanakan

Dalam rekaman yang beredar, rekan-rekan korban yang melihat keduanya tersungkur langsung menggotong dan diangkut menuju mobil untuk dibawa menuju puskesmas pembantu di desa bangkal.

BACA JUGA:
Mengenal Panglima Jilah, Pemimpin 44 Ribu Pasukan Merah Dayak yang Sakti Mandraguna

Korban Gijik dan Upik ini langsung ditangani tim medis Puskesmas Pembantu Desa Bangkal. Sayang, korban Gijik tak tertolong dan tewas. Ada satu korban lagi namun hanya luka parah atas nama Ambaryanto.
Panglima Jilah mengutuk dan mengecam aksi penembakan tersebut. Dia meminta Kapolri menindak oknum yang memerintah hingga menembak warga tersebut.
&quot;Saya mengutuk dan meminta yang menebak dan yang memerintahan menembak untuk segera dicopot dari jabatannya,&amp;rdquo;ujarnya dalam video yang beredar.&amp;ldquo;Saya yakin pihak kepolisian berpihak kepada yang adil dan menjadi pelindung dan pengayom masyarakat. Saya yakin dengan ini pak Kapolri akan mengambil kebijaksaan dan mengambil tindakan yang tegas kepada kepolisian yang menembak dan melindungi perusahaan,&quot;pungkasnya.

Sebelumnya, demo rusuh terjadi di Seruyan. Kerusuhan terjadi di lokasi PT Hamparan Mas Sawit Bangun Persada. Warga menuntut plasa sawit sebesar 20 persen untuk warga sekitar perusahaan. Namun setelah adanya pertemuan, pihak perusahaan tak menyetujui permintaan masyarakat dan akhirnya bentrok dengan aparat. Satu orang tewas dan satu orang tertembak di bagian pinggang.

</content:encoded></item></channel></rss>
