<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bantu Sekutunya, AS Pasok Bantuan Pertahanan Udara, Amunisi hingga Keamanan ke Israel</title><description>AS belum merinci sejauh mana permintaan bantuan keamanan Israel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/10/18/2898267/bantu-sekutunya-as-pasok-bantuan-pertahanan-udara-amunisi-hingga-keamanan-ke-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/10/18/2898267/bantu-sekutunya-as-pasok-bantuan-pertahanan-udara-amunisi-hingga-keamanan-ke-israel"/><item><title>Bantu Sekutunya, AS Pasok Bantuan Pertahanan Udara, Amunisi hingga Keamanan ke Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/10/18/2898267/bantu-sekutunya-as-pasok-bantuan-pertahanan-udara-amunisi-hingga-keamanan-ke-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/10/18/2898267/bantu-sekutunya-as-pasok-bantuan-pertahanan-udara-amunisi-hingga-keamanan-ke-israel</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2023 10:51 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/10/18/2898267/bantu-sekutunya-as-pasok-bantuan-pertahanan-udara-amunisi-hingga-keamanan-ke-israel-mZbeBMcQpx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">AS pasok bantuan pertahanan udara hingga keamanan ke Israel (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/10/18/2898267/bantu-sekutunya-as-pasok-bantuan-pertahanan-udara-amunisi-hingga-keamanan-ke-israel-mZbeBMcQpx.jpg</image><title>AS pasok bantuan pertahanan udara hingga keamanan ke Israel (Foto: AP)</title></images><description>NEW YORK &amp;ndash; Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah meningkatkan pasokan baru pertahanan udara, amunisi dan bantuan keamanan lainnya ke Israel untuk membantu merespons serangan Hamas pada akhir pekan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
&amp;ldquo;Pesawat-pesawat sudah lepas landas,&amp;rdquo; kata pejabat AS, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya kepada wartawan Pentagon, dikutip Reuters.

&amp;ldquo;Kami meningkatkan dukungan kepada Israel. Kami terus menjalin kontak dengan rekan-rekan kami di Israel untuk menentukan dan kemudian mendukung kebutuhan mereka yang paling mendesak,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Perang Israel-Hamas, 12 Warga Thailand Terbunuh dan 11 Diculik

AS belum merinci sejauh mana permintaan bantuan keamanan Israel. Namun pejabat pertahanan AS mengatakan Washington menghubungi industri pertahanan untuk mempercepat penundaan pesanan Israel, dan melihat persediaan militer AS sendiri untuk membantu mengisi kekosongan yang ada di Israel.



BACA JUGA:
Netanyahu Peringatkan Israel Akan Serang Hamas dengan Kekuatan Besar yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya


Pejabat tersebut juga tampaknya menepis kekhawatiran bahwa AS  mungkin akan kesulitan untuk memasok Israel pada saat yang sama ketika mereka menyalurkan persenjataan ke Ukraina.
&amp;ldquo;Kami dapat melanjutkan dukungan kami kepada Ukraina, Israel, dan menjaga kesiapan global kami,&amp;rdquo; kata pejabat itu.
Pejabat senior AS tersebut membandingkan serangan Hamas dengan &amp;lsquo;kebiadaban setingkat ISIS&amp;rsquo;. Hal ini juga sempat dilontarkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, yang juga mengatakan pada Senin (9/10/2023) bahwa serangan Hamas serupa dengan serangan yang dilakukan oleh kelompok jihad Negara Islam (ISIS).



Juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan kepada wartawan pada Senin (9/10/2023) bahwa AS tidak berniat mengerahkan militernya. Namun ia menambahkan bahwa Presiden AS Joe Biden &amp;ldquo;akan selalu memastikan bahwa kami melindungi dan membela kepentingan keamanan nasional kami.&amp;rdquo;

Seperti diketahui, Kelompok Islam Palestina Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel pada Sabtu (7/10/2023), menewaskan ratusan warga Israel dan menyandera puluhan orang. Serangan tersebut menyebabkan Israel menyatakan perang, dan kekerasan yang meningkat mengancam akan memulai perang besar baru di Timur Tengah.

</description><content:encoded>NEW YORK &amp;ndash; Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah meningkatkan pasokan baru pertahanan udara, amunisi dan bantuan keamanan lainnya ke Israel untuk membantu merespons serangan Hamas pada akhir pekan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
&amp;ldquo;Pesawat-pesawat sudah lepas landas,&amp;rdquo; kata pejabat AS, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya kepada wartawan Pentagon, dikutip Reuters.

&amp;ldquo;Kami meningkatkan dukungan kepada Israel. Kami terus menjalin kontak dengan rekan-rekan kami di Israel untuk menentukan dan kemudian mendukung kebutuhan mereka yang paling mendesak,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Perang Israel-Hamas, 12 Warga Thailand Terbunuh dan 11 Diculik

AS belum merinci sejauh mana permintaan bantuan keamanan Israel. Namun pejabat pertahanan AS mengatakan Washington menghubungi industri pertahanan untuk mempercepat penundaan pesanan Israel, dan melihat persediaan militer AS sendiri untuk membantu mengisi kekosongan yang ada di Israel.



BACA JUGA:
Netanyahu Peringatkan Israel Akan Serang Hamas dengan Kekuatan Besar yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya


Pejabat tersebut juga tampaknya menepis kekhawatiran bahwa AS  mungkin akan kesulitan untuk memasok Israel pada saat yang sama ketika mereka menyalurkan persenjataan ke Ukraina.
&amp;ldquo;Kami dapat melanjutkan dukungan kami kepada Ukraina, Israel, dan menjaga kesiapan global kami,&amp;rdquo; kata pejabat itu.
Pejabat senior AS tersebut membandingkan serangan Hamas dengan &amp;lsquo;kebiadaban setingkat ISIS&amp;rsquo;. Hal ini juga sempat dilontarkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, yang juga mengatakan pada Senin (9/10/2023) bahwa serangan Hamas serupa dengan serangan yang dilakukan oleh kelompok jihad Negara Islam (ISIS).



Juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan kepada wartawan pada Senin (9/10/2023) bahwa AS tidak berniat mengerahkan militernya. Namun ia menambahkan bahwa Presiden AS Joe Biden &amp;ldquo;akan selalu memastikan bahwa kami melindungi dan membela kepentingan keamanan nasional kami.&amp;rdquo;

Seperti diketahui, Kelompok Islam Palestina Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel pada Sabtu (7/10/2023), menewaskan ratusan warga Israel dan menyandera puluhan orang. Serangan tersebut menyebabkan Israel menyatakan perang, dan kekerasan yang meningkat mengancam akan memulai perang besar baru di Timur Tengah.

</content:encoded></item></channel></rss>
