<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bikin Merinding, Kisah Tukang Skoteng Digoda Noni Belanda Penunggu Gedung Tua Polsek Palmerah</title><description>Pedagang sekoteng melewati Mapolsek Palmerah, Jakarta Barat sekitar pukul 22.00 WIB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/10/337/2898163/bikin-merinding-kisah-tukang-skoteng-digoda-noni-belanda-penunggu-gedung-tua-polsek-palmerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/10/337/2898163/bikin-merinding-kisah-tukang-skoteng-digoda-noni-belanda-penunggu-gedung-tua-polsek-palmerah"/><item><title>Bikin Merinding, Kisah Tukang Skoteng Digoda Noni Belanda Penunggu Gedung Tua Polsek Palmerah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/10/337/2898163/bikin-merinding-kisah-tukang-skoteng-digoda-noni-belanda-penunggu-gedung-tua-polsek-palmerah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/10/337/2898163/bikin-merinding-kisah-tukang-skoteng-digoda-noni-belanda-penunggu-gedung-tua-polsek-palmerah</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2023 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/10/337/2898163/bikin-merinding-kisah-tukang-skoteng-digoda-noni-belanda-penunggu-gedung-tua-polsek-palmerah-GCbp5HfKuJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gedung tua di Mapolsek Palmerah (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/10/337/2898163/bikin-merinding-kisah-tukang-skoteng-digoda-noni-belanda-penunggu-gedung-tua-polsek-palmerah-GCbp5HfKuJ.jpg</image><title>Gedung tua di Mapolsek Palmerah (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Pedagang sekoteng melewati Mapolsek Palmerah, Jakarta Barat sekitar pukul 22.00 WIB. Di malam yang sunyi, dirinya membawa gerobak dan mengetukkan mangkuk kecil dengan sendoknya.

Pedagang tersebut melintas dari kompleks rumah Polri sisi utara gedung utama Polsek. Hingga kemudian tepat di sisi gedung tua, jendela kayu besar setinggi dua meter terbuka. Munculah perempuan cantik berwajah blasteran memakai pakaian mirip kebaya berwarna putih memanggil.

&amp;ldquo;Bang pesen satu,&amp;rdquo; ucap perempuan itu seraya menongolkan wajahnya, dikutip Sindonews.

BACA JUGA:
Pembunuh Mantan Pacar Pakai Kloset Divonis 15 Tahun Penjara, Keluarga Korban Kecewa


Seketika jendela tua itu kembali ditutup. Sementara pedagang sekoteng yang tak menaruh curiga langsung meminggirkan gerobaknya dan bersigap menyiapkan semangkuk sekoteng hangat.

Lima menit kemudian, ia mengantarkan semangkuk sekoteng ke perempuan itu melalui pintu lobi gedung Polsek. Pedagang tersebut sempat merasa heran karena kondisi lobi Polsek sepi. Tidak ada satu pun orang maupun polisi di sekitar gedung tua itu.
&amp;ldquo;Bu..bu..mbaa..mbaa..,&amp;rdquo; teriak pedagang membawa nampan dengan semangkuk sekoteng.

BACA JUGA:
Kala Raja Kediri Bikin Kaum Brahmana Murka&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Selang beberapa menit, tak ada satu pun orang yang menjawab. Hanya hembusan angin dingin yang terasa. Suasana malam itu kian aneh. Duduk di kursi, si pedagang yang penasaran itu setia menunggu perempuan blasteran, namun hingga lima menit tak kunjung datang.

Kepala SPK Polsek Palmerah Ipda Tugiyanto yang tengah berada di ruang SPKT seberang gedung utama langsung mendatangi lobi Polsek karena melihat keberadaan pedagangan tersebut dan menanyakan maksudnya duduk di lobi.



&amp;ldquo;Kenapa bang?&amp;rdquo; katanya.



&amp;ldquo;Ini tadi ada wanita yang pesan,&amp;rdquo; jawab pedagang sekoteng.

BACA JUGA:
Sejarah Pasar Tanah Abang, Dahulu Kala Pernah Dibakar dan Hanya Buka di Hari Sabtu




Tugi bertanya heran tak ada satu pun perempuan maupun orang di gedung itu. Kemudian, ie mengungkapkan bahwa saat ini polisi sedang berpatroli dan akan kembali lewat tengah malam. Sejumlah polisi bertugas patroli mengawasi PSBB yang kala itu diberlakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.



Tugi lantas mengajak pedagang itu masuk gedung utama mengecek satu per satu ruangan di sana. &amp;ldquo;Ayo kalo enggak percaya saya antar juga ke atas,&amp;rdquo; kata Tugi.

BACA JUGA:
Perang Israel-Palestina, Gus Yahya: Masyarakat Internasional Harus Bertindak Lebih Tegas




Baru melangkah, wajah pedagang itu mendadak pucat. Tangan dan kakinya sedikit gemetar. Nampan yang dipegangnya kemudian bergoyang. Membuat air sekoteng tumpah. Tak banyak bicara, pedagang itu bergegas kembali ke gerobaknya membawa sekoteng yang mulai dingin.



Usai menaruh mangkuk di atas gerobak, pedagang langsung berjalan cepat tanpa mengucapkan salam. Pedagang sekoteng itu tak pernah melintas di Polsek Palmerah. Peristiwa itu terjadi pada pertengahan Desember 2020.</description><content:encoded>JAKARTA - Pedagang sekoteng melewati Mapolsek Palmerah, Jakarta Barat sekitar pukul 22.00 WIB. Di malam yang sunyi, dirinya membawa gerobak dan mengetukkan mangkuk kecil dengan sendoknya.

Pedagang tersebut melintas dari kompleks rumah Polri sisi utara gedung utama Polsek. Hingga kemudian tepat di sisi gedung tua, jendela kayu besar setinggi dua meter terbuka. Munculah perempuan cantik berwajah blasteran memakai pakaian mirip kebaya berwarna putih memanggil.

&amp;ldquo;Bang pesen satu,&amp;rdquo; ucap perempuan itu seraya menongolkan wajahnya, dikutip Sindonews.

BACA JUGA:
Pembunuh Mantan Pacar Pakai Kloset Divonis 15 Tahun Penjara, Keluarga Korban Kecewa


Seketika jendela tua itu kembali ditutup. Sementara pedagang sekoteng yang tak menaruh curiga langsung meminggirkan gerobaknya dan bersigap menyiapkan semangkuk sekoteng hangat.

Lima menit kemudian, ia mengantarkan semangkuk sekoteng ke perempuan itu melalui pintu lobi gedung Polsek. Pedagang tersebut sempat merasa heran karena kondisi lobi Polsek sepi. Tidak ada satu pun orang maupun polisi di sekitar gedung tua itu.
&amp;ldquo;Bu..bu..mbaa..mbaa..,&amp;rdquo; teriak pedagang membawa nampan dengan semangkuk sekoteng.

BACA JUGA:
Kala Raja Kediri Bikin Kaum Brahmana Murka&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Selang beberapa menit, tak ada satu pun orang yang menjawab. Hanya hembusan angin dingin yang terasa. Suasana malam itu kian aneh. Duduk di kursi, si pedagang yang penasaran itu setia menunggu perempuan blasteran, namun hingga lima menit tak kunjung datang.

Kepala SPK Polsek Palmerah Ipda Tugiyanto yang tengah berada di ruang SPKT seberang gedung utama langsung mendatangi lobi Polsek karena melihat keberadaan pedagangan tersebut dan menanyakan maksudnya duduk di lobi.



&amp;ldquo;Kenapa bang?&amp;rdquo; katanya.



&amp;ldquo;Ini tadi ada wanita yang pesan,&amp;rdquo; jawab pedagang sekoteng.

BACA JUGA:
Sejarah Pasar Tanah Abang, Dahulu Kala Pernah Dibakar dan Hanya Buka di Hari Sabtu




Tugi bertanya heran tak ada satu pun perempuan maupun orang di gedung itu. Kemudian, ie mengungkapkan bahwa saat ini polisi sedang berpatroli dan akan kembali lewat tengah malam. Sejumlah polisi bertugas patroli mengawasi PSBB yang kala itu diberlakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.



Tugi lantas mengajak pedagang itu masuk gedung utama mengecek satu per satu ruangan di sana. &amp;ldquo;Ayo kalo enggak percaya saya antar juga ke atas,&amp;rdquo; kata Tugi.

BACA JUGA:
Perang Israel-Palestina, Gus Yahya: Masyarakat Internasional Harus Bertindak Lebih Tegas




Baru melangkah, wajah pedagang itu mendadak pucat. Tangan dan kakinya sedikit gemetar. Nampan yang dipegangnya kemudian bergoyang. Membuat air sekoteng tumpah. Tak banyak bicara, pedagang itu bergegas kembali ke gerobaknya membawa sekoteng yang mulai dingin.



Usai menaruh mangkuk di atas gerobak, pedagang langsung berjalan cepat tanpa mengucapkan salam. Pedagang sekoteng itu tak pernah melintas di Polsek Palmerah. Peristiwa itu terjadi pada pertengahan Desember 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
