<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bung Karno: Selama Palestina Belum Merdeka, Selama Itulah Indonesia Berdiri Tantang Penjajahan Israel</title><description>ndonesia merupakan negara yang akan terus memperjuangkan kemerdekaan negara yang berada di Tanah Syam itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/10/337/2898532/bung-karno-selama-palestina-belum-merdeka-selama-itulah-indonesia-berdiri-tantang-penjajahan-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/10/337/2898532/bung-karno-selama-palestina-belum-merdeka-selama-itulah-indonesia-berdiri-tantang-penjajahan-israel"/><item><title>Bung Karno: Selama Palestina Belum Merdeka, Selama Itulah Indonesia Berdiri Tantang Penjajahan Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/10/337/2898532/bung-karno-selama-palestina-belum-merdeka-selama-itulah-indonesia-berdiri-tantang-penjajahan-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/10/337/2898532/bung-karno-selama-palestina-belum-merdeka-selama-itulah-indonesia-berdiri-tantang-penjajahan-israel</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2023 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/10/337/2898532/bung-karno-selama-palestina-belum-merdeka-selama-itulah-indonesia-berdiri-tantang-penjajahan-israel-Xl5Uley6hb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bung Karno (Foto: istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/10/337/2898532/bung-karno-selama-palestina-belum-merdeka-selama-itulah-indonesia-berdiri-tantang-penjajahan-israel-Xl5Uley6hb.jpg</image><title>Bung Karno (Foto: istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk1MS81L3g4b3BwM2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bangsa Indonesia akan selalu menjadi barisan pembela Palestina. Indonesia merupakan negara yang akan terus memperjuangkan kemerdekaan negara yang berada di Tanah Syam itu.
Dukungan kepada Palestina telah diberikan sejak zaman Presiden pertama sekaligus proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno atau  Bung Karno.
Dalam pidatonya, Bung karno pernah menegaskan bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.

BACA JUGA:
Mengapa Israel Bisa Kecolongan Dibombardir dengan Mudah Pasukan Hamas?

&quot;Dukungan Bung Karno terhadap kemerdekaan Palestina tak terbantahkan dan selalu konsisten. Bukan sekedar lewat kata-kata, tapi juga dibuktikan melalui tindakan nyata,&quot; tulis channel youtube PDI Perjuangan, Senin (17/5/2021).

BACA JUGA:
Berapa Mobil Hassanal Bolkiah? Sang Sultan Brunei Darussalam Paling Tajir Melintir

Dukungan Bung Karno terhadap Palestina ditunjukkan saat mulai menggagas Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1953. Dalam forum tersebut, Indonesia dan Pakistan menolak keras diikutsertakannya Israel dalam konferensi tersebut.
Seiring berjalannya waktu, Bung Karno menilai Israel yang didirikan atas bantuan Inggris merupakan bentuk nyata kolonialisme baru yang mengancam perdamaian dunia. Menyikapi hal tersebut, saat penyelenggaraan Konfrensi Asia Afrika (KAA) pada 1955, Soekarno mengundang Palestina meskipun saat itu belum diakui sebagai negara merdeka. Mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mewakili kepentingan Palestina.Dalam pidato pembukaan KAA, Soekarno secara lantang memberikan dukungan kepada negara-negara yang masih mengalami penjajahan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Alasan Anak Muda Lebih Suka Minum Kopi Decaf

&quot;Kolonialisme belum mati, hanya berubah bentuknya. Neokolonialisme itu ada di berbagai penjuru bumi, seperti Vietnam, Palestina, Al-jazair, dan seterusnya,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Live di RCTI: Ini Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia!&amp;nbsp;

Semangat yang menyuarakan antiimprealisme dan kolonialisme bergaung hingga negeri Palestina. Bahkan, pidato pembukaan Soekarno di KAA juga menginspirasi tokoh perjuangan kemerdekaan Yasser Arafat.

&quot;Pidato tersebut juga menjadi dukungan moril bagi ribuan pejuang kemerdekaan Palestina lainnya,&quot; pungkasnya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk1MS81L3g4b3BwM2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bangsa Indonesia akan selalu menjadi barisan pembela Palestina. Indonesia merupakan negara yang akan terus memperjuangkan kemerdekaan negara yang berada di Tanah Syam itu.
Dukungan kepada Palestina telah diberikan sejak zaman Presiden pertama sekaligus proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno atau  Bung Karno.
Dalam pidatonya, Bung karno pernah menegaskan bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.

BACA JUGA:
Mengapa Israel Bisa Kecolongan Dibombardir dengan Mudah Pasukan Hamas?

&quot;Dukungan Bung Karno terhadap kemerdekaan Palestina tak terbantahkan dan selalu konsisten. Bukan sekedar lewat kata-kata, tapi juga dibuktikan melalui tindakan nyata,&quot; tulis channel youtube PDI Perjuangan, Senin (17/5/2021).

BACA JUGA:
Berapa Mobil Hassanal Bolkiah? Sang Sultan Brunei Darussalam Paling Tajir Melintir

Dukungan Bung Karno terhadap Palestina ditunjukkan saat mulai menggagas Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1953. Dalam forum tersebut, Indonesia dan Pakistan menolak keras diikutsertakannya Israel dalam konferensi tersebut.
Seiring berjalannya waktu, Bung Karno menilai Israel yang didirikan atas bantuan Inggris merupakan bentuk nyata kolonialisme baru yang mengancam perdamaian dunia. Menyikapi hal tersebut, saat penyelenggaraan Konfrensi Asia Afrika (KAA) pada 1955, Soekarno mengundang Palestina meskipun saat itu belum diakui sebagai negara merdeka. Mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mewakili kepentingan Palestina.Dalam pidato pembukaan KAA, Soekarno secara lantang memberikan dukungan kepada negara-negara yang masih mengalami penjajahan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Alasan Anak Muda Lebih Suka Minum Kopi Decaf

&quot;Kolonialisme belum mati, hanya berubah bentuknya. Neokolonialisme itu ada di berbagai penjuru bumi, seperti Vietnam, Palestina, Al-jazair, dan seterusnya,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Live di RCTI: Ini Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia!&amp;nbsp;

Semangat yang menyuarakan antiimprealisme dan kolonialisme bergaung hingga negeri Palestina. Bahkan, pidato pembukaan Soekarno di KAA juga menginspirasi tokoh perjuangan kemerdekaan Yasser Arafat.

&quot;Pidato tersebut juga menjadi dukungan moril bagi ribuan pejuang kemerdekaan Palestina lainnya,&quot; pungkasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
