<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Keluarga Korban Penganiayaan Anak DPR Minta Pelaku Dihukum Berat </title><description>&quot;Ya penginnya dihukum seberat-beratnya, kita kan nggak bisa, ada kuasa hukum ada polisi ya, pengin dihukum seberat-beratnya,&quot; ujar Tuti</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/10/525/2898771/keluarga-korban-penganiayaan-anak-dpr-minta-pelaku-dihukum-berat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/10/525/2898771/keluarga-korban-penganiayaan-anak-dpr-minta-pelaku-dihukum-berat"/><item><title>   Keluarga Korban Penganiayaan Anak DPR Minta Pelaku Dihukum Berat </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/10/525/2898771/keluarga-korban-penganiayaan-anak-dpr-minta-pelaku-dihukum-berat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/10/525/2898771/keluarga-korban-penganiayaan-anak-dpr-minta-pelaku-dihukum-berat</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2023 21:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dharmawan Hadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/10/525/2898771/keluarga-korban-penganiayaan-anak-dpr-minta-pelaku-dihukum-berat-nCdWIoRJ6a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keluarga harap pelaku penganiayaan yang juga anak DPR dihukum berat (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/10/525/2898771/keluarga-korban-penganiayaan-anak-dpr-minta-pelaku-dihukum-berat-nCdWIoRJ6a.jpg</image><title>Keluarga harap pelaku penganiayaan yang juga anak DPR dihukum berat (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk3MC81L3g4b3B4cmQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUKABUMI - Keluarga Dini Sera Afrianti alias Andini (27) yang tewas dianiaya oleh pacarnya, meminta hukuman seberat-beratnya kepada terduga pelaku yang merupakan seorang anak anggota DPR RI.
Hal tersebut dikatakan ibu korban, Tuti Herawati (54) saat diwawancara wartawan yang datang ke kediaman di Kampung Gunungguruh Girang, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (10/10/2023).
&quot;Ya penginnya dihukum seberat-beratnya, kita kan nggak bisa, ada kuasa hukum ada polisi ya, pengin dihukum seberat-beratnya,&quot; ujar Tuti kepada MNC Portal Indonesia.
Titi menceritakan awal kejadian korban meninggalkan rumah pada 12 tahun silam. Saat itu Dini yang mau bekerja di pabrik garmen dan baru melahirkan anak yang masih berusia 4 bulan tiba-tiba menghilang dan tidak ada kabar.

BACA JUGA:
Transformasi Budaya Safety, Pelindo TPK Bentuk Tim Safety Champion

&quot;(Awal hilang) waktu anak (usia) 4 bulan mau kerja ke (pabrik garmen) Longvin. Kalau gajian kata saya buat beli susu. Nah udah gitu dijemput ke pabrik tiba-tiba udah nggak ada. Dicariin sama saya juga nyampai abis satu motor tapi masih nggak ketemu,&quot; ujar Tuti.

BACA JUGA:
Gara-Gara Hal Ini, Marc Marquez Janji Perlihatkan Pertunjukan Terbaik di MotoGP Mandalika 2023

Lebih lanjut Tuti mengatakan, setelah 8 tahun tiba-tiba adik dan kakak korban menerima kabar dan memberitahu kepada dirinya bahwa Dini ada di Instagram. Semenjak itu komunikasi dirinya dengan Dini terjalin hingga malam terakhir sebelum tewas dianiaya pacarnya.
&quot;Terakhir kontak, malam pas mau meninggal, malam Rabu sama anaknya. Kan saya sakit, diam di kamar, dengerin suara anaknya yang ngobrol minta dibeliin sepatu. Kan manggilnya nggak mamah, 'eni, ni ndes pengen sepatu, lampu disko sama tas',&quot; ujar Tuti.Tuti menjelaskan selama komunikasi dengan dirinya, Dini tidak pernah sama sekali cerita sering disiksa. Bahkan Dini rela diduakan cintanya oleh terduga pelaku karena sudah sangat mencintai Ronald.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Viral, Sepasang Kekasih Curi Motor Dari Halaman Rumah Warga di Koja

&quot;Kemarin saya cerita sama ibu kos, bu bagaimana Andin kelakuannya, Andin itu selalu murung, dulu dia ceria, murung kenapa? Nggak tahu lah, katanya pacarnya galak, itu kata ibu kos dulu. Kalau yang dulu pacaranya baik ngasih HP Rp15 juta, kalau sekarang galak, (suka) dipukulin,&quot; ujar Tuti.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Datangi INU Tasikmalaya, Ganjar Didatangi Siswa MTs yang Minta Dipeluk

Tuti sempat bahagia mendengar anaknya akan pulang ke Sukabumi, namun saat dikasih tahu suaminya yang pulang hanya jasadnya karena sudah meninggal, dirinya langsung pingsan setelah mendengar kabar duka tersebut.

&quot;Tiba-tiba adiknya bilang, Mah, Dini mau pulang, alhamdulillah. Kata bapaknya bukan alhamdulillah, mayat ini mah. Saya langsung lah (pingsan) terus polisi bilang katanya (sakit) jantung sama lambung,&quot; ujar Tuti.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk3MC81L3g4b3B4cmQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUKABUMI - Keluarga Dini Sera Afrianti alias Andini (27) yang tewas dianiaya oleh pacarnya, meminta hukuman seberat-beratnya kepada terduga pelaku yang merupakan seorang anak anggota DPR RI.
Hal tersebut dikatakan ibu korban, Tuti Herawati (54) saat diwawancara wartawan yang datang ke kediaman di Kampung Gunungguruh Girang, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (10/10/2023).
&quot;Ya penginnya dihukum seberat-beratnya, kita kan nggak bisa, ada kuasa hukum ada polisi ya, pengin dihukum seberat-beratnya,&quot; ujar Tuti kepada MNC Portal Indonesia.
Titi menceritakan awal kejadian korban meninggalkan rumah pada 12 tahun silam. Saat itu Dini yang mau bekerja di pabrik garmen dan baru melahirkan anak yang masih berusia 4 bulan tiba-tiba menghilang dan tidak ada kabar.

BACA JUGA:
Transformasi Budaya Safety, Pelindo TPK Bentuk Tim Safety Champion

&quot;(Awal hilang) waktu anak (usia) 4 bulan mau kerja ke (pabrik garmen) Longvin. Kalau gajian kata saya buat beli susu. Nah udah gitu dijemput ke pabrik tiba-tiba udah nggak ada. Dicariin sama saya juga nyampai abis satu motor tapi masih nggak ketemu,&quot; ujar Tuti.

BACA JUGA:
Gara-Gara Hal Ini, Marc Marquez Janji Perlihatkan Pertunjukan Terbaik di MotoGP Mandalika 2023

Lebih lanjut Tuti mengatakan, setelah 8 tahun tiba-tiba adik dan kakak korban menerima kabar dan memberitahu kepada dirinya bahwa Dini ada di Instagram. Semenjak itu komunikasi dirinya dengan Dini terjalin hingga malam terakhir sebelum tewas dianiaya pacarnya.
&quot;Terakhir kontak, malam pas mau meninggal, malam Rabu sama anaknya. Kan saya sakit, diam di kamar, dengerin suara anaknya yang ngobrol minta dibeliin sepatu. Kan manggilnya nggak mamah, 'eni, ni ndes pengen sepatu, lampu disko sama tas',&quot; ujar Tuti.Tuti menjelaskan selama komunikasi dengan dirinya, Dini tidak pernah sama sekali cerita sering disiksa. Bahkan Dini rela diduakan cintanya oleh terduga pelaku karena sudah sangat mencintai Ronald.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Viral, Sepasang Kekasih Curi Motor Dari Halaman Rumah Warga di Koja

&quot;Kemarin saya cerita sama ibu kos, bu bagaimana Andin kelakuannya, Andin itu selalu murung, dulu dia ceria, murung kenapa? Nggak tahu lah, katanya pacarnya galak, itu kata ibu kos dulu. Kalau yang dulu pacaranya baik ngasih HP Rp15 juta, kalau sekarang galak, (suka) dipukulin,&quot; ujar Tuti.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Datangi INU Tasikmalaya, Ganjar Didatangi Siswa MTs yang Minta Dipeluk

Tuti sempat bahagia mendengar anaknya akan pulang ke Sukabumi, namun saat dikasih tahu suaminya yang pulang hanya jasadnya karena sudah meninggal, dirinya langsung pingsan setelah mendengar kabar duka tersebut.

&quot;Tiba-tiba adiknya bilang, Mah, Dini mau pulang, alhamdulillah. Kata bapaknya bukan alhamdulillah, mayat ini mah. Saya langsung lah (pingsan) terus polisi bilang katanya (sakit) jantung sama lambung,&quot; ujar Tuti.

</content:encoded></item></channel></rss>
