<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belasan Warga Geruduk Polsek Bontoala, Minta Keadilan Kasus Kematian Seorang Remaja</title><description>Kedatangan mereka untuk menuntut keadilan atas kematian seorang remaja yang dinilai janggal 4 Agustus 2023 lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/10/609/2898101/belasan-warga-geruduk-polsek-bontoala-minta-keadilan-kasus-kematian-seorang-remaja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/10/609/2898101/belasan-warga-geruduk-polsek-bontoala-minta-keadilan-kasus-kematian-seorang-remaja"/><item><title>Belasan Warga Geruduk Polsek Bontoala, Minta Keadilan Kasus Kematian Seorang Remaja</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/10/609/2898101/belasan-warga-geruduk-polsek-bontoala-minta-keadilan-kasus-kematian-seorang-remaja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/10/609/2898101/belasan-warga-geruduk-polsek-bontoala-minta-keadilan-kasus-kematian-seorang-remaja</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2023 03:07 WIB</pubDate><dc:creator>Abdoellah Nicolha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/10/609/2898101/belasan-warga-geruduk-polsek-bontoala-minta-keadilan-kasus-kematian-seorang-remaja-teaAarf29g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejumlah warga geruduk Polsek Bontoala (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/10/609/2898101/belasan-warga-geruduk-polsek-bontoala-minta-keadilan-kasus-kematian-seorang-remaja-teaAarf29g.jpg</image><title>Sejumlah warga geruduk Polsek Bontoala (Foto : MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOS8xLzE3MTkyNC81L3g4b3Awbmg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MAKASSAR &amp;ndash; Belasan warga menyerbu Kantor Polsek Bontoala Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (9/10/2023) amalam. Kedatangan mereka untuk menuntut keadilan atas kematian seorang remaja yang dinilai janggal 4 Agustus 2023 lalu.

Dari pantauan, mereka meneriakkan keadilan dan menuntut polisi segera mengungkap kejanggalan kematian korban bernama Muhammad Refan (16) yang diduga tewas dikeroyok.

Belasan warga ini adalah kerabat korban, mereka menduga kematiannya karena dikeroyok apalagi penanganannya dinilai lamban karena kasus ini telah dilaporkan 2 bulan lalu.


BACA JUGA:
Apes, Komplotan Pencuri Motor di Bekasi Ketemu Polisi saat Beraksi


Sahabat dan kerabata korban ini terus meneriakkan keadilan atas kematian almarhum Muhammad Refan (16) yang diduga tewas karena dianiaya. Diketahui Refan merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Refan saat itu masih duduk di Kelas Sembilan di salah satu sekolah menengah pertama di Makassar.

Diketahui Polsek Bontoala yang menangani kasus kematian warga Jalan Kubis bernama Muhammad Refan awalnya tewas karena mengalami laka tunggal saat berboncengan empat di Jalan Veteran Utara, depan Pasar Kalimbu, Kecamatan Bontoala.

Dalam rekaman video korban tak sadarkan diri saat di lokasi kejadian, ketika berada di rumah sakit dari mulut korban mengeluarkan darah dan mata kanannya lebam.


BACA JUGA:
Banjir Rendam Aceh Utara, Sekolah Kembali Diliburkan


Dari hasil penyelidikan polisi tersebut, orangtua dan kerabatnya menduga tewas karena dikeroyok. Namun hingga kini polisi belum menemukan bukti terkait adanya tindak pidana dalam kasus kematian almarhum Muhammad Refan.

Walau pun begitu polisi tetap akan melanjutkan penyelidikan berdasarkan keterangan 8 saksi yang telah diperiksa.Ibu korban, Irayanti menyebutkan, pihaknya menuntut keadilan atas kematian putranya, karena dinilai janggal dan diduga dianiaya. Dia pun berharap polisi segera bertindak mengungkap dan menangkap para pelaku.

&amp;ldquo;Kami menuntut keadilan, kami berharap agar kasus ini dituntaskan dan polisi segera menangkap para pelaku. Karena kami yakin anak kami dikeroyok,&amp;rdquo; kata ibu korban di kediamannya.

Sementara itu, Kapolsek Bontoala, Kompol Muhammad Idris membenarkan soal kedatangan belasan warga yang merupakan keluarga korban ke kantor Polsek Bontoala.

&amp;ldquo;Mereka datang untuk mempertanyakan kasus kecelakaan tanggal 4 Agustus lalu yang menyebabkan meninggal dunia, diduga dalam kecelakaan itu ada penyebab lain, sehingga mempertanyakan itu,&amp;rdquo; katanya kepada wartawan di kantornya.


BACA JUGA:
Pemotor Tewas Usai Jadi Korban Tabrak Lari di Parung


Saat ini kata dia, pihaknya masih melakukan penyelidikan, bahkan telah memeriksa 8 saksi, namun belum ada yang mengarah kepada pelaku. &amp;ldquo;Kami belum menemukan 2 alat bukti sehingga belum bisa meningkatkan statusnya,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia pun meminta dukungan kepada keluarga korban dan warga agar segera bisa menemukan titik terang dan mengungkap kasus tersebut.

Diketahui, ibu korban merupakan pedagang nasi keliling di Pelabuhan Makassar. Namun sejak anaknya meninggal, Irayanti tidak lagi menjual nasi keliling karena berfokus mencari keadilan untuk anak keduanya yang diduga kematiannya menyisakan banyak tanda tanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOS8xLzE3MTkyNC81L3g4b3Awbmg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MAKASSAR &amp;ndash; Belasan warga menyerbu Kantor Polsek Bontoala Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (9/10/2023) amalam. Kedatangan mereka untuk menuntut keadilan atas kematian seorang remaja yang dinilai janggal 4 Agustus 2023 lalu.

Dari pantauan, mereka meneriakkan keadilan dan menuntut polisi segera mengungkap kejanggalan kematian korban bernama Muhammad Refan (16) yang diduga tewas dikeroyok.

Belasan warga ini adalah kerabat korban, mereka menduga kematiannya karena dikeroyok apalagi penanganannya dinilai lamban karena kasus ini telah dilaporkan 2 bulan lalu.


BACA JUGA:
Apes, Komplotan Pencuri Motor di Bekasi Ketemu Polisi saat Beraksi


Sahabat dan kerabata korban ini terus meneriakkan keadilan atas kematian almarhum Muhammad Refan (16) yang diduga tewas karena dianiaya. Diketahui Refan merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Refan saat itu masih duduk di Kelas Sembilan di salah satu sekolah menengah pertama di Makassar.

Diketahui Polsek Bontoala yang menangani kasus kematian warga Jalan Kubis bernama Muhammad Refan awalnya tewas karena mengalami laka tunggal saat berboncengan empat di Jalan Veteran Utara, depan Pasar Kalimbu, Kecamatan Bontoala.

Dalam rekaman video korban tak sadarkan diri saat di lokasi kejadian, ketika berada di rumah sakit dari mulut korban mengeluarkan darah dan mata kanannya lebam.


BACA JUGA:
Banjir Rendam Aceh Utara, Sekolah Kembali Diliburkan


Dari hasil penyelidikan polisi tersebut, orangtua dan kerabatnya menduga tewas karena dikeroyok. Namun hingga kini polisi belum menemukan bukti terkait adanya tindak pidana dalam kasus kematian almarhum Muhammad Refan.

Walau pun begitu polisi tetap akan melanjutkan penyelidikan berdasarkan keterangan 8 saksi yang telah diperiksa.Ibu korban, Irayanti menyebutkan, pihaknya menuntut keadilan atas kematian putranya, karena dinilai janggal dan diduga dianiaya. Dia pun berharap polisi segera bertindak mengungkap dan menangkap para pelaku.

&amp;ldquo;Kami menuntut keadilan, kami berharap agar kasus ini dituntaskan dan polisi segera menangkap para pelaku. Karena kami yakin anak kami dikeroyok,&amp;rdquo; kata ibu korban di kediamannya.

Sementara itu, Kapolsek Bontoala, Kompol Muhammad Idris membenarkan soal kedatangan belasan warga yang merupakan keluarga korban ke kantor Polsek Bontoala.

&amp;ldquo;Mereka datang untuk mempertanyakan kasus kecelakaan tanggal 4 Agustus lalu yang menyebabkan meninggal dunia, diduga dalam kecelakaan itu ada penyebab lain, sehingga mempertanyakan itu,&amp;rdquo; katanya kepada wartawan di kantornya.


BACA JUGA:
Pemotor Tewas Usai Jadi Korban Tabrak Lari di Parung


Saat ini kata dia, pihaknya masih melakukan penyelidikan, bahkan telah memeriksa 8 saksi, namun belum ada yang mengarah kepada pelaku. &amp;ldquo;Kami belum menemukan 2 alat bukti sehingga belum bisa meningkatkan statusnya,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia pun meminta dukungan kepada keluarga korban dan warga agar segera bisa menemukan titik terang dan mengungkap kasus tersebut.

Diketahui, ibu korban merupakan pedagang nasi keliling di Pelabuhan Makassar. Namun sejak anaknya meninggal, Irayanti tidak lagi menjual nasi keliling karena berfokus mencari keadilan untuk anak keduanya yang diduga kematiannya menyisakan banyak tanda tanya.</content:encoded></item></channel></rss>
