<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Panglima Jilah, Pemimpin Puluhan Ribu Pasukan Merah Suku Dayak   </title><description>Pasukan merah merupakan pasukan elite yang memiliki peran dalam mempertahankan adat istiadat serta hak-hak Suku Dayak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2898778/mengenal-panglima-jilah-pemimpin-puluhan-ribu-pasukan-merah-suku-dayak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2898778/mengenal-panglima-jilah-pemimpin-puluhan-ribu-pasukan-merah-suku-dayak"/><item><title>Mengenal Panglima Jilah, Pemimpin Puluhan Ribu Pasukan Merah Suku Dayak   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2898778/mengenal-panglima-jilah-pemimpin-puluhan-ribu-pasukan-merah-suku-dayak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2898778/mengenal-panglima-jilah-pemimpin-puluhan-ribu-pasukan-merah-suku-dayak</guid><pubDate>Rabu 11 Oktober 2023 04:06 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/10/337/2898778/mengenal-panglima-jilah-pemimpin-puluhan-ribu-pasukan-merah-suku-dayak-Zz4aEjJZt5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima Jilah (tengah). Foto: @pjilah189</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/10/337/2898778/mengenal-panglima-jilah-pemimpin-puluhan-ribu-pasukan-merah-suku-dayak-Zz4aEjJZt5.jpeg</image><title>Panglima Jilah (tengah). Foto: @pjilah189</title></images><description>ORANG Kalimantan sudah tidak asing dengan Panglima Jilah atau Pangalangok Jilah. Panglima Jilah sendiri merupakan pimpinan dari pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) alias pasukan merah yang berasal dari Suku Dayak.

Sementara itu, pasukan merah merupakan pasukan elite yang memiliki peran dalam mempertahankan adat istiadat serta hak-hak Suku Dayak.

Panglima Jilah yang menjadi simbol perjuangan masyarakat Suku Dayak ini lahir dengan nama Agustinus Jilah. Ia lahir di Desa Sambora, Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, pada 19 Agustus 1980.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Legenda Pasukan Merah dari Tanah Dayak Kalimantan

Panglima Jilah mengalami hidup yang kurang beruntung saat kecilnya. Secara fisik, penampilannya tampak kurang sehat dengan perut buncit dan lidahnya kerap keluar. Kondisi ini menyebabkan banyak orang tidak terlalu menyukainya.

Tak hanya itu saja, Panglima Jilah juga mengalami gagap semasa kecilnya. Sehingga komunikasinya cukup terbatas. Namun, di saat dewasa Panglima Jilah terkenal dengan orasinya di mana-mana.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pasukan Merah Suku Dayak Tewas Ditembak Polisi, Panglima Jilah Ngamuk

Meski masa kecilnya kurang beruntung, kakek Panglima Jilah rupanya merupakan panglima perang di zaman kerajaan. Darah perjuangan dari sang kakek inilah yang nampaknya menurun ke dalam diri Panglima Jilah.

Panglima Jilah dengan keterbatasannya memiliki semangat juang yang besar untuk membela hak-hak masyarakat Suku Dayak di tanah leluhurnya. Bermodalkan tekad dan kemauan, Panglima Jilah berhasil menyatukan Suku Dayak di seantero Kalimantan.vKabarnya, pasukan Panglima Jilah kini mencapai 48.000 orang yang tersebar di tanah Kalimantan. Untuk bergabung menjadi pasukan merah pun tidak mudah karena ada sejumlah persyaratan, seperti umur, kesiapan dan kesanggupan.



Selain itu, calon pasukan pasukan merah juga memiliki pantangan yang harus ditepati. Salah satu pantangan yang harus ditepati adalah tidak boleh makan daging hewan, seperti sapi, kerbau, ular, anjing, dan menjangan.

</description><content:encoded>ORANG Kalimantan sudah tidak asing dengan Panglima Jilah atau Pangalangok Jilah. Panglima Jilah sendiri merupakan pimpinan dari pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) alias pasukan merah yang berasal dari Suku Dayak.

Sementara itu, pasukan merah merupakan pasukan elite yang memiliki peran dalam mempertahankan adat istiadat serta hak-hak Suku Dayak.

Panglima Jilah yang menjadi simbol perjuangan masyarakat Suku Dayak ini lahir dengan nama Agustinus Jilah. Ia lahir di Desa Sambora, Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, pada 19 Agustus 1980.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Legenda Pasukan Merah dari Tanah Dayak Kalimantan

Panglima Jilah mengalami hidup yang kurang beruntung saat kecilnya. Secara fisik, penampilannya tampak kurang sehat dengan perut buncit dan lidahnya kerap keluar. Kondisi ini menyebabkan banyak orang tidak terlalu menyukainya.

Tak hanya itu saja, Panglima Jilah juga mengalami gagap semasa kecilnya. Sehingga komunikasinya cukup terbatas. Namun, di saat dewasa Panglima Jilah terkenal dengan orasinya di mana-mana.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pasukan Merah Suku Dayak Tewas Ditembak Polisi, Panglima Jilah Ngamuk

Meski masa kecilnya kurang beruntung, kakek Panglima Jilah rupanya merupakan panglima perang di zaman kerajaan. Darah perjuangan dari sang kakek inilah yang nampaknya menurun ke dalam diri Panglima Jilah.

Panglima Jilah dengan keterbatasannya memiliki semangat juang yang besar untuk membela hak-hak masyarakat Suku Dayak di tanah leluhurnya. Bermodalkan tekad dan kemauan, Panglima Jilah berhasil menyatukan Suku Dayak di seantero Kalimantan.vKabarnya, pasukan Panglima Jilah kini mencapai 48.000 orang yang tersebar di tanah Kalimantan. Untuk bergabung menjadi pasukan merah pun tidak mudah karena ada sejumlah persyaratan, seperti umur, kesiapan dan kesanggupan.



Selain itu, calon pasukan pasukan merah juga memiliki pantangan yang harus ditepati. Salah satu pantangan yang harus ditepati adalah tidak boleh makan daging hewan, seperti sapi, kerbau, ular, anjing, dan menjangan.

</content:encoded></item></channel></rss>
