<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buka KTT AIS di Bali, Jokowi: Laut Bukanlah Pemisah Daratan Justru Pemersatu</title><description>Menurutnya, AIS forum untuk penguatan kolaborasi antar negara kepulauan dan negara pulau yang dihubungkan oleh laut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2898923/buka-ktt-ais-di-bali-jokowi-laut-bukanlah-pemisah-daratan-justru-pemersatu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2898923/buka-ktt-ais-di-bali-jokowi-laut-bukanlah-pemisah-daratan-justru-pemersatu"/><item><title>Buka KTT AIS di Bali, Jokowi: Laut Bukanlah Pemisah Daratan Justru Pemersatu</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2898923/buka-ktt-ais-di-bali-jokowi-laut-bukanlah-pemisah-daratan-justru-pemersatu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2898923/buka-ktt-ais-di-bali-jokowi-laut-bukanlah-pemisah-daratan-justru-pemersatu</guid><pubDate>Rabu 11 Oktober 2023 09:19 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/11/337/2898923/buka-ktt-ais-di-bali-jokowi-laut-bukanlah-pemisah-daratan-justru-pemersatu-T73zQn9fvV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/11/337/2898923/buka-ktt-ais-di-bali-jokowi-laut-bukanlah-pemisah-daratan-justru-pemersatu-T73zQn9fvV.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS8xLzE3MTk4NC81L3g4b3FlMG4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-Negara Pulau dan Kepulauan atau Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023 digelar pagi ini, Rabu (11/10/2023), di Bali.
&quot;Let's us walk and walk together dan dengan ini saya nyatakan KTT pertama forum negara-negara kepulauan dan negara pulau dibuka,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (11/10/2023).
Jokowi mengatakan bahwa Indonesia merasa terhormat menjadi tuan rumah momentum bersejarah KTT pertama AIS forum. Menurutnya, AIS forum untuk penguatan kolaborasi antar negara kepulauan dan negara pulau yang dihubungkan oleh laut.
&quot;Laut bukanlah pemisah antar daratan tapi laut justru pemersatu antar daratan. Laut justru perekat dan penghubung antar daratan,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Empat Hari Penindakan, Bea Cukai Malang Ringkus Ratusan Ribu Rokok Ilegal dan Ribuan Obat Terlarang

Sebagai sesama negara kepulauan dan pulau, Jokowi berharap dapat berbagi tantangan kompleks bersama yang saling kait mengait dan saling terhubung satu sama lain. Hal itu, katanya, seperti kenaikan permukaan laut, tata kelola sumber daya laut dan pencemaran laut.
&quot;Jika kita membuang sampah di daratan belum tentu sampah tersebut ke daratan di belahan dunia lain, tapi jika kita membuang sampah di lautan maka sampah itu sangat bisa sampai ke daratan manapun di dunia,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Jelang MotoGP Mandalika 2023, Bos Ducati Bahas Kemungkinan Marc Marquez Tinggalkan Gresini Ducati di Akhir MotoGP 2024

Oleh karena itu, kata Jokowi, kolaborasi dan solidaritas negara kepulauan dan negara pulau sangat penting untuk menghasilkan langkah-langkah strategis kongkrit dan taktis dalam penyelesaian masalah bersama.
&quot;Dan KTT AIS ini merupakan kesempatan penting untuk menetapkan arah kolaborasi kedepan dimana terdapat tiga hal yang perlu kita dorong, yang pertama solidaritas kesetaraan dan inklusifitas adalah prinsip menjadi pegangan bersama,&quot;kata Jokowi.Hal kedua yakni prioritas pada kerjasama konkrit yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Dan hal ketiga, adalah kerangka kerjasama yang tangguh dan dinamis untuk menghadapi tantangan-tantangan kedepan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Link Live Streaming RCTI+ Timnas Futsal Indonesia vs Arab Saudi di Kualifikasi Piala Asia Futsal 2024, Klik di Sini!

&quot;Yang mulia kepentingan negara kepulauan dan kepentingan negara berkembang secara konsisten terus Indonesia suarakan baik di KTT G20 tahun lalu, maupun di KTT ASEAN dan KTT AIS tahun ini,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Inara Rusli Tanggapi Isu Rujuk dengan Virgoun

Indonesia, lanjut Jokowi, juga berkomitmen untuk menyiapkan dana hibah untuk di manfaatkan bagi kepentingan negara kepulauan dan negara berkembang.

&quot;Dan Indonesia ingin mengajak seluruh negara yang hadir marilah kita tetap memilih untuk terus menjalin kesatuan dan terus menjalin kolaborasi walaupun di tengah kondisi dunia yang terbelah,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS8xLzE3MTk4NC81L3g4b3FlMG4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-Negara Pulau dan Kepulauan atau Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023 digelar pagi ini, Rabu (11/10/2023), di Bali.
&quot;Let's us walk and walk together dan dengan ini saya nyatakan KTT pertama forum negara-negara kepulauan dan negara pulau dibuka,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (11/10/2023).
Jokowi mengatakan bahwa Indonesia merasa terhormat menjadi tuan rumah momentum bersejarah KTT pertama AIS forum. Menurutnya, AIS forum untuk penguatan kolaborasi antar negara kepulauan dan negara pulau yang dihubungkan oleh laut.
&quot;Laut bukanlah pemisah antar daratan tapi laut justru pemersatu antar daratan. Laut justru perekat dan penghubung antar daratan,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Empat Hari Penindakan, Bea Cukai Malang Ringkus Ratusan Ribu Rokok Ilegal dan Ribuan Obat Terlarang

Sebagai sesama negara kepulauan dan pulau, Jokowi berharap dapat berbagi tantangan kompleks bersama yang saling kait mengait dan saling terhubung satu sama lain. Hal itu, katanya, seperti kenaikan permukaan laut, tata kelola sumber daya laut dan pencemaran laut.
&quot;Jika kita membuang sampah di daratan belum tentu sampah tersebut ke daratan di belahan dunia lain, tapi jika kita membuang sampah di lautan maka sampah itu sangat bisa sampai ke daratan manapun di dunia,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Jelang MotoGP Mandalika 2023, Bos Ducati Bahas Kemungkinan Marc Marquez Tinggalkan Gresini Ducati di Akhir MotoGP 2024

Oleh karena itu, kata Jokowi, kolaborasi dan solidaritas negara kepulauan dan negara pulau sangat penting untuk menghasilkan langkah-langkah strategis kongkrit dan taktis dalam penyelesaian masalah bersama.
&quot;Dan KTT AIS ini merupakan kesempatan penting untuk menetapkan arah kolaborasi kedepan dimana terdapat tiga hal yang perlu kita dorong, yang pertama solidaritas kesetaraan dan inklusifitas adalah prinsip menjadi pegangan bersama,&quot;kata Jokowi.Hal kedua yakni prioritas pada kerjasama konkrit yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Dan hal ketiga, adalah kerangka kerjasama yang tangguh dan dinamis untuk menghadapi tantangan-tantangan kedepan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Link Live Streaming RCTI+ Timnas Futsal Indonesia vs Arab Saudi di Kualifikasi Piala Asia Futsal 2024, Klik di Sini!

&quot;Yang mulia kepentingan negara kepulauan dan kepentingan negara berkembang secara konsisten terus Indonesia suarakan baik di KTT G20 tahun lalu, maupun di KTT ASEAN dan KTT AIS tahun ini,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Inara Rusli Tanggapi Isu Rujuk dengan Virgoun

Indonesia, lanjut Jokowi, juga berkomitmen untuk menyiapkan dana hibah untuk di manfaatkan bagi kepentingan negara kepulauan dan negara berkembang.

&quot;Dan Indonesia ingin mengajak seluruh negara yang hadir marilah kita tetap memilih untuk terus menjalin kesatuan dan terus menjalin kolaborasi walaupun di tengah kondisi dunia yang terbelah,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
