<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Irawan Soejono, Sosok Pemuda Berani Indonesia yang Gugur Melawan Nazi di Belanda</title><description>Kisah Irawan Soejono, sosok pemuda berani Indonesia yang gugur saat melawan NAZI di Belanda.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2899136/kisah-irawan-soejono-sosok-pemuda-berani-indonesia-yang-gugur-melawan-nazi-di-belanda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2899136/kisah-irawan-soejono-sosok-pemuda-berani-indonesia-yang-gugur-melawan-nazi-di-belanda"/><item><title>Kisah Irawan Soejono, Sosok Pemuda Berani Indonesia yang Gugur Melawan Nazi di Belanda</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2899136/kisah-irawan-soejono-sosok-pemuda-berani-indonesia-yang-gugur-melawan-nazi-di-belanda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2899136/kisah-irawan-soejono-sosok-pemuda-berani-indonesia-yang-gugur-melawan-nazi-di-belanda</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2023 08:45 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyo Yulianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/11/337/2899136/kisah-irawan-soejono-sosok-pemuda-berani-indonesia-yang-gugur-melawan-nazi-di-belanda-RlX1TuvQR8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/11/337/2899136/kisah-irawan-soejono-sosok-pemuda-berani-indonesia-yang-gugur-melawan-nazi-di-belanda-RlX1TuvQR8.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Mengulik kisah Irawan Soejono, sosok pemuda berani Indonesia yang gugur saat melawan NAZI di Belanda. Pria yang lahir pada tahun 1919 punya sederet cerita yang tidak pernah terlupakan dalam membantu kemerdekaan Indonesia.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Siapa Pencetus Tanam Paksa di Hindia Belanda?

Berikut ini kisah Irawan Soejono, sosok pemuda berani Indonesia yang gugur saat melawan Nazi:
Saar  Perang Dunia II l, dia bergabung dengan pergerakan bawah tanah yang dinamakan Binnenlandsche Strijdkrachten cabang Leiden, Ia bertugas menangani alat-alat percetakan dan radio untuk menangkap siaran dari pasukan sekutu.
Irawan gugur pada 13 Januari 1945 ketika ia masih berusia 23 tahun. Pada saat itu Irawan sedang mengangkut mesin untuk penerbitan dan hal tersebut tercium oleh anggota Gestapo (polisi Nazi). Ketika ketahuan, Gestapo langsung berusaha menangkapnya. Namun, ia sempat berusaha meloloskan diri tapi sayangnya usaha itu berakhir oleh timah panas dari Nazi.

BACA JUGA:
Apa Bedanya Kolonial Belanda dan VOC?

Sebelumnya Pada tahun 1934, Irawan terbang ke Leiden, Belanda untuk berkuliah. Akan tetapi, beberapa tahun setelah kedatangannya, pasukan zionis Jerman, Nazi datang untuk menduduki Belanda, tepatnya pada 10 Mei 1940.
Mulai dari sana, para pelajar Indonesia di Belanda termasuk Irawan Soejono ikut berjuang melawan Nazi melalui propaganda koran bawah tanah.Saat itu, Irawan masuk ke dalam jajaran redaksi surat kabar De Bevrijding (Pembebasan) bersama Pamoentjak, Alex Ticoalu, Soeripno, I.A. Mochtar. Rozai Koesoemasoebrata, dan FKN Harahap.
Menariknya, penerbitan surat kabar ini dibantu oleh kelompok perlawanan Nazi dari Belanda. Dari sana, salah seorang redaksi bernama Gondo Pratomo berhasil menyewa sebuah rumah untuk digunakan menyimpan mesin stensilan guna mencetak koran bawah tanah sekaligus tempat persembunyian dan pertemuan para anggota Perhimpunan Indonesia.
Peran Irawan Soejono dalam pergerakan ini sangat besar. Dirinya menjadi direktur dan administrator, mengurus mesin-mesin, pesawat radio, kertas, hingga mengangkutnya ke berbagai tempat. Hal itu Irawan lakukan tanpa memandang kondisi cuaca, tingkat bahaya, waktu malam, atau apapun.
&amp;nbsp;(RIN)</description><content:encoded>JAKARTA- Mengulik kisah Irawan Soejono, sosok pemuda berani Indonesia yang gugur saat melawan NAZI di Belanda. Pria yang lahir pada tahun 1919 punya sederet cerita yang tidak pernah terlupakan dalam membantu kemerdekaan Indonesia.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Siapa Pencetus Tanam Paksa di Hindia Belanda?

Berikut ini kisah Irawan Soejono, sosok pemuda berani Indonesia yang gugur saat melawan Nazi:
Saar  Perang Dunia II l, dia bergabung dengan pergerakan bawah tanah yang dinamakan Binnenlandsche Strijdkrachten cabang Leiden, Ia bertugas menangani alat-alat percetakan dan radio untuk menangkap siaran dari pasukan sekutu.
Irawan gugur pada 13 Januari 1945 ketika ia masih berusia 23 tahun. Pada saat itu Irawan sedang mengangkut mesin untuk penerbitan dan hal tersebut tercium oleh anggota Gestapo (polisi Nazi). Ketika ketahuan, Gestapo langsung berusaha menangkapnya. Namun, ia sempat berusaha meloloskan diri tapi sayangnya usaha itu berakhir oleh timah panas dari Nazi.

BACA JUGA:
Apa Bedanya Kolonial Belanda dan VOC?

Sebelumnya Pada tahun 1934, Irawan terbang ke Leiden, Belanda untuk berkuliah. Akan tetapi, beberapa tahun setelah kedatangannya, pasukan zionis Jerman, Nazi datang untuk menduduki Belanda, tepatnya pada 10 Mei 1940.
Mulai dari sana, para pelajar Indonesia di Belanda termasuk Irawan Soejono ikut berjuang melawan Nazi melalui propaganda koran bawah tanah.Saat itu, Irawan masuk ke dalam jajaran redaksi surat kabar De Bevrijding (Pembebasan) bersama Pamoentjak, Alex Ticoalu, Soeripno, I.A. Mochtar. Rozai Koesoemasoebrata, dan FKN Harahap.
Menariknya, penerbitan surat kabar ini dibantu oleh kelompok perlawanan Nazi dari Belanda. Dari sana, salah seorang redaksi bernama Gondo Pratomo berhasil menyewa sebuah rumah untuk digunakan menyimpan mesin stensilan guna mencetak koran bawah tanah sekaligus tempat persembunyian dan pertemuan para anggota Perhimpunan Indonesia.
Peran Irawan Soejono dalam pergerakan ini sangat besar. Dirinya menjadi direktur dan administrator, mengurus mesin-mesin, pesawat radio, kertas, hingga mengangkutnya ke berbagai tempat. Hal itu Irawan lakukan tanpa memandang kondisi cuaca, tingkat bahaya, waktu malam, atau apapun.
&amp;nbsp;(RIN)</content:encoded></item></channel></rss>
