<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Supel, Energik, dan Merakyat</title><description>Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Supel, Energik, dan Merakyat
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2899375/ganjar-pranowo-sosok-pemimpin-yang-supel-energik-dan-merakyat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2899375/ganjar-pranowo-sosok-pemimpin-yang-supel-energik-dan-merakyat"/><item><title>Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Supel, Energik, dan Merakyat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2899375/ganjar-pranowo-sosok-pemimpin-yang-supel-energik-dan-merakyat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/11/337/2899375/ganjar-pranowo-sosok-pemimpin-yang-supel-energik-dan-merakyat</guid><pubDate>Rabu 11 Oktober 2023 17:55 WIB</pubDate><dc:creator> Royandi Hutasoit</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/11/337/2899375/ganjar-pranowo-sosok-pemimpin-yang-supel-energik-dan-merakyat-17cXmF5tac.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo sosok pemimpin yang supel, energik, dan merakyat. (iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/11/337/2899375/ganjar-pranowo-sosok-pemimpin-yang-supel-energik-dan-merakyat-17cXmF5tac.jpg</image><title>Ganjar Pranowo sosok pemimpin yang supel, energik, dan merakyat. (iNews)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNS8xLzE3MTY3OC81L3g4b2ptMHI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Ganjar Pranowo merupakan sosok pemimpin yang supel dan mudah diterima masyarakat. Karakter tersebut yang membuat Ganjar mendapatkan kepercayaan dari banyak orang.

Hal tersebut dijabarkan oleh psikolog Hanna Rahmi dalam acara bedah buku &amp;lsquo;Hitam Putih Ganjar, Jejak Kepemimpinan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah&amp;rsquo; di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 14 September 2023.

Dari sisi psikologi, Ganjar adalah sosok pemimpin ekstrovert yang supel dengan gaya kepemimpinan energik dan mudah berbaur. Karakter tersebutlah yang menjadikan calon presiden (capres) berambut putih itu mudah diterima masyarakat.

&amp;ldquo;Hal itu dapat dijadikan modal dari model kepemimpinannya yang transformasional sehingga mampu meng-influence masyarakat untuk mengikuti beliau,&amp;rdquo; kata Hanna.

Menurut Hanna, sosok pemimpin yang ekstrovert seperti Ganjar biasanya bersikap terbuka dan apa adanya dalam segala hal. Sebab itu, Ganjar mudah dipercaya oleh masyarakat.

Dengan kepribadian yang ekstrovert itu pula Ganjar dapat menjangkau semua kalangan dan semua lapisan kelompok masyarakat. Hal ini yang menjadikan Ganjar dikagumi dan menjadi sosok idola bagi banyak orang.






BACA JUGA:
Sekjen PDIP Pastikan Deklarasi Cawapres Ganjar Diumumkan Sebelum Pendaftaran di KPU











&amp;ldquo;Ganjar dapat masuk ke semua kalangan baik itu muda, tua, laki-laki, dan perempuan. Hal itulah yang membuat Ganjar Pranowo disenangi dan dikagumi. Tidak hanya yang berusia dewasa, namun juga anak-anak, remaja, dan kaum ibu-ibu,&amp;rdquo; ungkap hanna.

Hanna melanjutkan, karakteristik tersebut menjadi modal yang sangat berharga bagi Ganjar untuk bisa menjadi pemimpin selanjutnya yang dapat merangkul seluruh kalangan masyarakat.




BACA JUGA:
Kenal Lama, TGB Zainul Majdi Beberkan Kelebihan Ganjar Pranowo











&amp;ldquo;Jadi dari beberapa kelebihan beliau ditambah dengan gayanya yang luwes, beliau memiliki sebuah filosofi jawa &amp;lsquo;Dipangku Mati&amp;rsquo; sehingga ia mampu merangkul semua kalangan. Itu modal utama untuk menjadi pemimpin,&amp;rdquo; ujar Hanna.

Pada kesempatan lainnya, pakar ideologi nasional Sudhamek menjelaskan bahwa kepemimpinan Ganjar yang supel itu juga menjadikan Jateng sebagai salah satu provinsi paling toleran.



Seperti diketahui, Provinsi Jateng mendominasi 10 kota paling toleran di Indonesia versi SETARA Institute di bawah kepemimpinan Ganjar Pranowo. Kota-kota tersebut adalah Salatiga, Surakarta, Semarang, dan Magelang.





BACA JUGA:
Relawan Demokrasi Kaltim Dukung Ganjar-Erick Jadi Capres dan Cawapres












&amp;ldquo;Beliau menjaga toleransi dengan baik sekali. Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan toleransi terbaik. Itu yang harus terus dilakukan di tingkat nasional dengan tanggung jawab yang tentunya lebih besar lagi,&amp;rdquo; ujar Sudhamek.



Dalam acara bedah buku tersebut juga hadir beberapa narasumber dari Pakar Administrasi dan Kebijakan Publik Agung Firman Sampurna, Dosen dan Akademisi FISIPOL UGM Ari Dwipayana, dan Pengamat Politik Fahry Ali, hingga Sejarawan Asvi Waman Adam.





</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNS8xLzE3MTY3OC81L3g4b2ptMHI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Ganjar Pranowo merupakan sosok pemimpin yang supel dan mudah diterima masyarakat. Karakter tersebut yang membuat Ganjar mendapatkan kepercayaan dari banyak orang.

Hal tersebut dijabarkan oleh psikolog Hanna Rahmi dalam acara bedah buku &amp;lsquo;Hitam Putih Ganjar, Jejak Kepemimpinan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah&amp;rsquo; di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 14 September 2023.

Dari sisi psikologi, Ganjar adalah sosok pemimpin ekstrovert yang supel dengan gaya kepemimpinan energik dan mudah berbaur. Karakter tersebutlah yang menjadikan calon presiden (capres) berambut putih itu mudah diterima masyarakat.

&amp;ldquo;Hal itu dapat dijadikan modal dari model kepemimpinannya yang transformasional sehingga mampu meng-influence masyarakat untuk mengikuti beliau,&amp;rdquo; kata Hanna.

Menurut Hanna, sosok pemimpin yang ekstrovert seperti Ganjar biasanya bersikap terbuka dan apa adanya dalam segala hal. Sebab itu, Ganjar mudah dipercaya oleh masyarakat.

Dengan kepribadian yang ekstrovert itu pula Ganjar dapat menjangkau semua kalangan dan semua lapisan kelompok masyarakat. Hal ini yang menjadikan Ganjar dikagumi dan menjadi sosok idola bagi banyak orang.






BACA JUGA:
Sekjen PDIP Pastikan Deklarasi Cawapres Ganjar Diumumkan Sebelum Pendaftaran di KPU











&amp;ldquo;Ganjar dapat masuk ke semua kalangan baik itu muda, tua, laki-laki, dan perempuan. Hal itulah yang membuat Ganjar Pranowo disenangi dan dikagumi. Tidak hanya yang berusia dewasa, namun juga anak-anak, remaja, dan kaum ibu-ibu,&amp;rdquo; ungkap hanna.

Hanna melanjutkan, karakteristik tersebut menjadi modal yang sangat berharga bagi Ganjar untuk bisa menjadi pemimpin selanjutnya yang dapat merangkul seluruh kalangan masyarakat.




BACA JUGA:
Kenal Lama, TGB Zainul Majdi Beberkan Kelebihan Ganjar Pranowo











&amp;ldquo;Jadi dari beberapa kelebihan beliau ditambah dengan gayanya yang luwes, beliau memiliki sebuah filosofi jawa &amp;lsquo;Dipangku Mati&amp;rsquo; sehingga ia mampu merangkul semua kalangan. Itu modal utama untuk menjadi pemimpin,&amp;rdquo; ujar Hanna.

Pada kesempatan lainnya, pakar ideologi nasional Sudhamek menjelaskan bahwa kepemimpinan Ganjar yang supel itu juga menjadikan Jateng sebagai salah satu provinsi paling toleran.



Seperti diketahui, Provinsi Jateng mendominasi 10 kota paling toleran di Indonesia versi SETARA Institute di bawah kepemimpinan Ganjar Pranowo. Kota-kota tersebut adalah Salatiga, Surakarta, Semarang, dan Magelang.





BACA JUGA:
Relawan Demokrasi Kaltim Dukung Ganjar-Erick Jadi Capres dan Cawapres












&amp;ldquo;Beliau menjaga toleransi dengan baik sekali. Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan toleransi terbaik. Itu yang harus terus dilakukan di tingkat nasional dengan tanggung jawab yang tentunya lebih besar lagi,&amp;rdquo; ujar Sudhamek.



Dalam acara bedah buku tersebut juga hadir beberapa narasumber dari Pakar Administrasi dan Kebijakan Publik Agung Firman Sampurna, Dosen dan Akademisi FISIPOL UGM Ari Dwipayana, dan Pengamat Politik Fahry Ali, hingga Sejarawan Asvi Waman Adam.





</content:encoded></item></channel></rss>
