<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dilanda Kemarau Panjang, Debit Air Sungai Batanghari Surut dan Timbulkan Pulau Berpasir</title><description>Bahkan bila sore hari acap kali menjadi tontonan warga karena dimanfaatkan menjadi wisata dadakan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/11/340/2899063/dilanda-kemarau-panjang-debit-air-sungai-batanghari-surut-dan-timbulkan-pulau-berpasir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/11/340/2899063/dilanda-kemarau-panjang-debit-air-sungai-batanghari-surut-dan-timbulkan-pulau-berpasir"/><item><title>Dilanda Kemarau Panjang, Debit Air Sungai Batanghari Surut dan Timbulkan Pulau Berpasir</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/11/340/2899063/dilanda-kemarau-panjang-debit-air-sungai-batanghari-surut-dan-timbulkan-pulau-berpasir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/11/340/2899063/dilanda-kemarau-panjang-debit-air-sungai-batanghari-surut-dan-timbulkan-pulau-berpasir</guid><pubDate>Rabu 11 Oktober 2023 12:35 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/11/340/2899063/dilanda-kemarau-panjang-debit-air-sungai-batanghari-surut-dan-timbulkan-pulau-berpasir-niXpqKS97f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sungai Batanghari (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/11/340/2899063/dilanda-kemarau-panjang-debit-air-sungai-batanghari-surut-dan-timbulkan-pulau-berpasir-niXpqKS97f.jpg</image><title>Sungai Batanghari (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS82LzE3MTk5Ni81L3g4b3FneXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAMBI - Sejak terjadinya musim kemarau sekitar tiga bulan lalu,&amp;nbsp;Sungai Batanghari di kawasan Pasar Sengeti, Kabupaten Muarojambi, Jambi, debit airnya mengering.
Akibatnya, pasir di dasar sungai tampak hingga menyerupai pulau-pulau kecil di kawasan sungai tersebut.
Bagi warga setempat, fenomena pendangkalan air sungai ini merupakan peristiwa alam tahunan yang terjadi ketika musim kemarau.

BACA JUGA:
Link Live Streaming RCTI+ Timnas Afghanistan vs Makau di Kualifikasi Piala Asia Futsal 2024: Menang Belasan Gol, Afghanistan?

Bahkan bila sore hari acap kali menjadi tontonan warga karena dimanfaatkan menjadi wisata dadakan.
&quot;Ini sudah terjadi sekitar tiga bulan,  karena musim kemarau sehingga air sungainya menyusut dan kering,&quot; ujar Hendry, Rabu (11/10/2023).

BACA JUGA:
Menpora Dito Ariotedjo Bantah Terima Rp27 Miliar untuk Pengamanan Kasus BTS
Menurutnya, kejadian ini lantaran tidak adanya hujan yang turun selama musim kemarau tahun ini.

&quot;Ya tiga bulan ini, tidak ada hujan yang turun, akibatnya pasir di dasar sungai pada naik hingga menyerupai seperti pulau di tengah sungai,&quot; tuturnya.

Diakuinya, meski debit sungai surut warga tidak merasa terganggu. &quot;Ini merupakan musim kemarau tahunan, insyaallah tidak tergganggu,&quot; tandas Hendry.

Dia berharap, musim kemarau segera berakhir dan musim penghujan kembali datang.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS82LzE3MTk5Ni81L3g4b3FneXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAMBI - Sejak terjadinya musim kemarau sekitar tiga bulan lalu,&amp;nbsp;Sungai Batanghari di kawasan Pasar Sengeti, Kabupaten Muarojambi, Jambi, debit airnya mengering.
Akibatnya, pasir di dasar sungai tampak hingga menyerupai pulau-pulau kecil di kawasan sungai tersebut.
Bagi warga setempat, fenomena pendangkalan air sungai ini merupakan peristiwa alam tahunan yang terjadi ketika musim kemarau.

BACA JUGA:
Link Live Streaming RCTI+ Timnas Afghanistan vs Makau di Kualifikasi Piala Asia Futsal 2024: Menang Belasan Gol, Afghanistan?

Bahkan bila sore hari acap kali menjadi tontonan warga karena dimanfaatkan menjadi wisata dadakan.
&quot;Ini sudah terjadi sekitar tiga bulan,  karena musim kemarau sehingga air sungainya menyusut dan kering,&quot; ujar Hendry, Rabu (11/10/2023).

BACA JUGA:
Menpora Dito Ariotedjo Bantah Terima Rp27 Miliar untuk Pengamanan Kasus BTS
Menurutnya, kejadian ini lantaran tidak adanya hujan yang turun selama musim kemarau tahun ini.

&quot;Ya tiga bulan ini, tidak ada hujan yang turun, akibatnya pasir di dasar sungai pada naik hingga menyerupai seperti pulau di tengah sungai,&quot; tuturnya.

Diakuinya, meski debit sungai surut warga tidak merasa terganggu. &quot;Ini merupakan musim kemarau tahunan, insyaallah tidak tergganggu,&quot; tandas Hendry.

Dia berharap, musim kemarau segera berakhir dan musim penghujan kembali datang.

</content:encoded></item></channel></rss>
