<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Forum Disabilitas ASEAN, Mensos Dorong Penghapusan Diskriminasi Lewat Inovasi Teknologi</title><description>Inovasi teknologi terbukti mampu mempermudah para penyandang disabilitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/11/609/2899539/forum-disabilitas-asean-mensos-dorong-penghapusan-diskriminasi-lewat-inovasi-teknologi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/11/609/2899539/forum-disabilitas-asean-mensos-dorong-penghapusan-diskriminasi-lewat-inovasi-teknologi"/><item><title>Forum Disabilitas ASEAN, Mensos Dorong Penghapusan Diskriminasi Lewat Inovasi Teknologi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/11/609/2899539/forum-disabilitas-asean-mensos-dorong-penghapusan-diskriminasi-lewat-inovasi-teknologi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/11/609/2899539/forum-disabilitas-asean-mensos-dorong-penghapusan-diskriminasi-lewat-inovasi-teknologi</guid><pubDate>Rabu 11 Oktober 2023 23:10 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/11/609/2899539/forum-disabilitas-asean-dorong-penghapusan-diskriminasi-lewat-inovasi-teknologi-qE7bc8BVRn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mensos Tri Rismaharini (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/11/609/2899539/forum-disabilitas-asean-dorong-penghapusan-diskriminasi-lewat-inovasi-teknologi-qE7bc8BVRn.jpg</image><title>Mensos Tri Rismaharini (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan berbagai inovasi yang dilahirkan Kementerian Sosial (Kemensos). Yakni, tiga inovasi alat bantu disabilitas dengan fitur teknologi tinggi.
Inovasi tersebut berupa tongkat penuntun adaptif, gelang Gruwi untuk penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Kemudian, gelang Grita untuk penyandang disabilitas intelektual.

BACA JUGA:
Usai Bertemu Ibunda, Tersangka Korupsi Syahrul Yasin Limpo Janji Kooperatif

Inovasi teknologi terbukti mampu mempermudah para penyandang disabilitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
&amp;ldquo;Alat bantu ini meningkatkan aksesibilitas penyandang disabilitas sehingga mereka dapat berfungsi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari,&amp;rdquo; kata Mensos seperti dikutip dalam keterangannya, Rabu (10/11/2023).

BACA JUGA:
Mobilnya Terbakar, Pengemudi Panik Selamatkan Diri di Kawasan SCBD

Dijelaskan juga bahwa tongkat adaptif diciptakan dan didesain dengan fitur-fitur yang mampu mendukung aktivitas para penyandang disabilitas sensorik netra. Di antaranya bisa mengeluarkan peringatan suara ketika menangkap suatu objek di depannya.
Selain itu, TPA juga mampu mendeteksi jarak yang ada di depan tongkat, mendeteksi air atau genangan air. Bahkan, mendeteksi asap dan panas.

BACA JUGA:
KPK Peringatkan Syahrul Yasin Limpo Agar Kooperatif

Sementara Gruwi diciptakan untuk mencegah tindakan kekerasan terhadap penyandang disabilitas. Gruwi memiliki fitur tombol panik dengan alarm darurat, sensor suara dengan pengaturan level tangkapan dan jarak, serta indikator LED dan getaran yang dapat mendeteksi suara.
Begitu juga Grita memiliki keunggulan yang dilengkapi dengan fitur sensor denyut nadi dengan alarm jika melebihi batas wajar, lampu indikator darurat untuk perhatian sekitar, dan 8 level sensitivitas denyut nadi yang dapat diatur. Selain itu, juga koneksi ponsel untuk mengirim koordinat GPS dan data realtime.Langkah Mensos Tri Rismaharini dalam penyelenggaraan Forum Tingkat Tinggi ASEAN tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan Pasca Tahun 2025 menuai apresiasi dari Penasehat Khusus Amerika Serikat untuk perwujudan dan penghormatan isu disabilitas Sara Minkara.
&quot;Kami senang bisa ke sini, ini pertama kali forum tingkat tinggi antara US-ASEAN, terima kasih kepada Menteri Sosial Indonesia sudah menjadi tuan rumah acara ini,&amp;rdquo; katanya di sela-sela acara.

BACA JUGA:
12 Jam Jenguk Ibu, Syahrul Yasin Limpo Hanya Melambaikan Tangan

Kegiatan yang membahas pengarusutamaan hak penyandang disabilitas ini merupakan yang pertama bagi forum kerja sama kawasan dengan Amerika Serikat.
Forum tingkat tinggi ini, menurut Sara dapat meningkatkan perspektif para delegasi dan peserta tentang isu disabilitas, baik dari segi keamanan maupun fasilitas penunjang bagi kelompok disabilitas.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo: Sosok Pemimpin Dekat dengan Masyarakat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, diskriminasi pada kelompok disabilitas harus dihapuskan. Sebab, masih banyak masyarakat global yang belum memahami konsep inklusif terhadap penyandang disabilitas.
Ia menekankan agar diskriminasi atau batasan tersebut dapat dihapuskan melalui perluasan akses bagi kelompok disabilitas agar mereka bisa mengembangkan nilai-nilai dan potensi yang ada di dalam diri mereka.

BACA JUGA:
Ditanya Mahasiswa soal Komitmen Pemberantasan Korupsi, Ganjar: Saya Pernah Copot 2 Kepala Dinas

Hal ini juga berlaku untuk pemenuhan akses pada pengembangan teknologi seperti Artificial Intelegence (AI), pendidikan, transportasi, dan ekonomi. Sara pun menekankan bahwa inovasi adalah sebuah keharusan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan berbagai inovasi yang dilahirkan Kementerian Sosial (Kemensos). Yakni, tiga inovasi alat bantu disabilitas dengan fitur teknologi tinggi.
Inovasi tersebut berupa tongkat penuntun adaptif, gelang Gruwi untuk penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Kemudian, gelang Grita untuk penyandang disabilitas intelektual.

BACA JUGA:
Usai Bertemu Ibunda, Tersangka Korupsi Syahrul Yasin Limpo Janji Kooperatif

Inovasi teknologi terbukti mampu mempermudah para penyandang disabilitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
&amp;ldquo;Alat bantu ini meningkatkan aksesibilitas penyandang disabilitas sehingga mereka dapat berfungsi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari,&amp;rdquo; kata Mensos seperti dikutip dalam keterangannya, Rabu (10/11/2023).

BACA JUGA:
Mobilnya Terbakar, Pengemudi Panik Selamatkan Diri di Kawasan SCBD

Dijelaskan juga bahwa tongkat adaptif diciptakan dan didesain dengan fitur-fitur yang mampu mendukung aktivitas para penyandang disabilitas sensorik netra. Di antaranya bisa mengeluarkan peringatan suara ketika menangkap suatu objek di depannya.
Selain itu, TPA juga mampu mendeteksi jarak yang ada di depan tongkat, mendeteksi air atau genangan air. Bahkan, mendeteksi asap dan panas.

BACA JUGA:
KPK Peringatkan Syahrul Yasin Limpo Agar Kooperatif

Sementara Gruwi diciptakan untuk mencegah tindakan kekerasan terhadap penyandang disabilitas. Gruwi memiliki fitur tombol panik dengan alarm darurat, sensor suara dengan pengaturan level tangkapan dan jarak, serta indikator LED dan getaran yang dapat mendeteksi suara.
Begitu juga Grita memiliki keunggulan yang dilengkapi dengan fitur sensor denyut nadi dengan alarm jika melebihi batas wajar, lampu indikator darurat untuk perhatian sekitar, dan 8 level sensitivitas denyut nadi yang dapat diatur. Selain itu, juga koneksi ponsel untuk mengirim koordinat GPS dan data realtime.Langkah Mensos Tri Rismaharini dalam penyelenggaraan Forum Tingkat Tinggi ASEAN tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan Pasca Tahun 2025 menuai apresiasi dari Penasehat Khusus Amerika Serikat untuk perwujudan dan penghormatan isu disabilitas Sara Minkara.
&quot;Kami senang bisa ke sini, ini pertama kali forum tingkat tinggi antara US-ASEAN, terima kasih kepada Menteri Sosial Indonesia sudah menjadi tuan rumah acara ini,&amp;rdquo; katanya di sela-sela acara.

BACA JUGA:
12 Jam Jenguk Ibu, Syahrul Yasin Limpo Hanya Melambaikan Tangan

Kegiatan yang membahas pengarusutamaan hak penyandang disabilitas ini merupakan yang pertama bagi forum kerja sama kawasan dengan Amerika Serikat.
Forum tingkat tinggi ini, menurut Sara dapat meningkatkan perspektif para delegasi dan peserta tentang isu disabilitas, baik dari segi keamanan maupun fasilitas penunjang bagi kelompok disabilitas.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo: Sosok Pemimpin Dekat dengan Masyarakat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, diskriminasi pada kelompok disabilitas harus dihapuskan. Sebab, masih banyak masyarakat global yang belum memahami konsep inklusif terhadap penyandang disabilitas.
Ia menekankan agar diskriminasi atau batasan tersebut dapat dihapuskan melalui perluasan akses bagi kelompok disabilitas agar mereka bisa mengembangkan nilai-nilai dan potensi yang ada di dalam diri mereka.

BACA JUGA:
Ditanya Mahasiswa soal Komitmen Pemberantasan Korupsi, Ganjar: Saya Pernah Copot 2 Kepala Dinas

Hal ini juga berlaku untuk pemenuhan akses pada pengembangan teknologi seperti Artificial Intelegence (AI), pendidikan, transportasi, dan ekonomi. Sara pun menekankan bahwa inovasi adalah sebuah keharusan.</content:encoded></item></channel></rss>
