<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SYL Minta Setoran 10 Ribu Dollar AS dari Pejabat Eselon I Kementan   </title><description>Eks Menteri Pertanian, SYL disebut meminta setoran dari pejabat Eselon I Kementerian Pertanian senilai 4.000 hingga 10.000 dollar AS.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/12/337/2899605/syl-minta-setoran-10-ribu-dollar-as-dari-pejabat-eselon-i-kementan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/12/337/2899605/syl-minta-setoran-10-ribu-dollar-as-dari-pejabat-eselon-i-kementan"/><item><title>SYL Minta Setoran 10 Ribu Dollar AS dari Pejabat Eselon I Kementan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/12/337/2899605/syl-minta-setoran-10-ribu-dollar-as-dari-pejabat-eselon-i-kementan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/12/337/2899605/syl-minta-setoran-10-ribu-dollar-as-dari-pejabat-eselon-i-kementan</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2023 06:55 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/12/337/2899605/syl-minta-setoran-10-ribu-dollar-as-dari-pejabat-eselon-i-kementan-1O5rEJm2Ra.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Syahrul Yasin Limpo (foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/12/337/2899605/syl-minta-setoran-10-ribu-dollar-as-dari-pejabat-eselon-i-kementan-1O5rEJm2Ra.jpg</image><title>Syahrul Yasin Limpo (foto: MPI)</title></images><description>
JAKARTA - Eks Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) disebut meminta setoran dari pejabat Eselon I Kementerian Pertanian senilai 4.000 hingga 10.000 dollar AS. Uang tersebut disetor oleh dua orang kepercayaan yakni Kasdi Subagyono dan Muhammad Hatta yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

&quot;Untuk mengumpulkan eselon I, Dirjen besaran nilai yang ditentukan SYL mulai dari USD 4.000 sampai dengan 10.000 USD,&quot; kata Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak di Jakarta dikutip, Kamis (12/10/2023).

BACA JUGA:
 SYL Pungut Setoran Demi Bayar Cicilan Kartu Kredit dan Mobil Alphard&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Johanis menerangkan, bahwa penerimaan uang dihimpun Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Kementan, Muhammad Hatta. Keduanya menerima setoran dari para pejabat Kementan.

&quot;Penerimaan uang dari KS dan MH, representasi orang kepercayaan SYL rutin tiap bulan pakai uang mata asing,&quot; ujarnya.

&quot;Sejauh ini uang dinikmati SYL sejumlah Rp13,9 miliar. Penelusuran lebih mendalam akan ditangani tim penyidik,&quot; sambung dia.

BACA JUGA:
KPK Dalami Keterlibatan Keluarga SYL Dalam Kasus Korupsi di Kementan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Uang senilai Rp13,9 miliar untuk memenuhi kebutuhan pribadi untuk digunakan SYL untuk membayar cicilan kartu kredit dan mobil Toyota Alphard.

&quot;Penggunaan SYL untuk pembayaran cicilan kartu kredit dan Alphard milik SYL,&quot; kata Johanis.

Di samping itu, Johanis juga masih terus mendalami uang yang diduga hasil korupsi yang dilakukan oleh eks Mentan SYL. &amp;ldquo;(Jumlah uang lainnya) masih terus didalami oleh penyidik,&amp;rdquo; jelas Johanis.



KPK juga mendalami aliran dana yang dinikmati oleh mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) ke partai politik Nasional Demokrat (NasDem).



&quot;Sedangkan apakah ada aliran dana ke NasDem, itu nanti masih didalami lagi,&quot; kata Johanis.



Dia menegaskan akan melakukan penyelidikan dan menelusuri semua aset-aset kekayaan yang bersumber dari hasil merampok keuangan negara. Semua aset yang terbukti bakal dilakukan penyitaan bekerjasama dengan PPATK.



&quot;Kepada siapapun aliran dana itu mengalir, dan kita dapatkan satu bukti, maka tentunya kita mengambil sikap upaya paksa hukum berupa penyitaan,&quot; jelasnya.



&quot;Jadi tidak ada pengecualian, kepada siapapun dia, sepanjang kita memiliki bukti bahwa memang ada aliran dana hasil korupsi mengalir ke situ,&quot; tutupnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Eks Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) disebut meminta setoran dari pejabat Eselon I Kementerian Pertanian senilai 4.000 hingga 10.000 dollar AS. Uang tersebut disetor oleh dua orang kepercayaan yakni Kasdi Subagyono dan Muhammad Hatta yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

&quot;Untuk mengumpulkan eselon I, Dirjen besaran nilai yang ditentukan SYL mulai dari USD 4.000 sampai dengan 10.000 USD,&quot; kata Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak di Jakarta dikutip, Kamis (12/10/2023).

BACA JUGA:
 SYL Pungut Setoran Demi Bayar Cicilan Kartu Kredit dan Mobil Alphard&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Johanis menerangkan, bahwa penerimaan uang dihimpun Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Kementan, Muhammad Hatta. Keduanya menerima setoran dari para pejabat Kementan.

&quot;Penerimaan uang dari KS dan MH, representasi orang kepercayaan SYL rutin tiap bulan pakai uang mata asing,&quot; ujarnya.

&quot;Sejauh ini uang dinikmati SYL sejumlah Rp13,9 miliar. Penelusuran lebih mendalam akan ditangani tim penyidik,&quot; sambung dia.

BACA JUGA:
KPK Dalami Keterlibatan Keluarga SYL Dalam Kasus Korupsi di Kementan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Uang senilai Rp13,9 miliar untuk memenuhi kebutuhan pribadi untuk digunakan SYL untuk membayar cicilan kartu kredit dan mobil Toyota Alphard.

&quot;Penggunaan SYL untuk pembayaran cicilan kartu kredit dan Alphard milik SYL,&quot; kata Johanis.

Di samping itu, Johanis juga masih terus mendalami uang yang diduga hasil korupsi yang dilakukan oleh eks Mentan SYL. &amp;ldquo;(Jumlah uang lainnya) masih terus didalami oleh penyidik,&amp;rdquo; jelas Johanis.



KPK juga mendalami aliran dana yang dinikmati oleh mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) ke partai politik Nasional Demokrat (NasDem).



&quot;Sedangkan apakah ada aliran dana ke NasDem, itu nanti masih didalami lagi,&quot; kata Johanis.



Dia menegaskan akan melakukan penyelidikan dan menelusuri semua aset-aset kekayaan yang bersumber dari hasil merampok keuangan negara. Semua aset yang terbukti bakal dilakukan penyitaan bekerjasama dengan PPATK.



&quot;Kepada siapapun aliran dana itu mengalir, dan kita dapatkan satu bukti, maka tentunya kita mengambil sikap upaya paksa hukum berupa penyitaan,&quot; jelasnya.



&quot;Jadi tidak ada pengecualian, kepada siapapun dia, sepanjang kita memiliki bukti bahwa memang ada aliran dana hasil korupsi mengalir ke situ,&quot; tutupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
