<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Hamas Serang Israel, Lemhannas Waspadai Aksi Teror Baru</title><description>Kami juga melihat apakah nanti apa yang terjadi antara Israel antara Israel dengan Hamas ini memancing kemunculan aksi-aksi teror baru</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/12/337/2899640/usai-hamas-serang-israel-lemhannas-waspadai-aksi-teror-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/12/337/2899640/usai-hamas-serang-israel-lemhannas-waspadai-aksi-teror-baru"/><item><title>Usai Hamas Serang Israel, Lemhannas Waspadai Aksi Teror Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/12/337/2899640/usai-hamas-serang-israel-lemhannas-waspadai-aksi-teror-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/12/337/2899640/usai-hamas-serang-israel-lemhannas-waspadai-aksi-teror-baru</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2023 08:29 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/12/337/2899640/usai-hamas-serang-israel-lemhannas-waspadai-aksi-teror-baru-4IR3cjByUc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto waspadai teror baru usai serangan Hamas (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/12/337/2899640/usai-hamas-serang-israel-lemhannas-waspadai-aksi-teror-baru-4IR3cjByUc.jpg</image><title>Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto waspadai teror baru usai serangan Hamas (Foto : MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk2NS81L3g4b3B3ZWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto mengatakan, pihaknya mewaspadai aksi-aksi teror baru yang mungkin muncul usai serangan kelompok militan Hamas ke Israel. Andi menjelaskan, hal tersebut dikaji oleh Lemhannas dan telah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

&quot;Kami juga melihat apakah nanti apa yang terjadi antara Israel antara Israel dengan Hamas ini memancing kemunculan aksi-aksi teror baru,&quot; kata Andi kepada wartawan, Rabu (11/10/2023).


BACA JUGA:
7 Respons MUI Atas Agresi Militer Israel di Palestina


&quot;Terutama untuk kepentingan-kepentingan negara-negara yang secara eksplisit dalam satu minggu ini lebih mendukung operasinya Israel daripada misalnya memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Itu yang sudah kami siapkan. Kami sudah menyerahkan laporan awalnya hari Senin,&quot; sambungnya.

Lemhannas, kata Andi, akan mendalami laporan awal tersebut dalam forum group discussion (FGD) pada Senin 16 Oktober 2023, mendatang.

&quot;Itu yang sudah kami siapkan. Kami sudah menyerahkan laporan awalnya hari Senin. Lalu akan dilanjutkan kajian lebih dalam Senin depan,&quot; ucapnya.


BACA JUGA:
Syahrul Yasin Limpo Akan Datangi KPK Pagi Ini


Sebagai informasi, Lemhannas telah menyerahkan kajian cepat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal serangan kelompok militan Palestina ke Israel.

&quot;Kami sudah menyerahkan kajian cepat kami pada hari Senin (9/10) siang kepada Pak Jokowi, dan itu diminta hari Minggu (8/10). Kami serahkan hari Senin siang, akan diperdalam Senin lagi,&quot; kata Andi.Kajian tersebut, kata Andi, berisi tentang beberapa pengaruh eskalasi serangan kelompok militan Palestina Hamas kepada Israel. Pertama, ialah soal pengaruh terhadap proses normalisasi hubungan antara Israel dengan negara-negara Arab melalui Abraham Accord yang mestinya terjadi tahun ini.

&quot;Ada beberapa deadline yang kemudian lewat karena ada eskalasi kekerasan. Ada deadline di bulan Ramadhan tahun ini lewat, karena terjadi eskalasi kekerasan antara Israel dengan Palestina yang terjadi secara signifikan,&quot; katanya.

&quot;Ada deadline lagi pada November tahun ini yang akan menjadi semakin berat karena ada perang antara Israel dan Hamas,&quot; sambungnya.


BACA JUGA:
Pocong hingga Kuntilanak Ngemis di Depok, Bikin Resah Warga


Kedua, kata Andi, pihaknya juga memetakan resiko-resiko politik Indonesia setelah eskalasi kekerasan terjadi.

&quot;Kami memperhatikan Solidaritas Aksi untuk Palestina yang mungkin muncul. Di situ tidak terlalu masalah karena sikap politik luar negeri Indonesia tegas. Kita selalu memperjuangkan yang pertama adalah kemerdekaan Palestina,&quot; katanya.

Ketiga, Lemhannas juga melihat apakah pascaserangan Hamas memancing kemunculan aksi-aksi teror baru.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk2NS81L3g4b3B3ZWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto mengatakan, pihaknya mewaspadai aksi-aksi teror baru yang mungkin muncul usai serangan kelompok militan Hamas ke Israel. Andi menjelaskan, hal tersebut dikaji oleh Lemhannas dan telah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

&quot;Kami juga melihat apakah nanti apa yang terjadi antara Israel antara Israel dengan Hamas ini memancing kemunculan aksi-aksi teror baru,&quot; kata Andi kepada wartawan, Rabu (11/10/2023).


BACA JUGA:
7 Respons MUI Atas Agresi Militer Israel di Palestina


&quot;Terutama untuk kepentingan-kepentingan negara-negara yang secara eksplisit dalam satu minggu ini lebih mendukung operasinya Israel daripada misalnya memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Itu yang sudah kami siapkan. Kami sudah menyerahkan laporan awalnya hari Senin,&quot; sambungnya.

Lemhannas, kata Andi, akan mendalami laporan awal tersebut dalam forum group discussion (FGD) pada Senin 16 Oktober 2023, mendatang.

&quot;Itu yang sudah kami siapkan. Kami sudah menyerahkan laporan awalnya hari Senin. Lalu akan dilanjutkan kajian lebih dalam Senin depan,&quot; ucapnya.


BACA JUGA:
Syahrul Yasin Limpo Akan Datangi KPK Pagi Ini


Sebagai informasi, Lemhannas telah menyerahkan kajian cepat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal serangan kelompok militan Palestina ke Israel.

&quot;Kami sudah menyerahkan kajian cepat kami pada hari Senin (9/10) siang kepada Pak Jokowi, dan itu diminta hari Minggu (8/10). Kami serahkan hari Senin siang, akan diperdalam Senin lagi,&quot; kata Andi.Kajian tersebut, kata Andi, berisi tentang beberapa pengaruh eskalasi serangan kelompok militan Palestina Hamas kepada Israel. Pertama, ialah soal pengaruh terhadap proses normalisasi hubungan antara Israel dengan negara-negara Arab melalui Abraham Accord yang mestinya terjadi tahun ini.

&quot;Ada beberapa deadline yang kemudian lewat karena ada eskalasi kekerasan. Ada deadline di bulan Ramadhan tahun ini lewat, karena terjadi eskalasi kekerasan antara Israel dengan Palestina yang terjadi secara signifikan,&quot; katanya.

&quot;Ada deadline lagi pada November tahun ini yang akan menjadi semakin berat karena ada perang antara Israel dan Hamas,&quot; sambungnya.


BACA JUGA:
Pocong hingga Kuntilanak Ngemis di Depok, Bikin Resah Warga


Kedua, kata Andi, pihaknya juga memetakan resiko-resiko politik Indonesia setelah eskalasi kekerasan terjadi.

&quot;Kami memperhatikan Solidaritas Aksi untuk Palestina yang mungkin muncul. Di situ tidak terlalu masalah karena sikap politik luar negeri Indonesia tegas. Kita selalu memperjuangkan yang pertama adalah kemerdekaan Palestina,&quot; katanya.

Ketiga, Lemhannas juga melihat apakah pascaserangan Hamas memancing kemunculan aksi-aksi teror baru.</content:encoded></item></channel></rss>
