<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Gempa M5,3 Kaimana Akibat Aktivitas Sesar Tarera-Aiduna</title><description>&quot;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),&quot; kata Daryono.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/12/337/2899896/bmkg-gempa-m5-3-kaimana-akibat-aktivitas-sesar-tarera-aiduna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/12/337/2899896/bmkg-gempa-m5-3-kaimana-akibat-aktivitas-sesar-tarera-aiduna"/><item><title>BMKG: Gempa M5,3 Kaimana Akibat Aktivitas Sesar Tarera-Aiduna</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/12/337/2899896/bmkg-gempa-m5-3-kaimana-akibat-aktivitas-sesar-tarera-aiduna</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/12/337/2899896/bmkg-gempa-m5-3-kaimana-akibat-aktivitas-sesar-tarera-aiduna</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2023 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/12/337/2899896/bmkg-gempa-m5-3-kaimana-akibat-aktivitas-sesar-tarera-aiduna-zLMgqGxrJI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BMKG (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/12/337/2899896/bmkg-gempa-m5-3-kaimana-akibat-aktivitas-sesar-tarera-aiduna-zLMgqGxrJI.jpg</image><title>BMKG (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMi8xLzE3MjA1Mi81L3g4b3JnaWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa M5,3 yang mengguncang Kaimana, Papua Barat, Kamis (12/10/2023), pukul 13.18.43 WIB, akibat aktivitas sesar Tarera-Aiduna.
&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Tarera-Aiduna,&quot; kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan resminya.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,44&amp;deg; LS ; 133,92&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 128 km BaratDaya Kaimana, Papua Barat pada kedalaman 29 km.

BACA JUGA:
Pemain Bali United Privat Mbarga Ungkap Rasa Syukur Usai Resmi Dinaturalisasi Timnas Kamboja

&quot;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),&quot; kata Daryono.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Buruway, Kaimana dan Teluk Etna dengan skala intensitas III - IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

BACA JUGA:
Kunker ke Jepang, Ketua DPR Ajak Berinvestasi di Proyek Strategis Nasional&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,&quot; tegas Daryono.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMi8xLzE3MjA1Mi81L3g4b3JnaWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa M5,3 yang mengguncang Kaimana, Papua Barat, Kamis (12/10/2023), pukul 13.18.43 WIB, akibat aktivitas sesar Tarera-Aiduna.
&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Tarera-Aiduna,&quot; kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan resminya.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,44&amp;deg; LS ; 133,92&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 128 km BaratDaya Kaimana, Papua Barat pada kedalaman 29 km.

BACA JUGA:
Pemain Bali United Privat Mbarga Ungkap Rasa Syukur Usai Resmi Dinaturalisasi Timnas Kamboja

&quot;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),&quot; kata Daryono.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Buruway, Kaimana dan Teluk Etna dengan skala intensitas III - IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

BACA JUGA:
Kunker ke Jepang, Ketua DPR Ajak Berinvestasi di Proyek Strategis Nasional&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,&quot; tegas Daryono.

</content:encoded></item></channel></rss>
