<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cek Semburan Air Bercampur Gas di Bogor, Dinas ESDM Jabar Ambil Sampel</title><description>Cek Semburan Air Bercampur Gas di Bogor, Dinas ESDM Jabar Ambil Sampel
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/12/338/2900022/cek-semburan-air-bercampur-gas-di-bogor-dinas-esdm-jabar-ambil-sampel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/12/338/2900022/cek-semburan-air-bercampur-gas-di-bogor-dinas-esdm-jabar-ambil-sampel"/><item><title>Cek Semburan Air Bercampur Gas di Bogor, Dinas ESDM Jabar Ambil Sampel</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/12/338/2900022/cek-semburan-air-bercampur-gas-di-bogor-dinas-esdm-jabar-ambil-sampel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/12/338/2900022/cek-semburan-air-bercampur-gas-di-bogor-dinas-esdm-jabar-ambil-sampel</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2023 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>

BOGOR - Kantor Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat Wilayah II Bogor akan mengambil sampel dari lokasi semburan air bercampur gas di wilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor. Sampel itu akan diuji untuk mengetahui pasti kandungan zat dari semburan tersebut.

&quot;Sampai sejauh ini kita belum bisa menganalisis secara pasti karena kita harus lihat dulu dari data-data yang ada. Mulai dari kronologisnya, proses pengeborannya karena semua itu akan berkaitan,&quot; kata Kasie Energi dan Ketenagalistrikan pada KCD ESDM Provinsi Jawa Barat Wilayah II Bogor, Heriman Sutisna kepada wartawan, Kamis (12/10/2023).

Dari data-data itu, pihaknya akan mengevaluasi dan mengoordinasikan. Ia pun menerima aduan dari masyarakat, yang juga akan dilaporkan hasilnya.

&quot;Itu yang hanya bisa sampaikan saat ini karena kita harus tahu dulu data-data itu. Dari data-data itu akan kita evaluasi, kita akan koordinasikan karena sekarang sudah jelas adanya di pemerintah pusat jadi kami ke sini hanya melakukan pengaduan dari masyarakat dan kita akan melaporkan hasilnya,&quot; ungkap Heriman.







BACA JUGA:
 Ini Kronologi Munculnya Semburan Air Bercampur Gas di Bogor&amp;nbsp; &amp;nbsp;










&quot;Kita akan koordinasikan masalah tim teknis itu kapan datang ke sini, evaluasinya seperti apa. Sementara saya pengen tahu data dulu,&quot; sambungnya.

Sementara itu, Camat Sukaraja Ria Marlisa mengatakan warga sekitar lokasi semburan masih mengungsi selama 7 hari. Hal itu sampai dapat dipastikan kandungan air dan gas tersebut.





BACA JUGA:
Dampak Semburan Air Bercampur Gas, Warga Bogor Diminta Mengungsi 7 Hari












&quot;Yang terdampak itu sebenarnya hanya satu pemilik kontrakan yang terdiri dari 48 pintu. Kemarin dari 39 keluarga itu sudah pindah dari sini dan sementara beberapa mengungsi ke keluarga terdekat,&quot; ucap Ria.

Kata dia, pihak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat masih akan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui kandungan gas.



&quot;Kalau mengandung apa kami belum bisa menginformasikan karena kami sudah mengkomunikasinya kepada ESDM provinsi yang mempunyai kewenangannya. Tadi pun sudah datang dan sudah mengambil sampel untuk hasil selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh mereka,&quot; tutupnya.





BACA JUGA:
Semburan Air Bercampur Gas di Bogor Mendadak Berhenti, Ini Penampakannya













Sebelumnya, semburan air bercampur gas muncul di Kampung Leuwi Kotok, Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor pada Rabu 11 Oktober 2023. Semburan air itu muncul setelah ada pengeboran sumur bor sedalam 130 meter.



Namun, sekira pukul 11.30 WIB siang tadi semburan mendadak berhenti. Saat ini, warga masih belum dapat mendekat ke lokasi dan masih diminta mengungsi sampai kondisi dinyatakan aman.



</description><content:encoded>

BOGOR - Kantor Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat Wilayah II Bogor akan mengambil sampel dari lokasi semburan air bercampur gas di wilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor. Sampel itu akan diuji untuk mengetahui pasti kandungan zat dari semburan tersebut.

&quot;Sampai sejauh ini kita belum bisa menganalisis secara pasti karena kita harus lihat dulu dari data-data yang ada. Mulai dari kronologisnya, proses pengeborannya karena semua itu akan berkaitan,&quot; kata Kasie Energi dan Ketenagalistrikan pada KCD ESDM Provinsi Jawa Barat Wilayah II Bogor, Heriman Sutisna kepada wartawan, Kamis (12/10/2023).

Dari data-data itu, pihaknya akan mengevaluasi dan mengoordinasikan. Ia pun menerima aduan dari masyarakat, yang juga akan dilaporkan hasilnya.

&quot;Itu yang hanya bisa sampaikan saat ini karena kita harus tahu dulu data-data itu. Dari data-data itu akan kita evaluasi, kita akan koordinasikan karena sekarang sudah jelas adanya di pemerintah pusat jadi kami ke sini hanya melakukan pengaduan dari masyarakat dan kita akan melaporkan hasilnya,&quot; ungkap Heriman.







BACA JUGA:
 Ini Kronologi Munculnya Semburan Air Bercampur Gas di Bogor&amp;nbsp; &amp;nbsp;










&quot;Kita akan koordinasikan masalah tim teknis itu kapan datang ke sini, evaluasinya seperti apa. Sementara saya pengen tahu data dulu,&quot; sambungnya.

Sementara itu, Camat Sukaraja Ria Marlisa mengatakan warga sekitar lokasi semburan masih mengungsi selama 7 hari. Hal itu sampai dapat dipastikan kandungan air dan gas tersebut.





BACA JUGA:
Dampak Semburan Air Bercampur Gas, Warga Bogor Diminta Mengungsi 7 Hari












&quot;Yang terdampak itu sebenarnya hanya satu pemilik kontrakan yang terdiri dari 48 pintu. Kemarin dari 39 keluarga itu sudah pindah dari sini dan sementara beberapa mengungsi ke keluarga terdekat,&quot; ucap Ria.

Kata dia, pihak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat masih akan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui kandungan gas.



&quot;Kalau mengandung apa kami belum bisa menginformasikan karena kami sudah mengkomunikasinya kepada ESDM provinsi yang mempunyai kewenangannya. Tadi pun sudah datang dan sudah mengambil sampel untuk hasil selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh mereka,&quot; tutupnya.





BACA JUGA:
Semburan Air Bercampur Gas di Bogor Mendadak Berhenti, Ini Penampakannya













Sebelumnya, semburan air bercampur gas muncul di Kampung Leuwi Kotok, Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor pada Rabu 11 Oktober 2023. Semburan air itu muncul setelah ada pengeboran sumur bor sedalam 130 meter.



Namun, sekira pukul 11.30 WIB siang tadi semburan mendadak berhenti. Saat ini, warga masih belum dapat mendekat ke lokasi dan masih diminta mengungsi sampai kondisi dinyatakan aman.



</content:encoded></item></channel></rss>
