<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Kemanusiaan Kian Parah, WHO Desak Perlunya Bantuan Medis Masuk ke Gaza</title><description>Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi telah setuju</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/13/18/2900721/krisis-kemanusiaan-kian-parah-who-desak-perlunya-bantuan-medis-masuk-ke-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/13/18/2900721/krisis-kemanusiaan-kian-parah-who-desak-perlunya-bantuan-medis-masuk-ke-gaza"/><item><title>Krisis Kemanusiaan Kian Parah, WHO Desak Perlunya Bantuan Medis Masuk ke Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/13/18/2900721/krisis-kemanusiaan-kian-parah-who-desak-perlunya-bantuan-medis-masuk-ke-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/13/18/2900721/krisis-kemanusiaan-kian-parah-who-desak-perlunya-bantuan-medis-masuk-ke-gaza</guid><pubDate>Jum'at 13 Oktober 2023 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/13/18/2900721/krisis-kemanusiaan-kian-parah-who-desak-perlunya-bantuan-medis-masuk-ke-gaza-NrnbubNOQ1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WHO desak bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza (Foto: Mohammed ABED) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/13/18/2900721/krisis-kemanusiaan-kian-parah-who-desak-perlunya-bantuan-medis-masuk-ke-gaza-NrnbubNOQ1.jpg</image><title>WHO desak bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza (Foto: Mohammed ABED) </title></images><description>GAZA &amp;ndash; Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (12/10/2023)  mengatakan dia telah meminta Mesir untuk membantu mentransfer pasokan medis ke negara tetangga Gaza ketika krisis kemanusiaan di daerah kantong tersebut semakin parah akibat pemboman Israel.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi telah setuju untuk membantu pengiriman pasokan medis melalui penyeberangan yang menghubungkan Mesir dengan Gaza selatan.

&quot;Saya sangat khawatir. Hati saya tertuju kepada semua orang yang kehilangan nyawa dan keluarganya baik dari Israel maupun Palestina. Ini momen yang sangat menyedihkan,&quot; ujarnya kepada wartawan di Lyon, Prancis, dikutp CNN.

BACA JUGA:
Israel Minta PBB Evakuasi Jalur Gaza dalam Waktu 24 Jam, Jumlahnya Capai 1,1 Juta Orang

Salah satu jalan masuk yang berada di bawah pengepungan Israel, satu-satunya koridor yang dilalui warga Palestina atau bantuan dapat masuk dan keluar dari Gaza adalah Penyeberangan Rafah yang berbatasan dengan Mesir.


BACA JUGA:
Human Rights Watch Sebut Israel Gunakan Bom Fosfor Putih di Gaza

Mesir pada Kamis (12/10/2023)  membantah laporan penutupan penyeberangan tersebut, dan mengatakan bahwa penyeberangan tersebut mengalami kerusakan akibat serangan udara Israel yang berulang kali di sisi perbatasan Palestina.
CNN tidak dapat memverifikasi secara independen apakah penyeberangan itu terbuka.Seperti diketahui, kondisi di Gaza mengerikan paska Israel memberlakukan blokade. Tidak ada pasokan air, makanan, dna listrik padam. Israle menegaskan akan mencabut blockade itu jika Hamas melepaskan sandera Israel.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada Kamis (12/10/2023) bahwa 1.537 warga Palestina, termasuk 500 anak-anak dan 276 wanita telah tewas sejak Israel melancarkan serangan udara balasan pada Sabtu (7/10/2023). Jumlah ini bertambah 120 kematian sejak pernyataan terakhir mereka.



Sebanyak 6.612 orang lainnya terluka di daerah kantong padat penduduk tersebut.



Jumlah warga Israel yang dibunuh oleh Hamas telah meningkat menjadi 1.300, dengan sedikitnya 150 sandera disandera di Jalur Gaza.

</description><content:encoded>GAZA &amp;ndash; Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (12/10/2023)  mengatakan dia telah meminta Mesir untuk membantu mentransfer pasokan medis ke negara tetangga Gaza ketika krisis kemanusiaan di daerah kantong tersebut semakin parah akibat pemboman Israel.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi telah setuju untuk membantu pengiriman pasokan medis melalui penyeberangan yang menghubungkan Mesir dengan Gaza selatan.

&quot;Saya sangat khawatir. Hati saya tertuju kepada semua orang yang kehilangan nyawa dan keluarganya baik dari Israel maupun Palestina. Ini momen yang sangat menyedihkan,&quot; ujarnya kepada wartawan di Lyon, Prancis, dikutp CNN.

BACA JUGA:
Israel Minta PBB Evakuasi Jalur Gaza dalam Waktu 24 Jam, Jumlahnya Capai 1,1 Juta Orang

Salah satu jalan masuk yang berada di bawah pengepungan Israel, satu-satunya koridor yang dilalui warga Palestina atau bantuan dapat masuk dan keluar dari Gaza adalah Penyeberangan Rafah yang berbatasan dengan Mesir.


BACA JUGA:
Human Rights Watch Sebut Israel Gunakan Bom Fosfor Putih di Gaza

Mesir pada Kamis (12/10/2023)  membantah laporan penutupan penyeberangan tersebut, dan mengatakan bahwa penyeberangan tersebut mengalami kerusakan akibat serangan udara Israel yang berulang kali di sisi perbatasan Palestina.
CNN tidak dapat memverifikasi secara independen apakah penyeberangan itu terbuka.Seperti diketahui, kondisi di Gaza mengerikan paska Israel memberlakukan blokade. Tidak ada pasokan air, makanan, dna listrik padam. Israle menegaskan akan mencabut blockade itu jika Hamas melepaskan sandera Israel.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada Kamis (12/10/2023) bahwa 1.537 warga Palestina, termasuk 500 anak-anak dan 276 wanita telah tewas sejak Israel melancarkan serangan udara balasan pada Sabtu (7/10/2023). Jumlah ini bertambah 120 kematian sejak pernyataan terakhir mereka.



Sebanyak 6.612 orang lainnya terluka di daerah kantong padat penduduk tersebut.



Jumlah warga Israel yang dibunuh oleh Hamas telah meningkat menjadi 1.300, dengan sedikitnya 150 sandera disandera di Jalur Gaza.

</content:encoded></item></channel></rss>
