<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kala Sarwo Edhie Ngadep Soekarno Bahas Pembunuhan Jenderal Korban G30SPKI   </title><description>Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dengan Presiden Soekarno tanpa seizin Soeharto ini memancing kecurigaan&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/13/337/2900294/kala-sarwo-edhie-ngadep-soekarno-bahas-pembunuhan-jenderal-korban-g30spki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/13/337/2900294/kala-sarwo-edhie-ngadep-soekarno-bahas-pembunuhan-jenderal-korban-g30spki"/><item><title> Kala Sarwo Edhie Ngadep Soekarno Bahas Pembunuhan Jenderal Korban G30SPKI   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/13/337/2900294/kala-sarwo-edhie-ngadep-soekarno-bahas-pembunuhan-jenderal-korban-g30spki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/13/337/2900294/kala-sarwo-edhie-ngadep-soekarno-bahas-pembunuhan-jenderal-korban-g30spki</guid><pubDate>Jum'at 13 Oktober 2023 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/12/337/2900294/kala-sarwo-edhie-ngadep-soekarno-bahas-pembunuhan-jenderal-korban-g30spki-ZIDf2xkz4b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sarwo Edhie Prabowo (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/12/337/2900294/kala-sarwo-edhie-ngadep-soekarno-bahas-pembunuhan-jenderal-korban-g30spki-ZIDf2xkz4b.jpg</image><title>Sarwo Edhie Prabowo (foto: dok ist)</title></images><description>

PERTEMUAN Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dengan Presiden Soekarno tanpa seizin Soeharto ini memancing kecurigaan di kalangan Angkatan Darat. Peristiwa itu pun jadi awal mula perseteruan terpendam keduanya.

Sarwo Edhie menemui Soekarno dengan helikopter kepresidenan Sikorsky S-61 untuk membahas peristiwa pembunuhan jenderal-jenderal TNI pada September 1965. Saat itu, Sarwo Edhie bergegas terbang ke Bogor saat Laksamana Muda Sri Mulyono Herlambang dan Komodor Dewanto mengabari bahwa Soekarno sudah berada di Bogor.

Kecurigaan Soeharto bertambah sebab Sarwo terbang bersama perwira Angkatan Udara yang ditengarai dekat dengan PKI.

BACA JUGA:
Kedekatan Ahmad Yani dan Sarwo Edhie Bermula dari Peta

Letnan Kolonel Ali Moertopo melaporkan kejadian itu kepada Soeharto untuk diwaspadai. &quot;Mengapa dia bergegas ke Bogor? Untuk apa?&quot; kata Ali.

Terkait peristiwa tersebut, Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam, mengatakan kejadian itu mengawali perseteruan terpendam antara Soeharto dan Sarwo.

&quot;Tentu ada peran Ali Moertopo juga yang melebih-lebihkan,&quot; kata dia beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:
Kelakar Sarwo Edhie ke Mahasiswa : Masih Banyak Orang Kangen Sama Aidit

Namun, mengingat Sarwo memiliki tim khusus yang bergerak cepat, Soeharto tetap memanfaatkan Sarwo Edhie dalam memberantas pasukan yang mendukung gerakan 30 September. Demikian dikutip dari buku 'Sarwo Edhie dan Misteri 1965'.
</description><content:encoded>

PERTEMUAN Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dengan Presiden Soekarno tanpa seizin Soeharto ini memancing kecurigaan di kalangan Angkatan Darat. Peristiwa itu pun jadi awal mula perseteruan terpendam keduanya.

Sarwo Edhie menemui Soekarno dengan helikopter kepresidenan Sikorsky S-61 untuk membahas peristiwa pembunuhan jenderal-jenderal TNI pada September 1965. Saat itu, Sarwo Edhie bergegas terbang ke Bogor saat Laksamana Muda Sri Mulyono Herlambang dan Komodor Dewanto mengabari bahwa Soekarno sudah berada di Bogor.

Kecurigaan Soeharto bertambah sebab Sarwo terbang bersama perwira Angkatan Udara yang ditengarai dekat dengan PKI.

BACA JUGA:
Kedekatan Ahmad Yani dan Sarwo Edhie Bermula dari Peta

Letnan Kolonel Ali Moertopo melaporkan kejadian itu kepada Soeharto untuk diwaspadai. &quot;Mengapa dia bergegas ke Bogor? Untuk apa?&quot; kata Ali.

Terkait peristiwa tersebut, Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam, mengatakan kejadian itu mengawali perseteruan terpendam antara Soeharto dan Sarwo.

&quot;Tentu ada peran Ali Moertopo juga yang melebih-lebihkan,&quot; kata dia beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:
Kelakar Sarwo Edhie ke Mahasiswa : Masih Banyak Orang Kangen Sama Aidit

Namun, mengingat Sarwo memiliki tim khusus yang bergerak cepat, Soeharto tetap memanfaatkan Sarwo Edhie dalam memberantas pasukan yang mendukung gerakan 30 September. Demikian dikutip dari buku 'Sarwo Edhie dan Misteri 1965'.
</content:encoded></item></channel></rss>
