<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBNU Kritik Cak Imin soal Reaksi Rekam Jejak Pemimpin: Dia Sudah Lelah, Harusnya Istirahat!</title><description>Utamanya terkait dengan penggunaan agama sebagai alat politik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/13/337/2900384/pbnu-kritik-cak-imin-soal-reaksi-rekam-jejak-pemimpin-dia-sudah-lelah-harusnya-istirahat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/13/337/2900384/pbnu-kritik-cak-imin-soal-reaksi-rekam-jejak-pemimpin-dia-sudah-lelah-harusnya-istirahat"/><item><title>PBNU Kritik Cak Imin soal Reaksi Rekam Jejak Pemimpin: Dia Sudah Lelah, Harusnya Istirahat!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/13/337/2900384/pbnu-kritik-cak-imin-soal-reaksi-rekam-jejak-pemimpin-dia-sudah-lelah-harusnya-istirahat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/13/337/2900384/pbnu-kritik-cak-imin-soal-reaksi-rekam-jejak-pemimpin-dia-sudah-lelah-harusnya-istirahat</guid><pubDate>Jum'at 13 Oktober 2023 08:09 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/13/337/2900384/pbnu-kritik-cak-imin-soal-reaksi-rekam-jejak-pemimpin-dia-sudah-lelah-harusnya-istirahat-UrbLilAP4y.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">PBNU Kritik Cak Imin soal Reaksi Rekam Jejak/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/13/337/2900384/pbnu-kritik-cak-imin-soal-reaksi-rekam-jejak-pemimpin-dia-sudah-lelah-harusnya-istirahat-UrbLilAP4y.jpeg</image><title>PBNU Kritik Cak Imin soal Reaksi Rekam Jejak/ist</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS8xLzE3MjAxNi81L3g4b3Fxemc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ishfah Abidal Aziz memberikan kritik terhadap Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, karena&amp;nbsp; terlalu reaktif dalam merespon ajakan melihat rekam jejak calon pemimpin. Utamanya terkait dengan penggunaan agama sebagai alat politik.
Menurut Ishfah yang juga akrab disapa Gus Alex, ajakan itu justru positif. Dalam konteks Nahdlatul Ulama, ajakan itu sejalan dengan pedoman berpolitik warga NU. Seruan melihat rekam jejak calon pemimpin juga merupakan langkah mengedepankan kemaslahatan umat.

BACA JUGA:
Survei SMRC: Diduetkan dengan Ridwan Kamil, Elektabilitas Ganjar Kalahkan Anies-Cak Imin dan Prabowo-Erick Thohir

&quot;Seruan agar masyarakat benar-benar melihat rekam jejak calon pemimpin, yang berkomitmen tidak menggunakan agama sebagai alat politik meraih kekuasaan, adalah sikap yang mengedepankan kemaslahatan umum, dan upaya untuk terus menjaga nilai-nilai dasar kebangsaan,&quot; sebut Gus Alex di Jakarta, Jumat (13/10/2023).

BACA JUGA:
PBNU Serukan Perang di Palestina dan Israel Dihentikan!

Seruan itu, kata Gus Alex, juga selaras dengan kebijakan PBNU dalam menyikapi dinamika politik. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum, KH. Yahya Cholil Staquf dalam rangka melaksanakan hasil Muktamar ke-28 tahun 1989 di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, tentang Sembilan Pedoman Berpolitik Warga Nahdlatul Ulama.
&quot;Hasil Muktamar ke-28 tersebut adalah bentuk komitmen dari para kyai, ulama, santri, dan berbagai kalangan nahdliyyin,&quot; tegasnya.Terkait manuver Muhaimin dalam merespons seruan tersebut, Gus Alex menilai sebagai reaksi berlebihan.

Oleh karena itu, jika Muhaimin merasa tidak memiliki rekam jejak menggunakan agama sebagai alat politik, harusnya justru memberikan dukungan. Sebab, seruan melihat rekam jejak itu memang sejalan dengan pedoman berpolitik NU. &quot;Reaksi Muhaimin berlebihan, harusnya malah mendukung,&quot; jelasnya.

&quot;Muhaimin mungkin sedang lelah, atau mungkin sudah putus asa karena tidak bisa &quot;mengendalikan&quot; PBNU. Saran saya, kalau Muhaimin sudah merasa lelah, baiknya istirahat saja,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS8xLzE3MjAxNi81L3g4b3Fxemc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ishfah Abidal Aziz memberikan kritik terhadap Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, karena&amp;nbsp; terlalu reaktif dalam merespon ajakan melihat rekam jejak calon pemimpin. Utamanya terkait dengan penggunaan agama sebagai alat politik.
Menurut Ishfah yang juga akrab disapa Gus Alex, ajakan itu justru positif. Dalam konteks Nahdlatul Ulama, ajakan itu sejalan dengan pedoman berpolitik warga NU. Seruan melihat rekam jejak calon pemimpin juga merupakan langkah mengedepankan kemaslahatan umat.

BACA JUGA:
Survei SMRC: Diduetkan dengan Ridwan Kamil, Elektabilitas Ganjar Kalahkan Anies-Cak Imin dan Prabowo-Erick Thohir

&quot;Seruan agar masyarakat benar-benar melihat rekam jejak calon pemimpin, yang berkomitmen tidak menggunakan agama sebagai alat politik meraih kekuasaan, adalah sikap yang mengedepankan kemaslahatan umum, dan upaya untuk terus menjaga nilai-nilai dasar kebangsaan,&quot; sebut Gus Alex di Jakarta, Jumat (13/10/2023).

BACA JUGA:
PBNU Serukan Perang di Palestina dan Israel Dihentikan!

Seruan itu, kata Gus Alex, juga selaras dengan kebijakan PBNU dalam menyikapi dinamika politik. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum, KH. Yahya Cholil Staquf dalam rangka melaksanakan hasil Muktamar ke-28 tahun 1989 di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, tentang Sembilan Pedoman Berpolitik Warga Nahdlatul Ulama.
&quot;Hasil Muktamar ke-28 tersebut adalah bentuk komitmen dari para kyai, ulama, santri, dan berbagai kalangan nahdliyyin,&quot; tegasnya.Terkait manuver Muhaimin dalam merespons seruan tersebut, Gus Alex menilai sebagai reaksi berlebihan.

Oleh karena itu, jika Muhaimin merasa tidak memiliki rekam jejak menggunakan agama sebagai alat politik, harusnya justru memberikan dukungan. Sebab, seruan melihat rekam jejak itu memang sejalan dengan pedoman berpolitik NU. &quot;Reaksi Muhaimin berlebihan, harusnya malah mendukung,&quot; jelasnya.

&quot;Muhaimin mungkin sedang lelah, atau mungkin sudah putus asa karena tidak bisa &quot;mengendalikan&quot; PBNU. Saran saya, kalau Muhaimin sudah merasa lelah, baiknya istirahat saja,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
