<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko PMK Ingatkan Potensi Bencana Kemanusiaan: TPPO dan Narkoba</title><description>Menko PMK Ingatkan Potensi Bencana Kemanusiaan: TPPO dan Narkoba
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/13/337/2900805/menko-pmk-ingatkan-potensi-bencana-kemanusiaan-tppo-dan-narkoba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/13/337/2900805/menko-pmk-ingatkan-potensi-bencana-kemanusiaan-tppo-dan-narkoba"/><item><title>Menko PMK Ingatkan Potensi Bencana Kemanusiaan: TPPO dan Narkoba</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/13/337/2900805/menko-pmk-ingatkan-potensi-bencana-kemanusiaan-tppo-dan-narkoba</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/13/337/2900805/menko-pmk-ingatkan-potensi-bencana-kemanusiaan-tppo-dan-narkoba</guid><pubDate>Jum'at 13 Oktober 2023 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/13/337/2900805/menko-pmk-ingatkan-potensi-bencana-kemanusiaan-tppo-dan-narkoba-0wTNTTL0kH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK Muhadjir Effendy. (tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/13/337/2900805/menko-pmk-ingatkan-potensi-bencana-kemanusiaan-tppo-dan-narkoba-0wTNTTL0kH.jpg</image><title>Menko PMK Muhadjir Effendy. (tangkapan layar)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan bencana kemanusiaan yang bisa mengancam masyarakat Indonesia. Bencana kemanusiaan itu yakni tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan perdagangan obat terlarang (drug trafficking).
&amp;ldquo;Indonesia ini negara yang paling menjadi sasaran utama terhadap praktek TPPO dan drug trafficking itu. Ini termasuk bencana, tapi bencana kemanusiaan, bencana yang diakibatkan oleh manusia,&amp;rdquo; ungkap Muhadjir pada Puncak Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Jumat (13/10/2023).
Muhadjir menjelaskan mengapa masyarakat Indonesia menjadi sasaran utama TPPO.
&amp;ldquo;Kenapa TPPO itu menjadi kita banyak menjadi sasaran? Kita banyak penduduk yang sangat mudah untuk dirayu untuk ditipu, dijadikan pekerja ditawari dengan berbagai macam janji-janji indah tapi kemudian di sana menjadi perasan. Diperas tenaganya bahkan juga dirampas hak-haknya,&amp;rdquo; tuturnya.

BACA JUGA:
Mahfud MD Berencana Berikan Grasi Massal kepada Napi Narkoba&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Nah itu sekarang kita juga sedang koordinasi antar lintas negara termasuk drug traficcking. Kita dulu katanya sebagai perlintasan saja tapi sekarang karena kita punya penduduk 274 juta maka kita ternyata menjadi sasaran dari obat-obatan terlarang masuk di Indonesia,&amp;rdquo; kata Muhadjir.
Muhadjir menyoroti banyak negara tetangga yang tidak mau tahu tentang dua masalah ini.

BACA JUGA:
Kemlu RI Pulangkan 28 WNI Korban TPPO dari Kamboja ke Tanah Air

&amp;ldquo;Banyak sekali negara tetangga kita itu enggak mau tahu gitu, karena dia tahu bahwa karena dia penduduknya sedikit, sasaran obat-obat terlarang yang tidak ke dia, cuma dilewati saja. Tujuannya ke Indonesia terutama, mereka acuh aja, biar aja lewat yang penting tidak ke kita (negara tetangga) yang penting ke Indonesia.&amp;rdquo;Karena itu, kata Muhadjir, dengan keketuaan Indonesia di ASEAN kini dua masalah itu menjadi agenda besar.

BACA JUGA:
 Satgas Polri Sudah Tangkap 1.014 Tersangka TPPO&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ini juga kita benahi bersama koordinasi bersama, itu termasuk kebencanaan yang mungkin kita tidak pernah membayangkan, tidak pernah dibahas di dalam BNPB tapi itu juga sekarang menjadi agenda besar kita,&amp;rdquo; tuturnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan bencana kemanusiaan yang bisa mengancam masyarakat Indonesia. Bencana kemanusiaan itu yakni tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan perdagangan obat terlarang (drug trafficking).
&amp;ldquo;Indonesia ini negara yang paling menjadi sasaran utama terhadap praktek TPPO dan drug trafficking itu. Ini termasuk bencana, tapi bencana kemanusiaan, bencana yang diakibatkan oleh manusia,&amp;rdquo; ungkap Muhadjir pada Puncak Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Jumat (13/10/2023).
Muhadjir menjelaskan mengapa masyarakat Indonesia menjadi sasaran utama TPPO.
&amp;ldquo;Kenapa TPPO itu menjadi kita banyak menjadi sasaran? Kita banyak penduduk yang sangat mudah untuk dirayu untuk ditipu, dijadikan pekerja ditawari dengan berbagai macam janji-janji indah tapi kemudian di sana menjadi perasan. Diperas tenaganya bahkan juga dirampas hak-haknya,&amp;rdquo; tuturnya.

BACA JUGA:
Mahfud MD Berencana Berikan Grasi Massal kepada Napi Narkoba&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Nah itu sekarang kita juga sedang koordinasi antar lintas negara termasuk drug traficcking. Kita dulu katanya sebagai perlintasan saja tapi sekarang karena kita punya penduduk 274 juta maka kita ternyata menjadi sasaran dari obat-obatan terlarang masuk di Indonesia,&amp;rdquo; kata Muhadjir.
Muhadjir menyoroti banyak negara tetangga yang tidak mau tahu tentang dua masalah ini.

BACA JUGA:
Kemlu RI Pulangkan 28 WNI Korban TPPO dari Kamboja ke Tanah Air

&amp;ldquo;Banyak sekali negara tetangga kita itu enggak mau tahu gitu, karena dia tahu bahwa karena dia penduduknya sedikit, sasaran obat-obat terlarang yang tidak ke dia, cuma dilewati saja. Tujuannya ke Indonesia terutama, mereka acuh aja, biar aja lewat yang penting tidak ke kita (negara tetangga) yang penting ke Indonesia.&amp;rdquo;Karena itu, kata Muhadjir, dengan keketuaan Indonesia di ASEAN kini dua masalah itu menjadi agenda besar.

BACA JUGA:
 Satgas Polri Sudah Tangkap 1.014 Tersangka TPPO&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ini juga kita benahi bersama koordinasi bersama, itu termasuk kebencanaan yang mungkin kita tidak pernah membayangkan, tidak pernah dibahas di dalam BNPB tapi itu juga sekarang menjadi agenda besar kita,&amp;rdquo; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
