<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>    ASN Harus Bijak Bermedia Sosial Jelang Pemilu, Heru Budi: Ada Operasi Siber!   </title><description>Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono kembali mewanti-wanti Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bijak</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/13/338/2900389/asn-harus-bijak-bermedia-sosial-jelang-pemilu-heru-budi-ada-operasi-siber</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/13/338/2900389/asn-harus-bijak-bermedia-sosial-jelang-pemilu-heru-budi-ada-operasi-siber"/><item><title>    ASN Harus Bijak Bermedia Sosial Jelang Pemilu, Heru Budi: Ada Operasi Siber!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/13/338/2900389/asn-harus-bijak-bermedia-sosial-jelang-pemilu-heru-budi-ada-operasi-siber</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/13/338/2900389/asn-harus-bijak-bermedia-sosial-jelang-pemilu-heru-budi-ada-operasi-siber</guid><pubDate>Jum'at 13 Oktober 2023 08:21 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/13/338/2900389/asn-harus-bijak-bermedia-sosial-jelang-pemilu-heru-budi-ada-operasi-siber-RjgU6cQ5QO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: freepick)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/13/338/2900389/asn-harus-bijak-bermedia-sosial-jelang-pemilu-heru-budi-ada-operasi-siber-RjgU6cQ5QO.jpg</image><title>Illustrasi (foto: freepick)</title></images><description>
JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono kembali mewanti-wanti Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bijak saat menggunakan media sosial (Medsos) jelang perhelatan Pemilu 2024.

Hal tersebut Heru katakan saat menjadi pembicara pada Podcast Kopi Sedap bertajuk &quot;Menuju Jakarta Global City&quot; yang diselenggarakan oleh BPKD Provinsi DKI Jakarta pada Kamis, 12 Oktober 2023.

Kala itu, terdapat ASN dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI yang melemparkan pertanyaan ke Heru Budi.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Jadikan Jawa Tengah Contoh Bagi Provinsi Lain soal Smart Birokrasi dan Tata Kelola ASN

Pertanyaan tersebut, terkait dirinya yang juga ASN memiliki foto bersama dengan mantan Gubernur DKI, Anies Baswedan yang kini menjadi kandidat Calon Presiden (Capres).

&quot;Kami dulu pernah berfoto ria dengan Pak Gubernur sebelumnya yang kebetulan sekarang jadi capres. Saya mau menghapus dari medsos saya, takutnya kan nanti Pak Pj lihat lho kok masih ada foto dengan ini ya. Mohon konfirmasinya,&quot; ucap ASN bernama Muji itu, dikutip Jumat (13/10/2023).

Menanggapi hal itu, Heru mengatakan, foto tersebut tidak perlu dihapus. Namun, Ia memberi saran agar foto tersebut diberi tanggal agar tidak menjadi keliru.

BACA JUGA:
Ketua DPR RI Tegaskan UU ASN Untuk Pemerataan Kualitas Abdi Negara di Daerah 3T

&quot;Enggak usah dihapus. Tambahin saja tanggal. Tambahin tanggal, jangan dihapus. Nanti dihapus dikira saya suruh hapus. Nggak usah. Tambahin tanggal foto ini difoto tanggal sekian,&quot; imbuhnya.

&quot;Tolong menggunakan media sosial secara bijak. Dengan operasi siber pasti ketahuan. Men-share, meminta, mendukung itu hati-hati. BKD tolong jelaskan ini ke ASN agar mereka paham dan tidak lupa,&quot; sambungnya.



Di sisi lain, Heru juga mewanti-wanti ASN jika menghadiri sebuah acara. Terlebih, acara yang didatangi ternyata merupakan giat kampanye.



&quot;Hati-hati kalau ASN diundang, tapi di sana dalam situasi kampanye, dalam undangan tidak disebutkan memang itu kampanye. Ini hati-hati kejebak, bisa kena Undang-Undang ASN, nanti bisa dipanggil Bawaslu dan lainnya. Saya minta teman-teman semua berhati-hati dan terkontrol,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono kembali mewanti-wanti Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bijak saat menggunakan media sosial (Medsos) jelang perhelatan Pemilu 2024.

Hal tersebut Heru katakan saat menjadi pembicara pada Podcast Kopi Sedap bertajuk &quot;Menuju Jakarta Global City&quot; yang diselenggarakan oleh BPKD Provinsi DKI Jakarta pada Kamis, 12 Oktober 2023.

Kala itu, terdapat ASN dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI yang melemparkan pertanyaan ke Heru Budi.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Jadikan Jawa Tengah Contoh Bagi Provinsi Lain soal Smart Birokrasi dan Tata Kelola ASN

Pertanyaan tersebut, terkait dirinya yang juga ASN memiliki foto bersama dengan mantan Gubernur DKI, Anies Baswedan yang kini menjadi kandidat Calon Presiden (Capres).

&quot;Kami dulu pernah berfoto ria dengan Pak Gubernur sebelumnya yang kebetulan sekarang jadi capres. Saya mau menghapus dari medsos saya, takutnya kan nanti Pak Pj lihat lho kok masih ada foto dengan ini ya. Mohon konfirmasinya,&quot; ucap ASN bernama Muji itu, dikutip Jumat (13/10/2023).

Menanggapi hal itu, Heru mengatakan, foto tersebut tidak perlu dihapus. Namun, Ia memberi saran agar foto tersebut diberi tanggal agar tidak menjadi keliru.

BACA JUGA:
Ketua DPR RI Tegaskan UU ASN Untuk Pemerataan Kualitas Abdi Negara di Daerah 3T

&quot;Enggak usah dihapus. Tambahin saja tanggal. Tambahin tanggal, jangan dihapus. Nanti dihapus dikira saya suruh hapus. Nggak usah. Tambahin tanggal foto ini difoto tanggal sekian,&quot; imbuhnya.

&quot;Tolong menggunakan media sosial secara bijak. Dengan operasi siber pasti ketahuan. Men-share, meminta, mendukung itu hati-hati. BKD tolong jelaskan ini ke ASN agar mereka paham dan tidak lupa,&quot; sambungnya.



Di sisi lain, Heru juga mewanti-wanti ASN jika menghadiri sebuah acara. Terlebih, acara yang didatangi ternyata merupakan giat kampanye.



&quot;Hati-hati kalau ASN diundang, tapi di sana dalam situasi kampanye, dalam undangan tidak disebutkan memang itu kampanye. Ini hati-hati kejebak, bisa kena Undang-Undang ASN, nanti bisa dipanggil Bawaslu dan lainnya. Saya minta teman-teman semua berhati-hati dan terkontrol,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
