<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ciptakan Lapangan Kerja, Relawan Ganjar Bangun Rumah Produksi Camilan di Pangandaran</title><description>Ciptakan Lapangan Kerja, Relawan Ganjar Bangun Rumah Produksi Camilan
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/13/525/2900884/ciptakan-lapangan-kerja-relawan-ganjar-bangun-rumah-produksi-camilan-di-pangandaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/13/525/2900884/ciptakan-lapangan-kerja-relawan-ganjar-bangun-rumah-produksi-camilan-di-pangandaran"/><item><title>Ciptakan Lapangan Kerja, Relawan Ganjar Bangun Rumah Produksi Camilan di Pangandaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/13/525/2900884/ciptakan-lapangan-kerja-relawan-ganjar-bangun-rumah-produksi-camilan-di-pangandaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/13/525/2900884/ciptakan-lapangan-kerja-relawan-ganjar-bangun-rumah-produksi-camilan-di-pangandaran</guid><pubDate>Jum'at 13 Oktober 2023 18:49 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/13/525/2900884/ciptakan-lapangan-kerja-relawan-ganjar-bangun-rumah-produksi-camilan-di-pangandaran-nOCHcbg5uN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ciptakan lapangan kerja, relawan Ganjar bangun rumah produksi camilan. (Ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/13/525/2900884/ciptakan-lapangan-kerja-relawan-ganjar-bangun-rumah-produksi-camilan-di-pangandaran-nOCHcbg5uN.jpg</image><title>Ciptakan lapangan kerja, relawan Ganjar bangun rumah produksi camilan. (Ist) </title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOC8xLzE3MTg1My81L3g4b28xNDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

PANGANDARAN - Sukarelawan Wanita Nelayan Sadulur Ganjar membangun rumah produksi camilan keripik pisang yang dikelola istri dari para nelayan yang berada di Dusun Buniayu, Desa Karang Jaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Mereka menamai produknya 'Keripik Pisang Renyah' dengan tagline 'Sekali Gigit Pasti Ketagihan'.

Rumah produksi ini mampu menghasilkan 100 pcs keripik per hari dengan harga jual berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per pcs.

Hal ini tidak hanya menciptakan identitas kuliner khas daerah Buniayu, tetapi juga memberikan peluang pendapatan tambahan bagi para istri nelayan yang berjuang untuk membangun masa depan yang lebih cerah.

&quot;Alhamdulillah, untuk saat ini baru menembus 100 pcs per hari dengan harga jual sekitar Rp 10  ribu sampai Rp 15 ribu per pcs,&quot; kata penanggungjawab rumah produksi, Dede Rina, dalam keterangannya, Jumat (13/10/2023).






BACA JUGA:
Gerak 98 Dukung Ganjar Jadi Presiden, Dianggap Mampu Menempatkan Agenda Reformasi










Rina mengatakan rumah produksi ini baru dirintis dengan memberdayakan para istri nelayan. Ke depan, ia berharap produksi pisang ini terus meningkat dan bisa mempekerjakan banyak orang, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

&quot;Harapannya, usaha kami bisa lebih berkembang, biar bisa membantu perekonomian masyarakat juga,&quot; ucapnya.




BACA JUGA:
Andi Widjajanto Gabung ke TPN Ganjar, Partai Perindo: Lemhannas Pasti Netral











Koordinator Wilayah Wanita Nelayan Sadulur Ganjar Buniayu, Herni, menjelaskan bahwa rumah produksi ini adalah langkah nyata untuk memberdayakan istri-istri nelayan, menciptakan lapangan kerja, dan merangsang perekonomian lokal. Ia berharap produk ini mampu bersaing di tingkat lokal, nasional hingga internasional.

Rumah produksi itu dilengkapi sejumlah perlengkapan produksi keripik, seperti kompor, wajan, alat peniris minyak, dan peralatan lainnya.



Rumah produksi ini telah mendapatkan dukungan positif dari berbagai pihak yang ingin berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan keluarga mereka.








BACA JUGA:
Obrolan Santai Ganjar dengan Keluarga KH Hasyim Muzadi, Tidak Bicara Politik

















&quot;Bagus yah rumah produksinya. Saya ikut terlihat disini, ingin membantu suami, buat anak-anak. Mudah-mudahan semakin maju kedepannya perusahaan keripik pisang,&quot; kata seorang istri nelayan, Maryati.





Sukarelawan Wanita Nelayan Sedulur Ganjar juga memberikan pelatihan pembuatan keripik pisang bagi masyarakat dan istri para nelayan.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOC8xLzE3MTg1My81L3g4b28xNDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

PANGANDARAN - Sukarelawan Wanita Nelayan Sadulur Ganjar membangun rumah produksi camilan keripik pisang yang dikelola istri dari para nelayan yang berada di Dusun Buniayu, Desa Karang Jaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Mereka menamai produknya 'Keripik Pisang Renyah' dengan tagline 'Sekali Gigit Pasti Ketagihan'.

Rumah produksi ini mampu menghasilkan 100 pcs keripik per hari dengan harga jual berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per pcs.

Hal ini tidak hanya menciptakan identitas kuliner khas daerah Buniayu, tetapi juga memberikan peluang pendapatan tambahan bagi para istri nelayan yang berjuang untuk membangun masa depan yang lebih cerah.

&quot;Alhamdulillah, untuk saat ini baru menembus 100 pcs per hari dengan harga jual sekitar Rp 10  ribu sampai Rp 15 ribu per pcs,&quot; kata penanggungjawab rumah produksi, Dede Rina, dalam keterangannya, Jumat (13/10/2023).






BACA JUGA:
Gerak 98 Dukung Ganjar Jadi Presiden, Dianggap Mampu Menempatkan Agenda Reformasi










Rina mengatakan rumah produksi ini baru dirintis dengan memberdayakan para istri nelayan. Ke depan, ia berharap produksi pisang ini terus meningkat dan bisa mempekerjakan banyak orang, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

&quot;Harapannya, usaha kami bisa lebih berkembang, biar bisa membantu perekonomian masyarakat juga,&quot; ucapnya.




BACA JUGA:
Andi Widjajanto Gabung ke TPN Ganjar, Partai Perindo: Lemhannas Pasti Netral











Koordinator Wilayah Wanita Nelayan Sadulur Ganjar Buniayu, Herni, menjelaskan bahwa rumah produksi ini adalah langkah nyata untuk memberdayakan istri-istri nelayan, menciptakan lapangan kerja, dan merangsang perekonomian lokal. Ia berharap produk ini mampu bersaing di tingkat lokal, nasional hingga internasional.

Rumah produksi itu dilengkapi sejumlah perlengkapan produksi keripik, seperti kompor, wajan, alat peniris minyak, dan peralatan lainnya.



Rumah produksi ini telah mendapatkan dukungan positif dari berbagai pihak yang ingin berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan keluarga mereka.








BACA JUGA:
Obrolan Santai Ganjar dengan Keluarga KH Hasyim Muzadi, Tidak Bicara Politik

















&quot;Bagus yah rumah produksinya. Saya ikut terlihat disini, ingin membantu suami, buat anak-anak. Mudah-mudahan semakin maju kedepannya perusahaan keripik pisang,&quot; kata seorang istri nelayan, Maryati.





Sukarelawan Wanita Nelayan Sedulur Ganjar juga memberikan pelatihan pembuatan keripik pisang bagi masyarakat dan istri para nelayan.</content:encoded></item></channel></rss>
