<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebakaran Hutan di Jambi Capai 1.155 Hektare, 12 Tersangka Ditangkap</title><description>Menurutnya, bila dibandingkan karhutla tahun 2019 tahun ini lebih bisa dikendalikan Satgas Karhutla Jambi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/14/340/2901092/kebakaran-hutan-di-jambi-capai-1-155-hektare-12-tersangka-ditangkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/14/340/2901092/kebakaran-hutan-di-jambi-capai-1-155-hektare-12-tersangka-ditangkap"/><item><title>Kebakaran Hutan di Jambi Capai 1.155 Hektare, 12 Tersangka Ditangkap</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/14/340/2901092/kebakaran-hutan-di-jambi-capai-1-155-hektare-12-tersangka-ditangkap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/14/340/2901092/kebakaran-hutan-di-jambi-capai-1-155-hektare-12-tersangka-ditangkap</guid><pubDate>Sabtu 14 Oktober 2023 09:07 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/14/340/2901092/kebakaran-hutan-di-jambi-capai-1-155-hektare-12-tersangka-ditangkap-UGT29W9Eaf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kebakaran Hutan di Jambi/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/14/340/2901092/kebakaran-hutan-di-jambi-capai-1-155-hektare-12-tersangka-ditangkap-UGT29W9Eaf.jpg</image><title>Ilustrasi Kebakaran Hutan di Jambi/ist</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMy8xLzE3MjE0Mi81L3g4b3NzcHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAMBI - Dansatgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi Brigjen TNI Supriono mengatakan, pihaknya telah mengendalikan terjadinya karhutla di Provinsi Jambi. Hingga saat ini, jumlah lahan yang terbakar sebanyak 1.155 hektare.
&quot;Alhamdulillah sejauh ini pengendalian kasus karhutla di Provinsi Jambi sangat konsisten dapat mengendalikan munculnya api dan bencana asap,&quot; tuturnya, Sabtu (14/10/2023).
Menurutnya, bila dibandingkan karhutla tahun 2019 tahun ini lebih bisa dikendalikan Satgas Karhutla Jambi.

BACA JUGA:
Kebakaran Landa 5 Rumah Kontrakan di Bogor

&quot;Kalau dibandingkan 2019, karhutla saat ini tercatat sebanyak 1.155 hektar saja. Itu sama dengan 0,73 persen dari bencana kebakaran lahan dan asap 2019 lalu,&quot; ujar Danrem 042/Garuda Putih (Gapu) ini.
Dia menambahkan, bahwa keberhasilan melakukan pengendalian karhutla di Provinsi Jambi mendapat pengakuan dari pusat.
&quot;Pusat menyampaikan bahwa Jambi pengendalian karhutla sudah sangat terkendali. Jadi patut disyukuri,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Asap Kebakaran Hutan Mulai Mengkhawatirkan, Warga Pekanbaru Diimbau Memakai Masker

&quot;Alhamdulillah, sinergitas TNI Polri dan komponen masyarakat bisa menghasilkan pengendalian karhutla saat ini,&quot; tutur Supriono.
Dari hasil lahan yang terbakar, yang terbanyak adalah lahan mineral. &quot;Ada sekitar 80 persen lahan mineral yang terbakar,&quot; imbuh Danrem.
Tentang faktor penyebab terjadinya kebakaran lahan, jelasnya, karena faktor cuaca El Nino yang panas berkelanjutan.
&quot;Di samping itu, masyarakat kita juga belum semuanya sadar tentang cara membuka lahan tanpa membakar,&quot; pungkasnya.

Sementara itu, Polda Jambi telah menindak tegas 12 pelaku pembakaran hutan dan lahan yang ada di Provinsi Jambi. Yang terbanyak pelaku berada di Kabupaten Batanghari.
&quot;Jadi kita sudah melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Sampai saat ini Polda Jambi dan jajaran sudah memproses 12 orang tersangka,&quot; ujar Rusdi Hartono.



&quot;Ini dapat dibuktikan bahwa mereka secara sengaja membakar hutan dan lahan yang ada di Provinsi Jambi,&amp;rdquo;lanjutnya.

Untuk tersangka yang terbanyak, katanya, berada di Kabupaten Batanghari, yakni sebanyak 4 orang tersangka.

&amp;ldquo;Kebakaran hutan dan lahan sangat merugikan masyarakat banyak, belum lagi dari faktor kesehatan dan ekonomi,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMy8xLzE3MjE0Mi81L3g4b3NzcHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAMBI - Dansatgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi Brigjen TNI Supriono mengatakan, pihaknya telah mengendalikan terjadinya karhutla di Provinsi Jambi. Hingga saat ini, jumlah lahan yang terbakar sebanyak 1.155 hektare.
&quot;Alhamdulillah sejauh ini pengendalian kasus karhutla di Provinsi Jambi sangat konsisten dapat mengendalikan munculnya api dan bencana asap,&quot; tuturnya, Sabtu (14/10/2023).
Menurutnya, bila dibandingkan karhutla tahun 2019 tahun ini lebih bisa dikendalikan Satgas Karhutla Jambi.

BACA JUGA:
Kebakaran Landa 5 Rumah Kontrakan di Bogor

&quot;Kalau dibandingkan 2019, karhutla saat ini tercatat sebanyak 1.155 hektar saja. Itu sama dengan 0,73 persen dari bencana kebakaran lahan dan asap 2019 lalu,&quot; ujar Danrem 042/Garuda Putih (Gapu) ini.
Dia menambahkan, bahwa keberhasilan melakukan pengendalian karhutla di Provinsi Jambi mendapat pengakuan dari pusat.
&quot;Pusat menyampaikan bahwa Jambi pengendalian karhutla sudah sangat terkendali. Jadi patut disyukuri,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Asap Kebakaran Hutan Mulai Mengkhawatirkan, Warga Pekanbaru Diimbau Memakai Masker

&quot;Alhamdulillah, sinergitas TNI Polri dan komponen masyarakat bisa menghasilkan pengendalian karhutla saat ini,&quot; tutur Supriono.
Dari hasil lahan yang terbakar, yang terbanyak adalah lahan mineral. &quot;Ada sekitar 80 persen lahan mineral yang terbakar,&quot; imbuh Danrem.
Tentang faktor penyebab terjadinya kebakaran lahan, jelasnya, karena faktor cuaca El Nino yang panas berkelanjutan.
&quot;Di samping itu, masyarakat kita juga belum semuanya sadar tentang cara membuka lahan tanpa membakar,&quot; pungkasnya.

Sementara itu, Polda Jambi telah menindak tegas 12 pelaku pembakaran hutan dan lahan yang ada di Provinsi Jambi. Yang terbanyak pelaku berada di Kabupaten Batanghari.
&quot;Jadi kita sudah melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Sampai saat ini Polda Jambi dan jajaran sudah memproses 12 orang tersangka,&quot; ujar Rusdi Hartono.



&quot;Ini dapat dibuktikan bahwa mereka secara sengaja membakar hutan dan lahan yang ada di Provinsi Jambi,&amp;rdquo;lanjutnya.

Untuk tersangka yang terbanyak, katanya, berada di Kabupaten Batanghari, yakni sebanyak 4 orang tersangka.

&amp;ldquo;Kebakaran hutan dan lahan sangat merugikan masyarakat banyak, belum lagi dari faktor kesehatan dan ekonomi,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
