<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makanan, Air dan BBM di Gaza Habis, UNRWA Ingatkan akan Potensi Bencana Kemanusiaan</title><description>Israel memerintahkan warga Gaza untuk keluar dari daerah kantong tersebut sementara Hamas menyerukan mereka untuk bertahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/16/18/2901963/makanan-air-dan-bbm-di-gaza-habis-unrwa-ingatkan-akan-potensi-bencana-kemanusiaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/16/18/2901963/makanan-air-dan-bbm-di-gaza-habis-unrwa-ingatkan-akan-potensi-bencana-kemanusiaan"/><item><title>Makanan, Air dan BBM di Gaza Habis, UNRWA Ingatkan akan Potensi Bencana Kemanusiaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/16/18/2901963/makanan-air-dan-bbm-di-gaza-habis-unrwa-ingatkan-akan-potensi-bencana-kemanusiaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/16/18/2901963/makanan-air-dan-bbm-di-gaza-habis-unrwa-ingatkan-akan-potensi-bencana-kemanusiaan</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2023 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/16/18/2901963/makanan-air-dan-bbm-di-gaza-habis-unrwa-ingatkan-akan-potensi-bencana-kemanusiaan-sDupicLBmo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/16/18/2901963/makanan-air-dan-bbm-di-gaza-habis-unrwa-ingatkan-akan-potensi-bencana-kemanusiaan-sDupicLBmo.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNS8xLzE3MjIwNy81L3g4b3VhN2k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BADAN PBB Untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), pada Minggu (15/10/2023), memperingatkan bahwa warga Gaza menghadapi &quot;bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.&quot;

BACA JUGA:
China: Pengeboman Gaza oleh Israel Lampaui Batasan Tindakan Pembelaan Diri

&amp;ldquo;Sementara saya berbicara dengan Anda saat ini, Gaza kehabisan air dan listrik. Bahkan, Gaza sedang dicekik. Dan tampaknya dunia saat ini telah kehilangan rasa kemanusiaannya,&quot; ujar Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
Ia menambahkan bahwa UNRWA telah kewalahan menangani orang-orang yang mencari perlindungan di Gaza. &quot;Kami tidak memiliki kapasitas lagi untuk menangani mereka,&quot; tambahnya.
Israel telah memerintahkan lebih dari satu juta warga Palestina, atau berarti hampir separuh dari populasi wilayah itu, untuk pindah ke wilayah selatan.
Militer Israel mengatakan sedang berusaha untuk mengeluarkan warga sipil menjelang kampanye besar melawan Hamas di bagian utara, di mana mereka mengatakan para militan memiliki jaringan terowongan, bunker, dan peluncur roket yang luar biasa.

BACA JUGA:
Serangan Israel Hantam Konvoi Pengungsi Gaza, Tewaskan Puluhan Orang Termasuk Wanita dan Anak-Anak

Sementara itu, Hamas justru mendesak warga untuk tetap tinggal di rumah mereka. Militer Israel pun merilis foto-foto yang diklaim menunjukkan adanya penghalang jalan yang dipasang oleh Hamas untuk mencegah lalu lintas bergerak ke selatan.

Namun demikian, menurut juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, lebih dari 600.000 orang telah mengungsi dari Kota Gaza.
Sementara juru bicara UNRWA, Juliette Touma, mengatakan sekira 500.000 orang, atau hampir seperempat dari populasi Gaza, berlindung di sekolah-sekolah PBB dan fasilitas lainnya di seluruh wilayah itu, di mana persediaan air semakin menipis.
Badan tersebut mengatakan bahwa sekitar satu juta orang telah mengungsi dari Gaza dalam satu minggu terakhir.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNS8xLzE3MjIwNy81L3g4b3VhN2k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BADAN PBB Untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), pada Minggu (15/10/2023), memperingatkan bahwa warga Gaza menghadapi &quot;bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.&quot;

BACA JUGA:
China: Pengeboman Gaza oleh Israel Lampaui Batasan Tindakan Pembelaan Diri

&amp;ldquo;Sementara saya berbicara dengan Anda saat ini, Gaza kehabisan air dan listrik. Bahkan, Gaza sedang dicekik. Dan tampaknya dunia saat ini telah kehilangan rasa kemanusiaannya,&quot; ujar Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
Ia menambahkan bahwa UNRWA telah kewalahan menangani orang-orang yang mencari perlindungan di Gaza. &quot;Kami tidak memiliki kapasitas lagi untuk menangani mereka,&quot; tambahnya.
Israel telah memerintahkan lebih dari satu juta warga Palestina, atau berarti hampir separuh dari populasi wilayah itu, untuk pindah ke wilayah selatan.
Militer Israel mengatakan sedang berusaha untuk mengeluarkan warga sipil menjelang kampanye besar melawan Hamas di bagian utara, di mana mereka mengatakan para militan memiliki jaringan terowongan, bunker, dan peluncur roket yang luar biasa.

BACA JUGA:
Serangan Israel Hantam Konvoi Pengungsi Gaza, Tewaskan Puluhan Orang Termasuk Wanita dan Anak-Anak

Sementara itu, Hamas justru mendesak warga untuk tetap tinggal di rumah mereka. Militer Israel pun merilis foto-foto yang diklaim menunjukkan adanya penghalang jalan yang dipasang oleh Hamas untuk mencegah lalu lintas bergerak ke selatan.

Namun demikian, menurut juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, lebih dari 600.000 orang telah mengungsi dari Kota Gaza.
Sementara juru bicara UNRWA, Juliette Touma, mengatakan sekira 500.000 orang, atau hampir seperempat dari populasi Gaza, berlindung di sekolah-sekolah PBB dan fasilitas lainnya di seluruh wilayah itu, di mana persediaan air semakin menipis.
Badan tersebut mengatakan bahwa sekitar satu juta orang telah mengungsi dari Gaza dalam satu minggu terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
