<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MK Putuskan Batas Usia Capres-Cawapres, Ganjar : Sudah Putus Ya Sudah</title><description>&quot;Sudah putus, ya sudah,&quot; kata Ganjar Pranowo usai bertemu BEM Malang Raya</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/16/337/2902331/mk-putuskan-batas-usia-capres-cawapres-ganjar-sudah-putus-ya-sudah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/16/337/2902331/mk-putuskan-batas-usia-capres-cawapres-ganjar-sudah-putus-ya-sudah"/><item><title>MK Putuskan Batas Usia Capres-Cawapres, Ganjar : Sudah Putus Ya Sudah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/16/337/2902331/mk-putuskan-batas-usia-capres-cawapres-ganjar-sudah-putus-ya-sudah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/16/337/2902331/mk-putuskan-batas-usia-capres-cawapres-ganjar-sudah-putus-ya-sudah</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2023 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/16/337/2902331/mk-putuskan-batas-usia-capres-cawapres-ganjar-sudah-putus-ya-sudah-ulgPPzI5tx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo tanggapi santai soal putusan MK terkait batas usia capres dan cawapres (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/16/337/2902331/mk-putuskan-batas-usia-capres-cawapres-ganjar-sudah-putus-ya-sudah-ulgPPzI5tx.jpg</image><title>Ganjar Pranowo tanggapi santai soal putusan MK terkait batas usia capres dan cawapres (Foto : MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNi8xLzE3MjI0OS81L3g4b3YwMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

MALANG - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menerima pengajuan gugatan umur sebagai syarat calon presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) dengan syarat pernah terpilih sebagai kepala daerah, ditanggapi dingin oleh Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo yang diusung empat partai politik yakni Partai PDI-Perjuangan, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hanura, hanya memberikan senyuman ketika awak media menanyakan putusan MK menerima uji materi terhadap UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terkait batas usia capres-cawapres yang diajukan oleh mahasiswa Universitas Surakarta bernama Almas Tsaqibbirru.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Megawati Segera Umumkan Cawapres Ganjar: Masa Ibu Salah Pilih, Enggak Lah!


Pengajuan batas minimal 40 tahun diterima asalkan pernah terpilih sebagai kepala daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten kota. Pengajuan itu diajukan Almas Tsaqibbirru, seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surakarta (Unsa). Almas merupakan anak dari Koordinatis MAKI Boyamin Saiman.

&quot;Sudah putus, ya sudah,&quot; kata Ganjar Pranowo usai bertemu BEM Malang Raya, di RM Parikaton, Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Senin siang (16/10/2023).

Ganjar juga tak ambil pusing keputusan itu merugikan atau menguntungkannya. Ia pun tak menjawab pertanyaan media dan hanya memilih melontarkan senyum sambil meninggalkan awak media.


BACA JUGA:
Hakim Wahidudin Adams Sebut MK Seharusnya Tolak Gugatan Batas Usia Capres Cawapres


Ganjar hanya menyampaikan pesan kepada para aktivis dan mahasiswa, untuk menjaga idealisme dan kepedulian terhadap lingkungan terkecilnya, mulai dari kampusnya. Dirinya pun mengapresiasi anak-anak muda yang memiliki intelektualitas tinggi.

&quot;Kemudian banyak anak muda punya intelektualitas tinggi, aktivismenya ada, intelektual ada, dan tingkat kepedulian yang sangat tinggi, inilah yang harapan tadi mereka praktek sekaligus menjaga moral, sehingga kalau ada yang offside merekalah yang pertama prit, paling keras,&quot; tuturnya.Gugatan dengan nomor perkara 90/PUU-XXI/2023 itu dilayangkan oleh seorangseorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surakarta (Unsa) bernama Almas Tsaqibbirru. Almas merupakan anak dari Koordinatis MAKI Boyamin Saiman.

Pada gugatannya, Almas meminta agar Mahkamah Konstitusi melakukan uji materi terhadap Pasal 169 huruf (q) Undang-undang No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dengan menambahkan frasa &quot;Berusia paling rendah 40 tahun atau berpengalaman sebagai Kepala Daerah baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.&quot;


BACA JUGA:
Makan Nasi Puyung Bersama Ulama di Ponpes Darul Habibi Lombok Tengah, Ganjar: Enak Sekali


Bacapres Ganjar Pranowo melakukan kunjungan di tiga tempat sepanjang hari Senin (16/10/2023) di Kota Malang. Mengawali kunjungan di Malang, yakni di Universitas Negeri Malang (UM), di sini Ganjar bertemu Rektor UM, jajaran civitas dosen dan akademik untuk mengadakan diskusi di Graha Rektorat, secara tertutup.

Kemudian, Ganjar bergeser ke Gedung Graha Cakrawala (Gracak) untuk memberikan kuliah tamu ke ribuan mahasiswa di Malang raya. Di siang harinya, Ganjar bertemu ribuan relawan di Kantor Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) di Jalan Tumenggung Suryo Nomor 39. Di sini selain bertemu relawan, Ganjar juga menyempatkan berkomunikasi dengan para penyandang disabilitas binaan YPAC Malang.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNi8xLzE3MjI0OS81L3g4b3YwMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

MALANG - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menerima pengajuan gugatan umur sebagai syarat calon presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) dengan syarat pernah terpilih sebagai kepala daerah, ditanggapi dingin oleh Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo yang diusung empat partai politik yakni Partai PDI-Perjuangan, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hanura, hanya memberikan senyuman ketika awak media menanyakan putusan MK menerima uji materi terhadap UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terkait batas usia capres-cawapres yang diajukan oleh mahasiswa Universitas Surakarta bernama Almas Tsaqibbirru.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Megawati Segera Umumkan Cawapres Ganjar: Masa Ibu Salah Pilih, Enggak Lah!


Pengajuan batas minimal 40 tahun diterima asalkan pernah terpilih sebagai kepala daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten kota. Pengajuan itu diajukan Almas Tsaqibbirru, seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surakarta (Unsa). Almas merupakan anak dari Koordinatis MAKI Boyamin Saiman.

&quot;Sudah putus, ya sudah,&quot; kata Ganjar Pranowo usai bertemu BEM Malang Raya, di RM Parikaton, Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Senin siang (16/10/2023).

Ganjar juga tak ambil pusing keputusan itu merugikan atau menguntungkannya. Ia pun tak menjawab pertanyaan media dan hanya memilih melontarkan senyum sambil meninggalkan awak media.


BACA JUGA:
Hakim Wahidudin Adams Sebut MK Seharusnya Tolak Gugatan Batas Usia Capres Cawapres


Ganjar hanya menyampaikan pesan kepada para aktivis dan mahasiswa, untuk menjaga idealisme dan kepedulian terhadap lingkungan terkecilnya, mulai dari kampusnya. Dirinya pun mengapresiasi anak-anak muda yang memiliki intelektualitas tinggi.

&quot;Kemudian banyak anak muda punya intelektualitas tinggi, aktivismenya ada, intelektual ada, dan tingkat kepedulian yang sangat tinggi, inilah yang harapan tadi mereka praktek sekaligus menjaga moral, sehingga kalau ada yang offside merekalah yang pertama prit, paling keras,&quot; tuturnya.Gugatan dengan nomor perkara 90/PUU-XXI/2023 itu dilayangkan oleh seorangseorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surakarta (Unsa) bernama Almas Tsaqibbirru. Almas merupakan anak dari Koordinatis MAKI Boyamin Saiman.

Pada gugatannya, Almas meminta agar Mahkamah Konstitusi melakukan uji materi terhadap Pasal 169 huruf (q) Undang-undang No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dengan menambahkan frasa &quot;Berusia paling rendah 40 tahun atau berpengalaman sebagai Kepala Daerah baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.&quot;


BACA JUGA:
Makan Nasi Puyung Bersama Ulama di Ponpes Darul Habibi Lombok Tengah, Ganjar: Enak Sekali


Bacapres Ganjar Pranowo melakukan kunjungan di tiga tempat sepanjang hari Senin (16/10/2023) di Kota Malang. Mengawali kunjungan di Malang, yakni di Universitas Negeri Malang (UM), di sini Ganjar bertemu Rektor UM, jajaran civitas dosen dan akademik untuk mengadakan diskusi di Graha Rektorat, secara tertutup.

Kemudian, Ganjar bergeser ke Gedung Graha Cakrawala (Gracak) untuk memberikan kuliah tamu ke ribuan mahasiswa di Malang raya. Di siang harinya, Ganjar bertemu ribuan relawan di Kantor Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) di Jalan Tumenggung Suryo Nomor 39. Di sini selain bertemu relawan, Ganjar juga menyempatkan berkomunikasi dengan para penyandang disabilitas binaan YPAC Malang.</content:encoded></item></channel></rss>
